My Police Is My Step Brother

My Police Is My Step Brother
S2 kehilangan


__ADS_3

Bram akhirnya jalan tertatih- tatih menuju apartment nya. Ia tak tahu mengapa ia merasa begitu lelah. Begitu kehilangan. Ia tahu, jika kembali ke apartment nya pun takkan ada istrinya yang sedang menunggunya. Namun kakinya tetap melangkah ke arah apartment miliknya dimana ia biasa tinggal dengan Kylie.


“ selamat malam, Tn.” ungkap salah seorang penjaga yang sedang patroli.


“ hem.” ucap Bram malas.


“ anda sudah menjenguk istri anda?” ucapan penjaga itu membuat Bram menghentikan langkahnya menuju lift.


“ apa? Kau tahu di mana istriku?” ucap Bram dengan tak sabar.


“Anda tidak tahu? ” heran penjaga tersebut.


Karena melihat wajah Bram yang terlihat lelah- penjaga tersebut mengira jika ia telah menemui istrinya. Melihat Bram hanya menggeleng para penjaga itu berpandangan sebelum akhirnya berucap;


“Saat saya sedang patroli malam, saya melihat istri anda menangis. Saya pikir ada masalah apa dengan nya atau mungkin dia sedang bertengkar dengan anda sehingga saya memilih untuk tidak menyapanya. Namun tepat beberapa langkah, saya menemukan istri anda yang tiba- tiba pingsan.” ucap penjaga tersebut.


Bram terdiam. Benar, setelah semua tempat, satu- satunya yang belum Bram cari hanyalah rumah sakit. Itu adalah satu- satunya yang tak terpikirkan di benak Bram karena istrinya itu takut rumah sakit. Karena itu mengingatkan dirinya akan kematian ibu dan ayah dari Kylie.

__ADS_1


“ apa.., apa anda tahu dimana istri saya di rawat?”


“ kurasa di rumah sakit XX.” Bram terdiam, ia tahu dimana rumah sakit XX karena itu adalah cabang rumah sakit milik Rafael. ‘Jadi selama ini keluargaku tahu dimana Kylie?’ batin Bram.


Setelah berterima kasih, Bram lalu segera ke rumah sakit yang ternyata juga ada di kota yang sama dengan apartment milik Bram juga Kylie.


Setelah sampai dirumah sakit itu, Bram tampak seperti orang linglung. Mengetahui jika istrinya berada di rumah sakit saja membuat Bram ketakutan. Takut? Ya, Bram mengakui jika dirinya khawatir pada istrinya.


“ apa anda tahu dimana Kylie Mahardika di rawat?” ucap Bram saat bertemu dengan suster dirumah sakit itu.


“ apa saya boleh tahu ia sakit apa?” heran suster itu.


“ begitu? Saya cek dulu di bagian pendataan.” Ucap suster itu terus menatap ke arah Bram.


Mungkin karena suster itu pernah menjadi teman one night stand Bram? Entahlah!


“Tidak ada yang namanya Kylie Mahardika disini Tn.” Ucap Suster itu.

__ADS_1


“Jangan berbohong! Jelas- jelas aku dapat kabar ia di bawa kerumah sakit ini.” geram Bram.


“Saya tidak berbohong.” ucap suster itu mulai emosi. Kelihatannya ia kesal saat mengetahui jika Bram sedang mencari seorang wanita yang ternyata adalah isrinya.


“Kylie! Coba cari nama itu!” ucap Bram berinisiatif.


“Ada lebih banyak nama Kylie tn. Apa anda mau mencari nya satu persatu?” ucap suster tersebut berusaha sabar. Bram menyugar rambutnya dengan gusar lalu teringat nama asli Kylie.


‘ siapa nama asli Kyle sebelum namanya berubah marga menjadi namaku?’ batin Bram berpikir.


‘ sial, aku tak mengingatnya!’ Gusar Bram sambil mengacak rambutnya.


‘ o, iya Aunt Chaterine! Kalau tak salah..'


“ apakah ada pasien bernama Kylie Stevan? Atau Kylie Bellen?” itu adalah nama keluarga Catherine juga Lucas.


Akhirnya suster tersebut memberikan ruangan dimana Kylie di rawat. Hati Bram semakin berdebar. Bukan karena berdebar karena akan bertemu lagi dengan istrinya namun karena ruangan yang sedang Bram tuju adalah;

__ADS_1


UGD!


__ADS_2