
Alice sangat senang ketika mengetahui kakak kembarnya tidak pulang malam ini. Itu berarti malam ini ada kemungkinan ia menginap bersama Anna.
Saking senangnya,ia sampai menelpon Bram untuk berterima kasih pada ide hebat istrinya. Atau bisa di bilang sekarang iparnya.
...“ Hallo.” Alice melakukan video call....
...“ ada apa?” tanya Bram panik....
...“ wait? Kenapa kau kelihatan panik seperti itu, Bram?” heran Alice....
...“ Kylie! Istriku...” ucap Bram panik....
...“ ada apa dengan istrimu?” heran Alice....
...“ dia pingsan saat di kamar mandi, beruntung uncle Rafael kebetulan sedang di rumah sakit ini.” ucap Bram hampir terisak....
...“ apa? Bukankah seharusnya istrimu sudah membaik? Para uncle sendiri yang merawat Kylie dan mengatakan keadaannya sudah membaik.” heran Alice yang sudah tahu kondisi Kylie dari Kyara dan Gabriel....
...“ aku juga tidak tahu! Para uncle mengatakan jika sel kanker itu seharusnya sudah musnah dari tubuh istriku- namun pagi tadi istriku lemas dan tidak nafsu makan. Ia mengatakan ingin buang air, namun entah mengapa malah terduduk lemas di kamar mandi. Aku takut, Alice! Aku takut! Bagaimana jika aku kehilangan istriku?” isak Bram....
...“ wait! Lemas? tidak nafsu makan? Apa ia juga suka tiba- tiba ingin makan sesuatu?” tanya Alice....
...“ iya! Alice! Aku sudah terlanjur mencintai istriku.., aku tidak mau kehilangan istriku.” isak Bram....
“ kau tenanglah! Kau ini seorang pria dan kau malah menangis di sini?” tanya sebuah suara yang keluar dari ruang periksa.
“ uncle El? Bagaimana keadaan istriku? Dia.., dia..” ucap Bram mengantung, tenggorokannya seolah tercekat dan susah berkata- kata apa lagi membayangkan atas apa yang terjadi pada istrinya.
“ istrimu tidak apa- apa.” ucap Rafael.
“ apanya yang tidak apa- apa? Dia terduduk lemas tadi di kamar mandi.” geram Bram.
“ Bram! Tenanglah! untuk lebih pastinya kita ke bagian Obygn.” ucap Rafael akhirnya.
“ Obygn?” heran Bram.
“ ya, ada kemungkinan istrimu hamil. Aku ingat jika kau meminta vitamin penguat rahim pada Gabe. Dan memang, operasi pengangkatan sel cancer itu tidak merusak bagian tubuh apapun dan mengganggu rahim istrimu, sehingga janin itu berkembang dengan baik di tubuh istrimu. Aku bukan dokter di bagian kehamilan- namun, jika aku tidak salah prediksi- usia kehamilannya sekitar 12- 13 minggu.” ucap Rafael.
” ap.., apa itu benar? Kylie hamil? Istriku hamil?” tanya Bram tidak percaya.
__ADS_1
“ ya, selamat kau akan menjadi seorang ayah dan kondisi istrimu sudah sehat sepenuhnya. Aku akan mengambil kursi roda untuk mengantar istrimu ke bagian Obygn.” ungkap Rafael menepuk bahu Bram.
...“ a.., Alice? Kau masih di sana?” tanya Bram....
...“ ya, aku masih di sini. Selamat brother, kau akan menjadi seorang ayah sekarang.” ucap Alice....
“ ya.” ucap Bram hanya menangis. Ia lalu mematikan sambungan telephone nya untuk menemui istrinya.
“ Kylie!” panggil Bram.
“ kau sudah dengar Bram? Aku hamil. Ada bayi di tubuhku.” ucap Kylie mulai menangis haru.
“ ya, aku tahu, Kylie. Kita akan segera menjadi orang tua.” ucap Bram mencium tangan Kylie.
“ dan kita tak menyangka sebentar lagi akan menjadi seorang nenek dan kakek.” ucap sebuah suara.
“ mom? Dad?” heran Bram karena Nick dan Alan bisa berada di sana.
“ ya, setelah mendengar Kylie tiba- tiba pingsan mommy ini khawatir akan terjadi apa- apa pada menantunya.., sehingga daddy di paksa langsung kemari.” ungkap Nick.
“ Nick!” geram Alana.
“ sudahlah! Kylie. Anakku. Aku sangat senang karena kau mengandung sayang.” ucap Alana menangkup tangan Kylie.
“ mommy.” ucap Kylie sangat senang dan terharu.
“ mommy, kau tidak memberi selamat atas usahaku sehingga berhasil membuat calon baby kami di tubuh Kylie.” canda Bram.
“ kau ini. Ayah dan anak sama saja.” kesal Alana.
“ jika tidak sama bukankah mencurigakan? Iya kan dad?” canda Bram.
“ that’s right, my son.” timpal Nick.
Rafael hanya bisa tersenyum melihat keluarga nya yang kompak ini. Entah bagaimana ia menjadi rindu pada istri kecilnya.
* suara ringtone handphone*
Aaa., baru saja Rafael memikirkan istri kecilnya, istri kecilnya sudah menelphone. Mereka memang sehati.
__ADS_1
...“ apa kau merindukan aku?” goda Rafael....
...“ dokter El yang dingin ternyata bisa menggoda juga, hem?” balas Diana....
...“ ya, siapa yang menyangka jika adik kita yang dingin ini bisa menggoda manusia sekarang.” jawab suara lain....
...“ kau bersama dengan Gabriel?” tanya Rafael tidak suka....
...“ tenang saja. Aku juga bersama dengan Emma dan aunt Lily. Kebetulan kita bertemu di bagian Obygn.” ucap Diana....
...“ bagian Obygn? Bukankah kau tidak ada jadwal praktek disana?” heran Rafael....
...“ ya, meski aku seorang dokter, aku membutuhkan orang lain untuk memeriksa ku kan?” ucap Diana. ...
...“ kau sakit? Kenapa tidak menungguku pulang? Aku bisa memeriksamu. Apa sakitmu parah?” heran Rafael....
“ kau benar- benar bodoh. Istrimu ini hamil- bersamaan dengan anakku yang juga hamil. Itu sebabnya kita bisa bersama- sama bertemu di bagian Obygn.” ucap Gabriel menjawab Rafael.
“ Apa? Bagamana ketiga orang ini hamil di saat bersamaan? Kalian janjian buatnya?” heran Rafael.
...“ kenapa tanya padaku? Tanyalah drimu sendiri! Yang hamil adalah istrimu! Dan apa maksudmu tiga?” heran Gabriel....
...“ Kylie- istri Bram juga hamil.” jawab Rafael....
...“ sungguh? Kurasa akan komplit jika Alice juga hamil.” kekeh Gabriel....
...“ jangan lupakan Anna. Aku dengar sekarang ia menginap dengan Alex.” timpal Lily....
...“ oo, kau benar! Kita akan kompak menjadi kakek dan nenek.” ucap Gabriel tertawa....
...“ aku masih menjadi ayah- belum menjadi kakek!” jawab Rafael. ...
*
sementara itu di lain tempat.
Hatsyi!! suara bersin memenuhi ruangan.
“ apa kau masuk angin?” tanya Anna.
__ADS_1
“ aku merasa ada yang membicarakan kita.” jawab Alex.