
Tampak Mick mengarahkan mobilnya menuju sel tahanan, sebelumnya Mick sudah mengatakan kepada anak buahnya untuk menggunakan sel tahanan isolasi yang di khususkan untuk mengitrogras narapidana kelas berat.
“ dimana ini?” heran Enny juga Nath.
“ ini? Ini sel isolasi yang biasanya di gunakan untuk mengintrogasi tawanan dengan pidana yang cukup berat.” ungkap Mick pada sel tahanan yang memiliki jendela kaca satu arah, kita bisa melihat kedalam namun orang di dalam tidak bisa melihat luar.
“ apa yang kita lakukan disini?” heran Nath.
“ lihat saja.” ucap Gabe masuk ke ruangan di mana Indra terbaring.
Gabe mengeluarkan kertas kuning berisikan kanji china dengan tinta merah. Dan Wufh tiba- tiba kertas itu terbakar oleh api hitam.
“ Hei tangan mu terbakar.” ucap Enny.
“ tenang lah, berbeda dengan api biasa, api hitam ini tidak bisa melukai manusia namun bisa menghanguskan roh halus, jika orang itu terbakar itu berarti ia memang di ikuti roh halus namun kau tak usah khawatir api ini tak akan bisa sama sekali melukai manusia.” ungkap Gabe lalu dengan segera menekan tubuh Indra. Tampak api hitam itu mengelilingi Indra.
“ aku bilang juga apa, dia di guna- guna I.” ucap Nath.
“ tenang lah, tunggu dia sadar dan lihat apa yang akan terjadi, aku harap kau menerima keputusan apapun itu. Dan tenanglah meski ini hanya sandiwara aku benar- benar akan membiayai anak- anak mu sampai mereka dewasa dan mandiri, jika hasilnya sebaliknya dan suami mu sadar, aku tetap akan membiayai kalian namun hanya berupa sembako dan kebutuhan sekolah juga pendidikan mereka, saat anak- anak lebih mandiri juga dewasa aku sudah akan lepas tanggung jawab karena masih banyak anak lain yang membutuhkan bantuanku.” ucap Gabe setelah api hitam itu mati.
“ sekarang kita ke tempat perempuan itu.” ucap Mick membuka pintu dan membiarkan Indra terbaring di kasur yang disediakan.
***
“ kenapa wanita itu di kekang?” heran Nath juga Enny karena melihat Dyah tangan juga kakinya di ikat dengan rantai besi di bed khusus orang gila.
“ berbeda dengan orang yang di guna- guna, biasanya pemakai ilmu hitam hasilnya akan berbeda. Reaksinya akan lebih seperti kesetanan karena mereka ibarat bersatu dengan ilmu hitam itu.” ungkap Gabe.
“ kalian menjauhlah, takutnya jika rantai besi itu terlepas dan malah menyerang kalian.” ungkap Mick mundur meninggalkan orang- orang.
__ADS_1
“ Kyara, ayo kita menyingkir.” ucap Enny juga Nath.
“ biarkan saja, ia akan membantuku disini.” ucap gabe.
Dan di saat yang lain sudah menghindar, Gabe melakukan apa yang di lakukan seperti kepada Indra, hanya reaksinya seperti apa yang telah di katakan sebelumnya.
“KHIEKS.” suara wanita itu berteriak layaknya kesetanan. Dari mata sebelah kirinya tampak sebuah benang layaynya rambut dan seketika wanita itu berontak seolah tak ingin benda itu keluar dari tubuhnya.
“ Bruk!!” suara benturan berasal dari Meja tempat Dyah berbaring. Yah karena wanita itu terus berontak, Kyara menekan kepala wanita itu kembali agar tidak berontak. Waktu berlangsung cukup lama hingga sang wanita itu kembali tenang dan susuk berupa rambut itu berhasil di keluarkan dan langsung di hanguskan oleh Gabe.
***
“ sudah aku duga Mas Indra itu pasti di guna- guna.” ungkap Nath setelah Api hitam telah berhenti dan Gabe dapat menarik sulur hitam seperti rambut yang terus meliuk itu.
“ ngomong- ngomong tadi kalian kemana?” heran Kyara.
“ kami? Kami ke tempat suaminya.” ucap Gabe juga Mick. Yang di maksud suami disini adalah Suami dari Dyah, karena memang wanita itu memang masih memiliki suami bahkan juga memiliki kedua anak yang telah beranjak remaja.
“ apa? Kenapa?” heran Enny juga Nath.
“ setelah kami selidiki kami mendapati jika wanita ini telah bersuami dan suaminya itu buta permanen.” ungkap Mick.
“lalu? Hubungannya apa?” heran Nath.
“ kami mendatangi suaminya mengaku jika kami dari aktivis sosial dan mengatakan akan membiayai pendonoran mata juga operasinya dari suami wanita itu.” ungkap Mick.
“ apa? Kenapa?” heran Enny juga Nath.
“ kami ingin melihat apa wanita itu sadar atau tidak, jika sadar kami tidak akan menindak lanjuti secara lanjut, dan kita anggap clear. Setelah semua ini ada kemungkinan ia takkan mungkin berani mengganggu kalian lagi.” ungkap Mick.
__ADS_1
“ tapi jika tidak?” ucap Enny.
“ saat kami mendatanginya kami telah memasang CCTV super mini yang langsung merekam gerak gerik nya secara langsung, jika ia sampai menggila dan benar- benar mengira jika matanya telah di tukar ke suami nya, itu bisa menjadi bukti untuk membawanya ke rumah sakit Jiwa dan mendekam dirinya di sana.” ucap Mick.
“ lalu apa yang akan kita lakukan pada kak Indra?” ucap Kyara.
“ kalian lihat saja.” ungkap Gabe masuk keruangan tempat Indra di sekap.
“ aku harap kau menerima apapun hasilnya.” ucap Mick.
“ jika ia benar- benar di guna- guna, setelah semua yang terjadi dia akan langsung mencarimu. Namun jika ia hanya mencari kekasihnya, suami mu tak lebih dari pria tidak berguna yang suka bermain perempuan.” ungkap Mick.
“ ugh!” suara serak khas orang baru bangun tidur.
“ kau sudah bangun?” ungkap Gabe yang membuat Indra kembali terjenggit kaget.
“ in.., ini dimana? Kau membawa ku kemana?” ungkap pria itu ketakutan. Gabe hanya diam mengambil sebungkus nicotine, mengambilnya sebatang, menyalakannya dan menghirupnya dalam, sebelum akhirnya menghembuskannya tepat di wajah Indra.
“ apa kau tahu? Kau tak berhak bertanya padaku, disini akulah yang berkuasa.” ungkap Gabe.
“ Kau…! kau bukankah aktivis sosial yang menjadi wali asuh anak- anak ku! Bagaimana bisa kau melakukan ini kepadaku? Kau menipu istriku, Hah! Apa yang kau lakukan padanya? Kemana anak- anakku?” ucap Indra ketakutan.
“ apa hak mu bertanya seperti itu? Pada akhirnya wanita itu hanya akan menjadi mantan istrimu. Begitupun anak- anakmu” ungkap Gabe masih menghisap rokoknya.
“ ak.., aku mungkin suami yang tak bertanggung jawab, namun aku bukanlah ayah yang akan melupakan anakku, ada yang namanya mantan suami juga mantan istri namun tak ada yang namanya mantan orang tua juga anak.” ungkap Indra berani.
melihat keberanian Indra Gabe hanya tersenyum. “Pergilah, istri dan anak mu menunggumu.” ucap Gabe. Indra yang bingung lalu pergi menuju pintu yang ada di ujung ruangan.
“ Ayah.” ucap Enny mengendong Johan dan menggandeng Diana. Entah dengan dorongan apa, Indra menemui wanita yang masih menjadi istrinya itu dan memeluknya erat seolah enggan kehilangan wanita yang selalu menemani harinya itu juga telah melahirkan anak- anaknya.
__ADS_1
-----0o0------