My Police Is My Step Brother

My Police Is My Step Brother
S2 Pernyataan seorang Rafael


__ADS_3

ap..., Apa yang kau lakukan?” heran Diana. Wanita itu baru berani berucap ketika Rafael membawa wanita itu pergi dengan mobilnya.


“ harusnya aku yang bertanya! Apa yang kau lakukan padaku?” geram Rafael menaikkan kecepatan mobilnya.


“ apa kau mau menyalahkanku lagi? Kaulah yang selalu merebut minuman yang seharusnya di tujukan padaku!” ucap Diana tak terima. tampak ia yang menyilangkan lengannya di depan dadanya.


“ lalu, apa kau mau meminumnya? Bagaimana jika minuman itu di beri obat!” geram Rafael.


Diana hanya terdiam tak tahu harus mengatakan apa lagi. Melihat reaksi Diana- Rafael lalu menghentikan moblnya di pinggir Jalan.


“ kenapa kau menghentikan mobilnya di sini?” heran Diana.


“ apa kau benar- benar meminumnya?” ucap Rafael tak menjawab pertanyaan Diana.


“ ha” heran Diana.


“ apa kau benar- benar meminumnya? Peluruh S****a?” ulang Rafael.


“ erm.., ya..h.” ucap Diana ragu- ia mulai memegangi sabuk pengaman yang di sampirkannya.


“ itu tak masalah.” ucap rafael.


“ ha?” heran Diana.

__ADS_1


“ aku akan terus memasukimu hingga membuahkan hasil. Hingga calon anakku berkemang di tubuhmu.” ucap Rafael mengelus perut Diana.


“ apa?” Heran Diana. Tanpa menjawab pertanyana Diana Rafael memilih untuk langsung menarik wajah Diana dan mendekatkan wajahnya lalu mencium wanita yang tak lagi muda itu.


"Ap! Apa yang kaulakukan? Aku tak mau lagi kau salahkan!" Ucap Diana hendak berontak.


Namun Rafael malah berpindah dari kursi kemudi ke kursi Diana dan menjatuhkan sandaran kursi Diana hingga pria itu leluasa mengukung Diana.


"Uncle!" Ucap Diana berusaha menyadarkan Rafael. Karena Diana mengira jika apa yang dilakukan Rafael karena obat perangsang- lagi.


"Kenapa kau memanggilku uncle? Biasanya kau selalu memanggil namaku." ucap Rafael menatap ke manik mata Hazel Diana.


"Kau yang memintanya." ucap Diana jujur. Karena memang, selama ini- Rafael lah yang selalu meminta Diana menyebut dirinya; Uncle.


"Ha?" heran Diana.


"Panggil namaku dalam pelepasanmu." Ucap rafael mulai melepaskan kancing kemeja yang di gunakannya.


"Apa.. apa kau terkena perangsang lagi?" Ucap Diana berontak. Ia tak mau membuat kesalahan dan disalahkan lagi.


"Tidak!" Ucap Rafael mulai menciumi bibir Diana lagi.


"Aku melakukanya karena menginginkannya." Ucap Rafael sebelum akhirnya memulai aksi panas nya di dalam mobil.

__ADS_1


Diana hanya terdiam saat mendengar apa yang di ucapkan Rafael. Wanita itu terlalu bingung atas apa yang terjadi. Dians sendiri tak mengerti kenapa Rafael bisa berubah hanya dalam hitungan menit. Yang ia tahu ia sangat senang akan perubahan dalam diri Rafael yang seolah menginginkan Diana.


Diana tak perlu lagi malu- malu menyebutkan nama Rafael dalam pelepasan wanita itu. Dan yang paling membahagiakan wanita itu adalah; Rafael yang memeluknya setelah mendapatkan pelepasan di tubuh Diana. Bahkan di sisa kesadarannya- Diana yakin jika Rafael mengatakan jika ia juga menyukai wanita itu.


🍂🍂🍂🍂


Di lain tempat Alex sedang mengintai geng yang katanya terlibat oat- obatan terlarang. Tampak wajah pria itu sedang kesal.


Seharusnya ia akan mengintai dengan saudara kembarnya itu, namun, entah ada angin apa hingga Alice memilih menemai Mick di perusahaannya sementara Bram juga sedang di LN karena perusahan Alana akan melebarkan sayapnya dan membuka cabang di sana. Emma juga tak bisa ia mintai tolong karena sedang ada mata kuliah tambahan. Jadi berakhirlah Alex mengintai bersama dengan Anna.


Meski pria itu tahu Anna sudah di ajari Beladiri namun tetap saja ia takut tak bisa melaksanakan misi yang di berikan Mick kepadanya ini. Di satu sisi ia harus melawan para geng motor yang jumlahnya puluhan tak mungkin di sisi lain ia masih harus berusaha melindungi wanita muda itu.


💜💜💜💜


suka ga?


maaf upnya dikit 🙏


hbs sembuh malah tumbang lagi gara2 kehujanan nie


baru bisa megang karya yang satu ini.


soalnya author fokus ke karya author yang turun level gara2 jarang update karena sakit😢

__ADS_1


harap maklum


__ADS_2