My Police Is My Step Brother

My Police Is My Step Brother
S2 berubah?


__ADS_3

*** POV Yudha****


Yudha menatap ke arah kamar mandi dimana Emma sedang membersihkan dirinya. Ia hanya tersenyum mengingat apa yang sudah terjadi.


🌸🌸🌸


Saat itu, Yudha menghubungi Emma dengan alasan; jika pria itu mengira Emma menyontek.


Selama ini nilai ujian Emma yang selalu jelek bisa mendapatkan nilai sempurna, tak heran jika Yudha menjadi curiga dan dengan alasan itulah Yudha mengundang Emma untuk mengadakan ujian pribadi dirumahnya.


setelahnya, Emma yang memang sudah mengetahui dimana Yudha tinggal- pergi ke rumah pria itu. Begitu sampai, ia langsung di suruh mengulang semua ujian di hadapan pria itu.


Tak butuh waktu lama bagi Emma menjawab semua pertanyaan Yudha. Lagi dan lagi Yudha di buat takjub akan nilai sempurna yang di berikan Emma.


β€œ jika anda sudah yakin jika saya tak mencontek, saya akan langsung pamit, pak.” ucap Emma hendak pamit.


β€œAku akan mengantarmu.” Ucap Yudha.


β€œTak usah, pak.” tolak Emma.


β€œTapi kelihatannya sebentar lagi akan hujan.” ucap Yudha jujur.


β€œTak perlu, pak lagi pula itu kendaraan dinas, tak enak rasa jika di gunakan untuk kepentingan pribadi.” Ucapan Emma membuat Yudha terdiam, karena memang selama ini- alasan itulah yang selalu ia gunakan untuk menolak Emma kala wanita itu minta di antar pulang.


β€œKa..., kalau begitu kau bisa berteduh di sini dulu. Lihatlah! Awannya tampak mendung dan langit mulai gelap.” Ucap Yudha yang memang melihat langit di luar.


β€œTak perlu, pak. Saya tak ingin membuat pemandangan anda terganggu dengan adanya saya. Saya juga tak ingin merepotkan anda, pak.” Ucapan Emma sekali lagi membuat Yudha terdiam. Kata- kata yang di ucapkan Emma adalah kata- kata yang memang pernah di ucapkan Yudha kepada wanita itu. Kata- kata yang terlontar kala Yudha sedang stress akibat tugas yang menumpuk dan stress itu malah di lampiaskan pria itu ketika Emma kembali mendekatinya dan menggodanya.


Yudha bahkan masih ingat wajah Emma yang terkejut saat kata- kata itu terlontar dari mulut Yudha. Dan mungkin itulah penyebab Emma berubah.


Lamun Yudha buyar kala tiba- tiba hujan turun dengan derasnya kala Emma baru saja akan keluar dari rumah Yudha.


β€œ tu! Kau ini bodoh ya!” ucap Yudha yang langsung menarik Emma ke dalam rumahnya. Ia melihat Emma yang hanya terdiam saat mengetahui tubuhnya yang tiba- tiba basah- karena hujan yang datang tiba- tiba pula.


Secara reflek pria itu menarik tubuh wanita itu dan membuat tubuh pria itu terjatuh karena keseimbangannya yang goyah, bahkan Emma ikut terjatuh karenanya.


Melihatnya, Yudha lalu mencopot kemejanya dan memakainya untuk melap rambut Emma.


Namun tindakan Yudha terhenti saat menatap wajah Emma yang hanya diam dan tak memberi respon pada apa yang di lakukan Yudha.

__ADS_1


β€œ ganti baju lah, kurasa aku masih menyimpan kemeja adik perempuanku.” ucap Yudha beranjak kembali kekamarnya. Emma hanya menatap Yudha dari belakang dan mengikutinya.


β€œ ini.” ucap Yudha memberikan kemejanya untuk Emma.


β€œ gantilah di sini, aku akan memesan pizza dan beberapa minuman untukmu.” ucap Yudha meninggalkan Emma. Sekali lagi tampak jika wanita itu memilih diam dan menuruti Yudha lalu mengganti bajunya.


🌸🌸🌸


Setelah selesai menelpon- mungkin pengantar Pizza, Yudha lalu beralih membuatkan minuman.


Ting Tong! Suara Bell di bunyikan.


"Ya!" Ucap Yudha membuka pintu.


"Paket!" Ucap pria pengantar paket itu.


" Terima kasih, ini." Ucap Yudha memberikan uang untuk membayar barang yang di pesannya.


β€œ uangnya terlalu banyak, tuan." ucap pengantar paket itu setelah melihat begitu banyaknya uang yang di berikan Yudha kepadanya.


"Ambil saja sisanya." Ucap Yudha menutup pintunya. Dan Yudha yakin, pengantat paket yang tampak masih sekolah itu sangat senang akan tips yang di berikan Yudha.


" tunggu!" panggil Yudha.


" jangan kau gunakan uang itu untuk macam- macam!" ucap Yudha kembali menutup pintunya. Jiwa disiplin pria itu tetap melekat meski tidak lagi berada di suasana kampus. Bahkan pengantar paket itu saja bukanlah mahasiswanya.


🌸🌸🌸


Setelah membuka Paket itu, Yudha lalu berniat memberikan Pizza itu dan minuman ke pada Emma. Namun sekali lagi Yudha hanya terdiam melihat Emma yang memakai kemeja milik adiknya yang panjangnya hanya menutupi paha atas Emma.


β€œ apakah baju adikku kebesaran untukmu?” ucap Yudha meletakkan pizza dan memberikan minuman untuk Emma.


β€œ tidak, ini cukup.” ucap Emma menerima minuman yang di berikan Yudha dan memilih duduk sambil mengambil Pizza yang di berikan Yudha untuknya.


Yudha hanya diam sambil menatap Emma yang tengah meminum minuman yang di berikan Yudha.


Sake telur. Minuman khas Jepang yang cocok untuk menghangatkan badan.


"Emma." panggil Yudha setelah menimbang beberapa saat. Ada hal yang mengganjal di pikirannya dan ingin sekali di tanyakan pria itu.

__ADS_1


"Ya?" jawab Emma sekenanya.


"Apa kau tahu? Aku sungguh terkejut karena perubahanmu." Ucap Yudha- berbasa basi.


"Padahal dulu kau selalu mendapatkan nilai jelek. Itu sebabnya aku mengundangmu kemari karena nilai sempurna mu." lanjut Yudha.


"Begitu?"


" Ya. Kenapa kau bisa berubah sedrastis itu?"


"Mungkin... " ucap Emma menggantung, tampak tangannya memegang gelas yang di pangku di paha nya.


"Karena dulu aku begitu menyukai anda." Ucap Emma.


"Itu sebabnya kau selalu sengaja mendapatkan nilai Jelek?" Tanya Yudha.


"Ya. " ucap Emma jujur.


"Lalu kenapa sekarang..." ucap Yudha menggantung.


"Mungkin karena saya sudah menyerah akan anda." Ucapa Emma membuat Yudha terdiam.


Tampak jika pria itu membulatkan matanya karena terkejut akan kata- kata Emma. Namun tertutup oleh Gelas keramik berisi minuman yang sedang di minumnya.


"Mungkin saya yang terlalu tak sadar diri sehingga selalu menganggu anda. Maafkan saya." Sekali lagi Yudha memilih diam, namun jelas jika ia menggertakkan giginya dan memegang gelas dengan erat.


β€œ begitu? Habiskan minummu itu bagus untuk menghangatkan badanmu.” ucap Yudha.


Emma hanya menatap air dari cangkir itu. Lalu meminum air di dalamnya hingga habis.


β€œ!” Emma menyadari jika tubuhnya memanas dan reflek, ia menjatuhkan gelas itu dari tangannya, beruntung air di gelas itu sudah habis di minum Emma.


β€œ kau tak apa- apa?” tanya Yudha dengan tersenyum.


β€œ aku.., kurasa aku harus pulang.” ucap Emma yang menyadari ada yang aneh dengan tubuhnya.


"Kau tak lihat jika di luar masih hujan!" Cegah Yudha. Menarik tubuh Emma hingga wanita itu menubruk dada bidang Yudha.


"A.., aku merasa ada yang aneh dengan tubuhku! Aku harus pulang!" ucap Emma panik.

__ADS_1


Yudha yang sadar jika Emma bisa mengatasi pengaruh obat nya lalu menenangkan wanita itu.


"Kau hanya demam, duduklah lagi dan akan kubuatkan obat!" Ucap Yudha menuntun kembali Emma.


__ADS_2