My Police Is My Step Brother

My Police Is My Step Brother
s2 Emma dan Diana


__ADS_3

“ kau mau kemana sayang?” tanya Lily kepada anaknya.


“ kerja kelompok, ma.” ucap Emma dengan semangat.


“ kenapa kau tampak semangat? Apa ini ada hubungannya dengan dosen yang akan mengajarmu?” tanya Lily.


“ tentu saja, mama juga mau kemana? Tumben rapi sekali.” ucap Emma.


“ mama mau ketemu sama sahabat mama.” ucap Lily.


“ siapa ma? Laki- laki, ya? Mama mau selingkuh ya?” ucap Emma terkejut.


“ siapa juga yang mau selingkuh? Mama mau ke tempat Aunt Kyara.” ucap Lily memakai sepatu.


“ ooo, titip salam buat Bram juga Alex dan Alice ya, aku pergi dulu, ma.” ucap Emma keluar dari masion Gabe.


“ bye bye honey.” ucap Lily melambaikan tangan kepada putri kandungnya tersebut.

__ADS_1


Emanuel Willis atau sering di panggil Emma ( 25) lahir beberapa bulan setelah Bram, sama seperti Lily ia sangat suka mengajar dan sebenarnya merupakan pribadi yang cerdas sama seperti Gabe. Namun hanya demi rela mengenal lebih dekat dengan dosen yang ia sukai ia rela berpura- pura menjadi gadis ceroboh hanya untuk bisa selalu berdekatan dengan Yudha yang merupakan dosen bagian disiplin yang juga di kenal dosen yang killer.


Meski terkenal Killer, entah mengapa Emma malah jatuh cinta pada sosok Yudha, tak heran meski memiliki kulit sawo matang, namun tubuh Yudha memang kekar dengan rambut ikal coklat keemasan, hidung yang tak terlalu mancung namun memiliki rahang yang tegas dan gagah dengan mata Hazel yang dapat menghinoptis seorang Emma.


Tentu saja tak hanya Emma yang terpesona akan ketampanan Yudha, hampir semua wanita selalu berusaha dekat dengan Yudha- tak heran, Yudha merupakan dosen muda di Universitas tempat Emma belajar.


 Bukan tanpa alasan Lily selalu khawatir akan Yudha. Selain Yudha yang dulu juga pernah menyukai Lily kenyataan lain nya adalah karena Lily tahu perlakuan yudha kepada Emma sedikit berbeda dengan perlakuan ke mahasiswi lainnya- Lily takut alasan mengapa Yudha membedakan Emma karena fakta jika Emma merupakan anak kandung dari seorang Lily.


‘ aku hanya bisa berdoa jika Yudha tak sungguh- sungguh membalas dendam kepada Emma, meski aku tahu Yudha takkan melukai anak itu tapi aku takut jika ia akan melukai perasaan Emma karena dulu aku pernah menolaknya.’ batin Lily yang melihat punggung anaknya yang mulai menjauh karena jalan yang mereka tempuh berbeda. Hingga tak menyadari ada seseorang di depannya yang mengarah ke arahnya dengan tergesa- gesa.


Bruk!! suara badan saling membentur terdengar keras.


“ tak apa Diana, apa kau sedang dalam perjalanan ke rumah sakit?” tanya Lily pada sosok Diana.


“ ya, aku harus membantu uncle Rafael.” ucap Diana dengan nafas memburu akibat berlari.


“ ayolah! Kau dan Rafael hanya terpaut umur 7 tahun.” ucap lily tak percaya anak tiri dari sahabatnya ini memanggil adik dari suaminya; uncle.

__ADS_1


“ tapi dia yang ingin di panggil seperti itu. Dia bilang karena dia adalah adik dari sahabat ayah tiriku.” ucap Diana menirukan gaya Rafael yang menyuruhnya memanggilnya Uncle.


“ terserah saja, bagaimana kabar Johan dan mama kalian? Apakah ayah tiri kalian mengganggu kalian? Biar aku saja yang akan menghajar dia sampai dia berbuat hal yang sama dengan ...” ucap Lily menggantung.


“ maaf.” ucap Lily meminta maaf karena telah menyinggung hal yang sensitive.


“ tidak apa, aunt. Aku dapat mengerti. Ayah simon sangat baik kepada kami dan yang pasti adalah ia mencintai mama ku dan menyayangi kami. Ayah kandung kami masih menanyakan juga keadaan kami dan mengatakan menyesal atas perbuatannya, meski kami tidak dapat bersama lagi tapi kenyataannya biar bagaimana pun ia adalah ayah kandung kami.” ucap Diana. Sungguh apa yang ia alami membuatnya kuat dan dewasa sebelum waktunya dan di saat dewasa ia tampak lebih tegar dan kuat melebihi wanita seusianya.


Kini usia Diana 37 tahun dan sesuai perjanjiannya dengan Gabe, kini ia tak lagi menjadi anak asuh dari Gabe. Meski Gabe sendiri tak pernah meminta Diana maupun Enny mengembalikan apa yang sudah pria itu keluarkan untuk mereka, namun keengganan tetap ada di dalam diri mereka. Sehingga ketika Diana dewasa- wanita yang tak lagi muda itu memutuskan untuk belajar menjadi seorang Dokter. Berharap dengan menjadi dokter membuat Diana dapat mengembalikan apa yang telah di keluarkan untuk keluarganya.


Namun, siapa yang menyangka jika tepat  3 tahun ia resmi menjadi dokter ia di pindah tugaskan ke rumah sakit besar karena prestasinya, siap yang menyangka jika pemilik dari rumah sakit tempat Diana bekerja adalah milik  Rafael sendiri. Diana pikir pria itu sama gampangnya di ajak berteman sama seperti kedua saudara lainnya yang Diana kenal, namun siapa yang menyangka jika Rafael sangat berbeda dengan kedua saudara lainnya.


‘ kaku bagaikan Kanebo kering.’ batin Diana kesal. bagaimana tidak kesal? setelah di pindah tugaskan di rumah sakit milik Rafael- pria itu tak memberi kesempatan untuk Diana mengoperasi dan hanya menjadi asisten pribadi pria itu.


0o0


hai hai hai

__ADS_1


ada yang kangen author up ga?


yuk koment di bawah ramein karya author yan biar karya author ga sepi- sepi bat.


__ADS_2