
Di lain tempat Alex sedang mengintai geng yang katanya terlibat obat- obatan terlarang. Tampak wajah pria itu sedang kesal.
Tak heran, seharusnya ia memang mengintai dengan saudara kembarnya itu, namun, entah ada angin apa hingga Alice memilih menemai Mick di perusahaannya, sementara Bram juga sedang di LN karena perusahan Alana akan melebarkan sayapnya dan membuka cabang di sana. Emma juga tak bisa ia mintai tolong karena sedang ada mata kuliah tambahan. Jadi berakhirlah Alex mengintai bersama dengan Anna.
Meski pria itu tahu Anna sudah di ajari Beladiri namun tetap saja ia takut tak bisa melaksanakan misi yang di berikan Mick kepadanya ini. Di satu sisi ia harus melawan para geng motor yang jumlahnya puluhan, tak mungkin di sisi lain ia masih harus berusaha melindungi wanita muda itu.
’ aku harus menyusun strategi dulu. Aku bisa saja menyuruh wanita ini sembunyi, tapi bagaimana jika nanti mereka tahu Anna dan malah menjadikan wanita itu sandra?” batin Alex berkutat dengan pikiran dan rencana nya- hingga tak sadar jika Anna sudah keluar dari tempat persembunyiaannya.
“ Hei! Kau mau kemana?” geram Alex. Namun kegeraman itu berubah menjadi keterkejutan kala para Geng itu sudah mengetahui Anna yang hendak menuju mereka.
“Siapa kau!” Geram salah satu para geng motor itu. Mungkin karena ini adalah markas mereka bertransaksi dan mereka menganggap orang luar seperti Anna tak bisa masuk sembarangan.
“Kau tak perlu tahu siapa aku!” Ucap Anna. Kelihatannya didikan Lily sungguh berhasil memuat Anna menjadi pandai bericara.
__ADS_1
‘Kenapa dia malah memanasi mereka!’ Geram Alex. Pria itu hendak keluar kala melihat para gengk motor itu hendak mengamuk. Namun pria itu sunguh terkejut melihat aksi Anna yang langsung mengambil tongkat di dekat kakinya dengan kakinya juga- menendangnya ke atas dan saat menangkapnya langsung wanita itu gunakan untuk menghajar para geng motor itu dengan serangan tarian tongkat.
‘ ia benar- benar menerima ajaran keluargaku dengan baik.’ batin Alex kagum. Ia lalu melihat sebuah alat yang bisa di jadikan senjata tersampir di pintu masuk markas mereka.
“ pakai ini.” ucap Alex memberi Anna tongkat Security.
Tongkat security? Ya, bagi sebagian orang, itu hanyalah tongkat mainan yang di anggap rremeh, namun di tangan yang tepat, itu adalah senjata mematikan sekaligus alat untuk melindungi diri.
Dan itulah yang di lakukan Anna. Menangkis serangan para genk motor itu dengan tongkat, dan memainkannya dengan meninju menggunakan tongkat itu, menjadikan tongkat untuk bertubi- tubi memukul para genk motor yang rata- rata adalah seorang Pria.
“ ANNA!” Anna yang paham akan maksud Alex langsung menuju Alex dan memegang tongkat itu dengan kuat sementara Alex memutarnya. Dan Alhasil, Anna bagai baling- baling yang menendang semua musuh yang tersisa. Dan saat semua pria telah tumbang, Anna melopat kebelakang, Alex dan menendang pria terakhir yang hanya terkena pukulan ringan.
“ kau hebat juga!” ucap Alex jujur.
__ADS_1
“ terima kasih.” ucap Anna. Alex hanya tersenyum mendengar kata- kata Anna.
🌸🌸🌸 di lain tempat🌸🌸🌸
Sinar matahari memaksa masuk dari celah tirai yang masih tertutup. Tampak jika Sinar matahari itu mengusik seorang wanita yang masih bergelung dalam selimut hangatnya. Tampak jika Emma menggeliat kecil dan perlahan membuka matanya. Dan hal pertama yang di lihatnya adalah; ada dada seorang pria di hadapannya.
Apakah ini dada papa Gabe? Apa ia secara tak sadar merangkak lagi ke kamar kedua orang tuanya? Seingat Emma, ia tak lagi melakukan kebisaan itu saat dirinya mulai menyukai Yudha. Apakah saat mulai menyerah mencintai pria itu- ia memulai kebiasaan lamanya lagi? Begitulah mungkin yang di pikirkan Emma, tampak jika jiwanya belum sepenuhnya kembali ke raganya.
“ aku bukan papa mu.” ucap seorang pria membuat kesadaran Emma kembali sepenuhnya. Ia menatap ke arah pemilik dada bidang itu dan mendapati jika pemilik dada bidang itu memang bukan milik papa nya, namun dosen yang selam ini selalu ada di hati Emma sekaligus yang membuat seorang Emma merasa sakit.
♥♥♥
suka ga?
__ADS_1
like am love love yang banyak ya klo klian suka 😆😆
penuhi beranda author dengan koment kalian😊😊😊😊