
Suatu sore ketika semua Nathan sedang berkumpul.
“ kemana Aunt Kyara, Uncle.” ucap Diana- keponakan Nathan.
“ ia sedang dirumah.” ucap Nathan asal.
“ kayanya, aku sudah lama tidak melihatnya, ya?” tanya Enny.
“ ya, lha gimana lagi aku ada janji dengan kakaknya.” ucap Nath menyeruput teh hangat di rumah kakak perempuannya itu.
“ janji?” tanya Enny.
Lalu mengalurlah cerita awal Nath mengunjungi rumah Kyara dan di tantang oleh Mick- kakak tiri Kyara hingga janji antara Nathan dengan Mick.
“ dan setelah tiga bulan akhirnya kau tak bisa memenuhi tantangan tersebut?” tanya Enny.
“ ya, gimana lagi, jangka waktu 3 bulan itu cepat sekali.” ucap Nathan berkilah.
“ sebenarnya waktu 3 bulan bukan waktu yang singkat kalau kamu bisa bikin plaining, semua di rinci dulu sedemikian rupa. Beli bahan, beli alat nyari pegawai baru tanya- tanya daerah yang bisa di jadiin gudang. Bukan semua cuma di pikir gampangnya ajah, terus di tinggal main.” ucap Enny menyepelekan.
__ADS_1
“ main gimana?” heran Nathan tak terima.
“ dipikir aku ga tau apa? Cendikya. Trus uangnya malah kamu pake buat beli yang ga ada hubungannya sama kerjaan kamu.” ucap Enny.
“ aku cuma pake buat beli kendaraan.” ucap Nathan berkilah.
“ terus handphone yang kamu bawa itu?” ucap Enny menunjuk handphone baru Nath. Nath tak bisa berkilah.
“ ga heran kamu belum bisa sukses, Nath. Kamu di beri amanat, sebisa mungkin kamu menggunakan amanat itu. Bukan malah menyepelekan amanat itu. Harusnya kamu fokus pada satu tujuanmu itu. Jika sudah begini, jangan heran jika kau malah kehilangan Kyara.” ucap Enny mengingatkan.
“ kamu mendoakan aku pisah dengan Kyara?” ucap Nath geram.
“ baru di ingetin saja sudah tidak bisa nahan emosi.” ucap Enny pasrah.
“ jika kamu tak mau kehilangan Kyara seharusnya kamu jangan menerima tantangan itu.” ucap enny hati- hati.
“ tapi aku tidak bisa kehilangan kesempatan yang ada di depan mata.” ucap Nathan kembali meninggikan suaranya.
“ jika kamu tak mau kehilangan kesempatan di depan mata, kamu harus memantapkan hatimu, jangan gampang goyah. Kamu bilang alasanmu adalah tanah yang susah di cari, padahal di sekitar sini masih banyak tanah kosong dengan halaman yang luas.” ucap Enny.
__ADS_1
“ tapi itu baru tanah kosong, butuh waktu jika ingin membangunnya menjadi gudang.” ucap Nathan berkilah.
“ cuma sementara, seharusnya yang penting kamu membelinya dulu sembari membangunnya sedikit demi sedikit dan sementara kau bisa memasang terpal, yang penting alat dan bahan mu bisa masuk dan kau gunakan.” mendengar penjelasan dari kakaknya Enny- Nath hanya terdiam.
“ sementara, kau malah menggunakan uangmu hanya untuk membeli keperluanmu, membayar hutangmu dan hal tak penting lainnya. Harusnya kamu memantapkan dirimu jika kamu bisa dan kamu mampu maka halangan apapun takkan menjadi alasanmu untuk berkembang. Sesungguhnya tak ada seorang pun tak bisa hanya ada orang malas dan alasanlah penghalangnya.” ucapan Enny lantas membuat Nathan benar- benar tersudutkan.
Karena keputusan nya, ia harus kehilangan Kyara. Antara harus merelakan atau kehilangan.
Tak mungkin juga mengembalikan uang yang di pakai, uang 200 juta sangat banyak dan entah bagaimana uang itu telah terpakai cukup banyak hingga Nathan sendiri tak yakin bisa mengembalikannya secara utuh. Belum lagi bagaimana pandangan Mick- kakak tiri Kyara karena Nathan ternyata gagal menghadapi tantangan bahwa dirinya bisa sukses. Namun di dalam hatinya ia belum rela meninggalkan Kyara. Waktu 7 tahun bagi Nathan bukan waktu yang sebentar dan Nathan tak yakin bisa menemukan kembali wanita seperti Kyara yang menerimanya dan membantunya meski saat itu ia belum terlalu mengenal Nath.
0o0
maaf lama update nya.
author kehabisan ide nie. >_<
menurut kalian seruan mana nie?
ketahuan Nathan duluan atau keluarga Kyara- soal hubungan Kyara dengan Mick nie?
__ADS_1
tinggalin jejak berupa pendapat kalian ya
saran kalian sungguh berharga bagi Author agar semakin berkembang. juga agar cerita author semakin sempurna lho