My Police Is My Step Brother

My Police Is My Step Brother
S2 menyerah


__ADS_3

Rafael sedang termenung di balik meja kerjanya, perkataan Diana terus terngiang di pikirannya. Alasan Rafael tak bisa mencintai Diana karena wanita itu adalah anak dari sahabat kakaknya memang terdengar konyol. Lalu.., apa sebenarnya alasan Rafael tak bisa menerima Diana?


Diana adalah wanita yang polos yang Rafael yakin jika keluarganya juga pasti akan menerima Diana sama seperti keluarganya menerima Kyara. Soal beladiri juga keluarga mereka juga bisa mengajari Diana dari nol sama seperti Mengajari Kyara ataupun Lily.


Di saat Rafael mencari alasan mengapa ia tak bisa menerima Diana- pria itu teringat akan kata- kata Diana yang bilang akan meminum obat penggugur S****a.


‘Dia tak akan meminumnya kan?’ batin Rafael mulai resah.


‘Ia adalah seorang dokter, tak mungkin tak tahu resiko dari meminum obat itu.’


Tapi...


‘ Tunggu! Aku berada di bawah pengaruh obat perangsang waktu itu. Apakah aku pakai pengaman waktu itu? Aku menumpahkannya di dalam tubuhnya atau di luar? Jika ia tak minum obat itu, bagaimana jika nanti ia hamil?’ Batin Rafael frustasi. Namun sebuah suara pintu dorong yang di buka membuat lamun Rafael buyar.

__ADS_1


“Kau sudah datang?” Tanya Rafael pada sosok diana.


“Ya.” Ucap Diana menyerahkan sebuah surat pada Rafael.


“Surat apa ini?” Heran Rafael, mata Rafael tertuju pada tulisan ‘ surat pengunduran diri’ yang di tulis Diana.


“Surat pengunduran diri? Kau yakin mau berhenti?” tanya Rafael menatap kearah Diana. Ia tahu alasan Diana menjadi seorang dokter. Tak mungkin hanya karena kejadian kemarin membuat wanita itu membuang apa yang telah ia tempuh selama ini.


“Lalu?” Heran Rafael, secara tiba- tiba ia tak suka jika Diana memanggilnya Uncle.


“Aku hanya berhenti menjadi asistenmu, aku tetap bekerja menjadi dokter di rumah sakit ini, tapi aku tak lagi bekerja menjadi asistenmu.” ucap Diana memilin tangannya.


“Katakan alasanmu.” Ucap Rafael.

__ADS_1


“Aku ingin menyerah soal perasaanku padamu. Jika aku terus berdekatan padamu aku tak yakin bisa melupakanmu, itu sebabnya aku mau mencoba berkenalan dengan teman- teman dokter sebayaku.” Ucap Diana menunduk. Sungguh seharusnya Diana melihat wajah Rafael yang tiba- tiba berubah kesal mendengar jika Diana akan mencoba mencintai pria lain.


Pria itu sendiri tak mengerti mengapa ia bisa merasa sekesal itu saat mendengar Diana yang menyerah padannya, ia bahkan menggertak kan giginya ketika mendengar jika wanita itu ingin mencintai pria lain. Namun ia tahu jika dirinya tak boleh egois. Ialah yang mengatakan tak bisa menerima Diana. Sehingga ia juga tak berhak melarang Diana mengejar pria lain. Namun Rafael tetap tak menyukai perasaan sesak didadanya.


Perasaan sesak yang bahkan tak dirasakannya ketika Kyara memutuskan menikah dengan Mick- kakak sepupunya. Namun saat mendengar jika wanita yang lebih muda 7 tahun ini ingin mencintai pria lain- entah mengapa rasa sesak itu terus datang memenuhi dada pria itu bahkan ketika Diana telah meningalkan ruangan Rafael sedari tadi.


**


Sementara itu di tempat berbeda, Emma kembali masuk kuliah. Bukan karena libur semestar yang telah berakhir. Namun karena dulu ia yang selalu sengaja membolos kuliah untuk mendapatkan tambahan pelajaran. Dulu ia selalu mencari kesempatan untuk hal ini namun kini entah mengapa Emma begitu menyesal sudah menyia- nyiakan SKS nya hanya untuk pria yang tak bisa menghargainya.


Di sisi lain, Yudha sudah menduga jika ia akan bertemu dengan Emma.


‘ sudah kuduga ia akan kembali mengejarku. Setelah pelajaran ini untuk kesekian kalinya ia akan menyatakan perasaanya padaku.’ batin Yudha tak merasa ada perbedaan dalam diri Emma. Padahal biasanya wanita itu akan terus menatap pria itu tanpa berkedip dan selalu melempar senyum. Kini wanita itu bukan hanya tak menatap Yudha namun senyum ramah yang selalu terlontar di bibir wanita itu tak lagi menghiasi wajah Emma seolah senyum itu telah mati di hati Emma.

__ADS_1


__ADS_2