
Di belahan dunia lain.
Lebih tepatnya di mansion Mick. Saat ini satu keluarga itu tengah menonton TV bersama.
Kecuali Anna dan Alex karena kedua orang itu tengah mendatangi ibu kandung Anna.
“ jadi bagaiamana kabar Kylie?” tanya Kyara.
“ aku dengar, Gabriel sudah menciptakan mesin untuk memperbaiki gen yang bermutasi, sayang. Dan aku dengar jika Kylie sudah baik- baik saja.” ucap Mick.
“ syukurlah, kalau begitu.” ucap Kyara mengelus dadanya dan menghembuskan nafas lega.
“ aku baru tahu jika Bram sudah menikah, ma.” tanya Alice bersandar di bahu ibunya.
“ ya, ini adalah syarat dari Kylie agar Bram mau menikah dengannya. Namun mama masih tak menyangka jika Bram benar- benar merahasiakan pernikahannya dari keluarga besar.” ucap Kyara.
“ sudahlah, sayang. Setidaknya, sekarang- Bram menyadari perasaannya untuk Istrinya.” ucap Mick menenangkan.
“ ngomong- ngomong..” ucap Kyara mengingat sesuatu.
“ sejak kapan kau menyukai Johan? Adik Diana, Al.” tanya Kyara.
__ADS_1
“ ap.., apa? Kenapa tiba- tiba mama mengungkit hal itu?” ucap Alce malu.
“ mama hanya ingin tahu.” ucap Kyara.
“ benarkah itu, Al” tanya Mick. Pria itu memang tanggap, namun soal perasaan anaknya, tak ada yang mengalahkan perasaan seorang ibu dari pada siapapun orang di dunia ini, bahkan Mick sekalipun.
“ aku melihatnya malu- malu menatap Johan, apa lagi saat adik Diana itu tersenyum pada anak kita.” ucap Kyara.
“ jadi jujurlah, sejak kapan kau menyukai Johan.” ucap Kyara.
“ sudah sedari lama, ma. Meski bukan hanya kak Diana yang di asuh uncle Gabe- aku tak pernah tahu adik kak Diana itu karena pria itu lebih memilih tinggal dengan Aunt Enny dan Uncle Simon sementara kak Diana mengurus Emma waktu kecil dan tinggal dengan Uncle Gabe juga Aunt Lily.
“ kau sudah berusaha menyatakan perasaanmu?” tanya Mick.
“ belum, aku malu, pa.” ucap Alice memilin jarinya.
“ kau ini kan bukan gadis remaja lagi.” ucap Kyara geregetan.
Sampai suara ringtone pesan dari handphone Alice membuyarkan perbincangan mereka.
“ kau bahkan telah memiliki nomor Johan, dan kau masih tak berani mengungkapkan perasaanmu?” tanya Kyara saat tak sengaja melihat layar handphone Alice.
__ADS_1
Ia lalu merebut hanphone Alice dan melihat isi pesan anaknya. Hanya seputar menanyakan kabar, apa yang di lakukan Johan dan apa kegiatan Johan hari ini. Ini mengingatkan Kyara saat wanita itu berusaha mengenal lawan jenisnya kala muda.
Anak- anaknya memang mewarisi bakat Mick namun sifat kikkuk mereka dalam mengenal lawan jenis sama sekali persis seperti Kyara.
“ apa yang mama tulis.” ucap Alice ketika melihat ibu kandungnya tersebut mengetikkan pesan di handphone milik Alice.
“ nah, lihat sendiri.” ucap Kyara memperlihatkan handphone anaknya kepada sang empunya namun handphone nya sendiri masih ia pegang dan belum di serahkan kepada Alice.
“ APA? Mama meminta Johan untuk bertemu dan makan bersama di luar ?” ucap Alice panik.
“ ya.” ucap Kyara gampang.
“ kemarikan!” ucap Alice. Mau menghapus pesan, namun baru mau menghapusnya, Johan telah membaca pesan Alice.
‘ boleh.’ jawab Johan.
“ AA.” pekik Alice antara senang dan malu. Lalu bergegas masuk kamar untuk melatih tubuhnya dan memakai baju yang paling menarik.
“ sifat kikkuknya mirip denganmu.” ucap Mick.
“ namun semangat nya mirip dengamu.” ucap Kyara.
__ADS_1