
“Kenapa kau tak bekerja?” heran Kylie. Karena biasanya, Bram akan langsung pergi setelah sarapan dengan alasan bekerja.
“Aku sedang menunggu paket.” jawab Bram jujur.
“Paket?” heran Kylie.
“Ya.”
“Kau bisa langsung bekerja, Bram. jika paket itu sampai, aku yang akan menyimpan itu untukmu.”
“Tidak! Aku tak ingin kau melihat isi paket itu.”
‘ bisa malu aku nanti, jika Kylie sampai tahu aku meminta penguat rahim.’ batin Bram.
“Apakah itu dari wanita?”
“Ya?” ucap Bram dengan smirk smile nya, ia pikir istrinya kembali menunjukkan rasa cemburunya. Entah mengapa, Bram jadi menyukai saat- saat istrinya itu cemburu dan bukan acuh kepadanya.
“Oke.” Ucap Kylie memilih kembali ke dapur dan melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya. Karena, semenjak perusahaan Catherine di pindah namakan atas nama Alana-memang Kylie memilih menjadi istri rumah tangga.
Sekali lagi, Bram hanya menatap kepergian istrinya itu. Padahal, Bram yakin jika Kylie akan cemburu, namun sekali lagi- bukan kecemburuan yang di tunjukkan istrinya. Bram kembali menemukan perasaan tidak suka di hatinya akan sikap acuh istrinya.
Namun, pria itu berusaha mengenyahkan kembali perasaan yang menganjal di hatinya itu dan Bram memilih melihat ke luar jendela, menunggu paket yang di tunggunya datang.
__ADS_1
🎁🎁🎁
“ paket.” suara itu bagaikan angin surga bagi Bram. Meski pengantar paket itu bukanlah wanita, apalagi suaranya yang sebenarnya tidak merdu sama sekali. Namun kata paket lah yang sudah sedari tadi di tunggu Bram- akhirnya terdengar juga.
Setelah memastikan jika paket yang datang itu dari Gabriel, Bram segera membuka paket yang diterimanya di kamar dan segera membuang pil Kb milik Kylie- mengganti semua pill itu menjadi vitamin yang di berikan Gabriel ke tempat Kylie menyimpan pill Kb itu- setelah sebelumnya mengganti sampul vitamin itu agar tersamar seperti seolah yang di minum Kylie adalah pil Kb.
Mungkin, Bram terlalu tinggi hati untuk menyuruh istrinya menghentikan pil kb itu sehingga memilih menyamarkan pil itu dengan vitamin dan meletakkannya vitamin yang di samarkan itu dan mengembaliknya ke tempat semula.
Setelah rapi, Bram kembali menyusul istrinya yang tengah memasak di dapur.
Karena Kylie hanya istri rumah tangga, Kylie jarang sekali menggunakan pakaian yang mewah, namun, Kylie juga bukan tipe orang yang suka menggunakan baju tidur seperti daster ataupun piyama. Dan, Kylie bukanlah tipe orang yang tahan panas, sehingga, Kylie lebih sering terlihat menggunakan tangtop yang memperlihatkan pundaknya yang tegap.
Bram meneguk saliva nya, padahal, istrinya itu tak pernah memakai linggerin sexy- seperti yang di lakukan teman one night stand milik Bram, namun tubuh istrinya itu tetap membuat Bram bergairah. Tak heran, tubuh Kylie cukup menggoda bagi semua pria. Dengan dada yang besar dan pantat yang bulat. Seingat Bram, dulu perut Kylie juga sedikit gendut- namun itu tak menyurutkan pesona wanita itu, apalagi- beberapa hari ini, Bram merasa tubuh istrinya sedikit mengurus.
“ Bram?” heran Kylie. Bram hanya menunjukkan smirk smile nya.
“ paket yang kau tunggu sudah datang?” heran Kylie. Namun Bram tak menjawabnya dan memilih ******* bibir sexy Kylie.
“ Bram, aku sedang masak.” ucap Kylie sedikit meronta. Sekali lagi, Bram memilih mematikan api kompornya dan mengukung istrinya itu di meja dapur.
” Bram!” erang Kylie.
“ kenapa? Kau tak mau?” heran Bram.
__ADS_1
“ ke.., kemarin kan sudah?” elak Kylie dengan nafas terengah- engah.
“ aku ingin lagi, salah?” ucap Bram dengan suara yang memberat.
Kylie terdiam, menolakpun tak mungkin bisa jika suaminya sedang di liputi gairah seperti ini.
🌸🌸🌸
“ ?” Kylie merasa ada yang aneh dengan pil Kb yang di minumnya, rasanya manis seperti Vitamin.
Ia membolak balikkan pil Kb yang di pegangnya. Ia yakin rasanya seharusnya pahit, namun mengapa pil Kb yang di minumnya ini rasanya seperti buah?
“ kenapa?” heran Bram.
“ seingatku, Pil Kb yang selalu kuminum ini seharusnya pahit.” ucapan Kylie membuat Bram hampir saja tersedak.
“ mungkin karena kau baru saja merasakan bibirku yang manis.” ucap Bram mengalihkan. Ucapan Bram membuat Kylie mengendikkan bahu.
Kylie memilih untuk berbaring di kasur ukuran double bed nya. Bram tersenyum lalu memilih mengelus perut Kylie sebentar sebelum akhirnya berangkat bekerja.
Kylie menatap pintu dimana Bram keluar.
“ seandainya kau mencintaiku, Bram. Mungkin aku akan selamanya berpura- pura bodoh- mengira vitamin ini benar- benar hanyalah pil Kb biasa.” ucap Kylie lirih.
__ADS_1
‘ sayangnya, kondisiku sekarang tak bisa mengandung, Bram. Bukannya aku tak ingin mengandung anakmu. Aku juga ingin menjadi wanita sempurna. Mengandung dan melahirkan sebuah kehidupan baru.’ isak Kylie.