
“ memangnya apa yang bisa kau lakukan? Kau ini Guy.” ucap Alana. Mendengarnya, tangan Nicholas tampak terkepal. Dan tanpa Alana duga, pria muda itu mulai mengukung Alana, mengukung kedua tangan Alana di sebelah kepala wanita yang umurnya lebih tua dari Nicolas tersebut.
“ apa yang bisa kulakukan? Aku bisa melakukan ini!” ucap Nicholas mulai memajukan wajahnya mendekat ke wajah Alana.
***
Mick mengajak Kyara untuk memeriksa akndungannya, karena beberapa waktu ini, Kyara merasakan mulas yang berkepanjangan. Pria itu takut jika Kyara akan melahirkan mundur jauh sebelum hitungan HPL mengingat jika Kyara akan melahirkan anak kembar. Dan tiba- tiba, Lily mengatakan akan menghadiri sebuah pesta kelulusan, karena memang Lily merupakan seorang pengajar.
‘ wajah masih anak- anak begitu, mengajar Remaja?’ batin Nicholas. Karena memang meski Nicholas akui jika tubuh Lily bagus, wajahnya memang terlihat sangat muda jauh dari umurnya saat ini- bahkan awalnya, Nicholas mengira jika ia seumur dengan Lily.
“ kenapa kau tidak ikut menemani sis Kyara?” tanya Nicholas pada Alana yang sedang bersidekap menonton TV dengan Nicholas.
“ aku memilih mengawasimu, aku takut kau akan mengambil koleksi barang Kyara, lalu menuduh aku atau Lily yang mengambilnya- atau buruknya meuduh Kyara lupa menaruh dimana.” ucap Alana.
“ kata- kata anda sungguh tajam.” ucap Nicholas memilih meninggalkan Alana, sejujurnya ia malu mengakui jika apa yang di ucapkan wanita itu benar.
Dulu, waktu pria itu masih sangat kecil, bukan hanya barang, Nicholas bahkan pernah kedapatan mengambil uang Kyara beberapa kali, namun karena di manja- Adam tak mempermasalahkan apa yang di lakukan Nicholas, hingga pria itu menjadi terbiasa mengambil uang saku Kyara yang tak seberapa- bahkan saat itu uang saku Nicholas saja terhitung lebih banyak dari Kyara. Jika ingin sesuatu saja- Kyara harus berpuasa hingga apa yang di ingini terbelinya, berbeda dengan Nicholas yang tinggal berkata pasti di kabulkan.
‘ tak heran jika sekarang kakak perempuanku itu kini hidup bercukupan dengan sahabat yang menyayanginya juga suami yang mencintainya, semua yang di relakan Kyara di masa lalu di ganti oleh Nya sendiri.’ batin Nicholas.
“ kau mau apa?” tanya Alana yang melihat Nicholas menuju dapur Kyara.
“ tentu saja masak, ini sudah siang dan kakak belum sempat meninggalkan makanan untuk kita.” ucap Nicholas bersiap mencari apa yag bisa di masak.
“ wow! Ini sebuah kejutan melihat kau masak.” uap Alana duduk di depan meja makan.
“ kau menyuruhku untuk tak memesan delivery lagi kan? Lagi pula dulu aku juga sering masak.” ucap Nicholas mengambil penggorengan.
“ benarkah?” tanya Alana, menyilangkan kedua lengannya di depan dadanya.
“ ya, bahkan kakak ku saja baru mulai masak setelah mama ku meninggal.” ucap Nicholas mencincang bahan- bahan untuk di masak.
*
Tak sampai 15 menit masakan ala Nicholas jadi.
“ keliahatannya lumayan juga.” puji Alana.
__ADS_1
“ kalau kau tak mau makan tak usah kau makan.” gerutu Nicholas.
“ kau tak memberi racu di makanan nya kan?” tanya Alana.
“ seharian kau terus mengawasiku, bagaimana bisa aku memberi racun ke masakan yang sama dengan yang aku makan.” ucap Nicholas tak terima.
“ oke.” ucap Alana menaikkan kedua bahu nya sebelum memakan masakan Nicholas. Tanpa sadar Alana membulatkan matanya lalu menatap Nicholas.
“ kenapa? Apa kau keracunan masakanku?” tany Nicholas jengah.
“ luar biasa, keluargamu ini berbakat memasak, ya?” tanya Alana.
“ berbakat? Keluargaku bahkan tak suka jika aku yang masak, aku terbiasa menambahkan bawang putih setengah matang kedalam segala masakanku.” ucap Nicholas menyuapkan masakan kemulutnya.
“ ternyata kau satu selera denganku, aku juga suka melakukannya.” ucap Alana dengan mulut yang penuh.
“ kau juga menyukainya?” tanya Nicholas, menatap Alana.
“ hem.” ucap Alana tersenyum. Nicholas membalas senyum Alana.
‘ berbincang dengan wanita ini ternyata asyik juga.’ batin Nicholas.
‘ melihatnya memiliki kesamaan denganku, harusnya aku mencoba meyakinkan Alana untuk membuat Kyara kesal- tapi kenapa aku tak melakukannya, ya?’ batin Nicholas.
‘ mungkin karena aku tahu jawabannya adalah tidak, ia sangat menyayangi kakak ku, yang ada malah ia akan mengadu nanti.’ batin Nicholas lagi.
Baru mau asik dengan lamunannya, ketukan membyarkan lamunan pria itu.
“ sis, Alana? Mau apa kau kemari? Mengawasiku lagi?” geram Nicholas.
“ kau ini sentimen sekali.” ucap Alana menepuk bahu Nicholas.
“ lalu?” tanya Nicholas.
“ kau bisa minum? Aku menemukan baran menarik di kulkas Mick.” ucap Alana memperlihatkan wine merah.
“ jangan sampai kau menawariku minum lalu menuduhku mengambil barang di kulkas kakak iparku.” ucap Nicholas mempersilahkan Alana masuk.
__ADS_1
“ kau ini sensitif sekali, aku hanya bercanda, oke. Aku tak suka minum sendiri, biasanya, Lily jga Kyara yang menemaniku.” ucap Alana duduk di kasur Nicholas.
“ kakakku bisa minum?” tanya Nicholas.
“ ia bukan hanya bisa minum namun juga sangat jago minum! Kau tahu, sebanyak apapun ia minum, wajahnya takkan terlihat memerah, bahkan di saat kami tumbang, kakakmu itu dapat berdiri tegak- mengambikan kami selimut, lalu kembali kekamarnya untuk beristirahat, sayang sekali ia sedang hamil, jadi aku tak bisa memintanya menemaniku minum lagi.” ucap Alana membuka botol wine.
‘ fakta yang tak terduga.’ batin Nicholas menegak wine yang di tuangkan Alana.
“ phew! Pedas sekali wine ini, memang seberapa besar alcohol yang terkandung di dalamnya?” ucap Nicholas terkejut.
“ erm...., 35%” ucap Alana melihat label Wine.
“ bukankah itu temasuk tinggi? Tubuh manusia hanya bisa menerima beberapa persen saja kandungan alcohol.” tanya Nicholas.
“ tenang saja, ini bukan alcohol kimia melainkan alcohol yang tercipta alami dari fermentasi, dan kau tahu? Yang aku ceritakan tadi- alcoholnya bahkan lebih tinggi, sekitar 40% dan kakak perempuanmu bahkan tak terlihat mabuk meski menegak beberapa botol wine yang sama.” ucap Alana.
” aku tidak mabuk, aku hanya bertanya berapa kadar alcohol di dalamnya.” ucap Nicholas meneguk kembali alcoholnya.
“ benarkah lalu apa ini? Wajahmu sangat memerah, boy.” ucap Alana tertawa sambil menunjuk pipi Nichols yang memerah.
“ hentikan itu!” bentak Nicholas menyentak tangan Alana.
“ atau apa?” tanya Alana menaruh kedua tangannya di sisi kiri dan kanan pinggangnya.
0o0
hai! hai! hai!
penulis amatir kembali lagi.
cuma mau ngingetin
karya author lagi di ikutin lomba menulis novel You are a Writer lho
jangan lupa dukung terus ya.
kalau ga mau dukung cukup ninggalin jejak berupa sarannya ya ^_^
__ADS_1
like dan love nya jangan lupa