
“ apa? Aku harus menggantikan dad menghadiri pesta klien?” tanya Alex.
“ ya.” ucap Mick to the point.
“ dad? Kau lupa? Aku ini police!” geram Alex.
“ dan kau juga lupa jika daddy dulu juga police?” tanya Mick.
“ ini perusahaan dari grandpa mu, sebelum akhirnya di wariskan oleh grandma mu dan aku, Alex. Suatu saat nanti kau juga yang akan mewarisinya. Kau harus belajar tentang perusahaan dari sekarang!” pinta Mick.
“ bukankah sudah ada Alice? Biasanya ia yang membantumu dalam mengurus perusahaan.” heran Alex.
“ Alex..., Alice itu wanita, jika suatu hari nanti ia di pinang Johann, ia akan membantu Johann atau mungkin menjadi istri dan ibu rumah tangga. Ia tidak memiliki kewajiban meneruskan perusahan keluarga, kau lah yang seharusnya meneruskan perusahaan keluarga ini, Alex” ucap Mick menjelaskan.
Mendengarnya Alex hanya terdiam sebelum akhirnya menghembuskan nafas berat.
“ baiklah. ” ucap Alex akhirnya.
“ ajak juga Anna untuk membantumu.” ucap Kyara setelah diam melihat suaminya meminta pengertian kepada putranya tersebut.
“ Apa?” ucap Alex cukup terkejut.
“ biar bagaimanapun, mama sudah menganggap Anna adalah anak angkat kita, Alex. Ia juga harus di ajari soal perusahaan, agar ia bisa membantu keluarga kita jika kau- memang ingin fokus pada pekerjaanmu sebagai IP.” ungkap Kyara sebagai alasan.
“ haish. Baiklah, hanya menghadiri pesta saja bukan?” tanya Alex akhirnya.
“ tidak bisa di sebut sekedar pesta biasa. Lebih tepatnya seperti pesta berkedok bisnis. Perusahaan X mengundang perusahaan kita dalam pesta ulang tahun perusahaan mereka. Dad yakin jika beberapa petinggi dari perusahaan lain pasti akan datang dalam pesta tersebut. Akan ada perusahaan lain yang berusaha dekat dan bekeja sama dengan perusahaan kita. Usahakan, selain makan- kau juga menganalis siapa saja yang bisa di ajak kerja sama dalam perusahaan kita atau tidak.” ungkap Mick.
” aku mengerti.” ucap Alex.
“ bersiaplah. Biar Anna kita dandani agar pantas menemanimu.” ucap Alice akhirnya.
“ oke. Oke.” jawab Alex malas.
Sementara Kyara hanya menatap Alice sambil tersenyum. Dan Mick yang melihat jika Alex sudah masuk kekamar nya mulai memandang istri dan putri nya tersebut.
“ apa kalian sudah puas? Aku merasa tidak enak pada Alex- sekarang.” ucap Mick akhirnya.
__ADS_1
“ ayolah, daddy. Ini juga untuk Alex.” ucap Alice.
“ ayah tidak masalah jika Alex menyukai Anna. Namun masalahnya adalah..., Anna yang masih berumur 17 tahun. Masih terlalu belia untuk masuk dalam rencana kalian.” Mick menyatakan keresahannya.
“ daddy, sekarang ini jaman modern. Tidak masalah jika perbedaan umur yang cukup jauh ada di antara Alex dan Anna, yang terpenting adalah mereka saling menyukai.” ucap Alice.
“ meski begitu apa yang di katakan daddy mu benar, Alice. Kau ingat? Alasan orang tua Alice menjadi stress? Karena hamil di luar nikah sementara kekasihnya tidak mau bertanggung jawab. Mommy takut jika apa yang terjadi pada ibu dari Anna juga terjadi pada anak gadis itu.” ucap Kyara.
“ itukan kekasih ibunya, apa mommy pikir Alex akan melakukan hal yang sama dengan apa yang di lakukan kekasih ibunya Anna?” tanya Alice.
“ ya..., mommy harap sie tidak. Awas ajh jika anak itu melakukan hal itu!
Aku akan memasak sausage beserta telur dan mie sebagai peringatan untuknya.” ucap Kyara yang membuat Mick dan Alice merinding mendengarnya.
“ mommy menakutkan.” jawab Alice.
“ kau tahu sekarang- alasan lain kenapa sampai sekarang daddy tetap setia pada mommy mu?” tanya Mick.
** beralih ke Alex dan Anna yang sudah menghadiri pesta yang di adakan di perusahaan X **
Tadi, Alex memang tidak memperhatikan penampilan Anna karena menunggu gadis itu di dalam mobilnya yang gelap- bahkan saat dalam perjalanan menuju tempat pesta.
Harus Alex akui mommy nya sangat pandai berdandan dan mendadani seorang gadis. Bahkan dengan make up tipis bisa membuat Anna bermetamarfosis menjadi wanita yang anggun.
Pembawaan nya yang tenang membuatnya semakin terlihat anggun. Di tambah dengan dress bewarna navy yang melekat pada tubuhnya yang ramping dan rambutnya yang mulai panjang di buat ikal--, siapa yang menyangka jika ia masih berumur 17 tahun?
Glup! Alex kesusahan menelan Saliva nya. Ia bahkan mengendurkan dasinya karena merasa kegerahan.
Ia tahu ini bukan reaksi perangsang- apa lagi Alex sendiri tahu jika dirinya kebal terhadap Alcohol dan perangsang. Dan.., lagi pula yang sedang berbincang padanya adalah seorang pria yang berasal dari perusahaan yang sudah bekerja sama dengan perusahaannya.
‘ Ray Ashton, di kabarkan juga tidak memiliki kekasih dan tidak dekat dengan orang lain selain keluarganya..., dia..’ batin Alex.
‘ tidak gay kan?' batinnya membuatnya merinding.
“ ada apa tuan Alex?” tanya Ray.
“ tidak.” jawab Alex mengalihkan perhatian.
__ADS_1
Alex sungguh terkejut kala melihat Anna meminum salah satu minuman di meja prasmanan. Tak heran, pesta ini adalah pesta orang besar dan yang pasti pesta orang dewasa. Yang pasti takkan luput dengan yang namanya Alcohol.
“ saya permisi dulu, tuan Ray.” ucap Alex bersiap menghentikan Anna.
“ ada apa?” tanya Berta menyusul Ray.
“ kelihatannya ia terburu- buru. Aku sampa lupa membahas soal undangan pernikahan kita.” ucap Ray merangkul Berta yang merupakan seketaris pribadinya sekaligus calon istrinya.
“ apakah itu alasanmu datang ke pesta ini? Bukankah biasanya kau selalu mengutus tuan Andre dan Tama?” heran Berta.
“ ya, namun aku ingin mengundang langsung orang- orang ke pernikahan kita dan tak ingin di wakili orang lain.” ucap Ray memeluk pinggang Berta.
“ bukankah bisa langsung datang ke perusahaan mereka?” tanya Berta.
“ kalau ke perusahaan mereka satu- satu akan merepotkan bukan? Akan lebih baik memberitahukan hal itu di saat mereka kumpul seperti ini.” tanya Ray.
“ ini pesta orang lain, dan kau ingin membuat keributan seperti itu?” heran Berta. Ray yang mendengarnya hanya tersenyum santai.
Sementara itu di lain tempat meski masih di ruangan yang sama.
“ Anna! Apa yang kau minum itu?” geram Alex menceekal tangan Anna.
“ A.., lex? Ini? Ini sangat enak Alex- kau juga harus mencobanya.” ucap Anna merancu. Anna yang baru pertama kali merasakan Alcohol tentu saja tak tahan dengan apa yang di minumnya- cocktail dengan alcohol 20% .
Margaritta!
Rasanya yang asam dengan membubuhkan garam pada bibir gelas membuat orang awam seperti Anna hanya mengira ini jus lemon biasa.
“ Anna! Kita harus pulang sekarang!” geram Alex.
Atau mungkin menginap di hotel? Daddy dan mommy nya meminta Alex menjaga Anna- jika mereka tahu Alex tidak sengaja tidak mengawasi Anna hingga meminum Alcohol- pasti mereka akan memarahi Alex- nanti.
“ aku tidak mau pulang.” rengek Anna.
“ baiklah! Tidak pulang, yang terpenting..., ikut aku!” geram Alex.
Dari yang tidak bisa bicara menjadi sangat banyak bicara. Batin Alex membicarakan Anna
__ADS_1