
Sinar matahari memaksa masuk dari celah tirai yang masih tertutup. Tampak jika Sinar matahari itu mengusik seorang wanita yang masih bergelung dalam selimut hangatnya.
Tampak jika Emma menggeliat kecil dan perlahan membuka matanya. Dan hal pertama yang di lihatnya adalah; ada dada seorang pria di hadapannya.
Apakah ini dada papa Gabe? Apa ia secara tak sadar merangkak lagi ke kamar kedua orang tuanya? Seingat Emma, ia tak lagi melakukan kebisaan itu saat dirinya mulai menyukai Yudha. Apakah saat mulai menyerah mencintai pria itu- ia memulai kebiasaan lamanya lagi? Begitulah mungkin yang di pikirkan Emma, tampak jika jiwanya belum sepenuhnya kembali ke raganya.
“ aku bukan papa mu.” ucap seorang pria membuat kesadaran Emma kembali sepenuhnya. Ia menatap ke arah pemilik dada bidang itu dan mendapati jika pemilik dada bidang itu memang bukan milik papa nya, namun dosen yang selama ini selalu ada di hati Emma sekaligus yang membuat seorang Emma merasa sakit.
Ya, pemilik dada bidang itu adalah milik Yudha Pradana, pria Indonesia yang juga merupakan pria yang pernah singgah di hati seorang Emma.
Emma lalu menatap ke seluruh ruangan. Ia tertidur di ruangan yang bukanlah kamar yang biasa Emma tempati, atau kamar kedua orang tuanya- bahkan Emma meyakini jika dirinya hanya tidur di kasur double bed dan bukan kasur Quenn size miliknya. Namun yang jadi perhatian Emma adalah; tubuh Emma yang polos hanya tertutup selimut begitupun dengan Yudha.
“ Hah!” pekik Emma setelah sadar apa yang terjadi. Tanpa sadar, ia memundurkan tubuhnya hingga terjatuh ke karpet di lantai ruangan Yudha.
__ADS_1
“ kau tak apa?” tanya Yudha beranjak dari kasurnya dan menuju ke arah Emma. Emma semakin terkejut karena melihat bentuk tubuh dosen sekaligus pria yang di sukai di hadapannya- tanpa menggenakan sehelai benang pun.
“ aku.., aku tak apa. Aku hanya mau buang air kecil.” ucap Emma menolak uluran tangan Yudha.
“ oh? Setelah keluar dari kamar ini- ke kanan toilet, ke kiri kamar mandi.” ucap Yudha.
Emma ingin beranjak meninggalkan Yudha, namun ia merasakan nyeri yang amat sangat di bagian miliknya.
“ apa kau mau ku gendong? Pasti milikmu masih terasa sakit.” ucap Yudah yang melihat Emma tertatih- tatih.
*
Emma menatap daerah kewanitannya. Tampak dengan jelas darah yang mengering yang di yakini Emma adalah darah pertamanya dan beberapa yang Emma yakini adalah pelepasan mlik Yudha yang telah mengering.
__ADS_1
‘ bagaimana ini bisa terjadi?’ batin Emma mencoba mengingat awal mula semua ini bisa terjadi.
Benar, setelah mengadakan ujian dadakan- Yudha menghubungi Emma dan mengatakan jika Emma menyontek- hingga nilai ujian dadakan yang selama ini selalu jelek bisa mendapatkan nilai sempurna. Emma yang tak terima kata- kata Yudha menerima ajakan Yudha untuk melakukan ujian pribadi di rumah dosen itu.
‘ seingatku setelah melakukan ujian itu aku memang di beri minum berakohol. Tapi aku tak mungkin mabukkan? Aku mewarisi bakat minum mama dan memiliki ketahanan terhadap perangsang seperti yang selalu di ajarkan papa.’ batin Emma.
‘ lagi pula, untuk apa dosenku itu memberi perangsang padaku? Ia bahkan tak menyukaiku.’ Batin Emma memilih membersihkan tubuhnya.
♥♥♥
like
coment
__ADS_1
dan love nya.
buat yang heran bagaimana ceritanya Emma bisa bersama dosen kesayangannya di satu selimut akan di ceritakan setelah bab ini dalam pov Yudha lho stay terus ya😊😊😊