My Police Is My Step Brother

My Police Is My Step Brother
perjalanan masih panjang


__ADS_3

“ rencana akan kita mulai besok jadi kalian bisa memuaskan makan kalian.” ungkap Mick setelah memasakkan makanan untuk mereka.


“ ia sangat pandai masak, kak, tenang saja masakannya pasti enak.” ungkap Kyara yang melihat ada keraguan saat Kak Enny hendak memakan masakan Mick.


“ makan lah yang banyak, perjalanan hidup mu masih panjang, pikirkan anakmu. jangan pikirkan suami yang sebentar lagi jadi mantan suami!” ungkap Mick menasehati.


“ dan kau tak usah khawatir, wali asuh yang akan mengasuh anak- anak mu adalah sepupu ku sendiri jadi ia takkan mengambil hak asuh anak mu dari kamu.” ungkap Mick yang tahu kegelisahan dari kak Eny.


Semua yang ada di Mansion ini menghibur kak Eny; Nath, Mick, Kyara bahkan Diana yang masih kecil pun ikut menghibur ibu nya itu. Sungguh, bahkan meski masih kecil kejadian yang menimpa keluarga nya mengharuskan anak sekecil Diana menjadi dewasa sebelum waktunya.


Akhirnya keluarga Nath berada di satu kamar karena ternyata dalam satu kamar memiliki ruangan yang sangat luas, kasur king size dengan nakas di kedua sisi tempat tidur, meja kecil untuk membaca, lemari pakaian yang sangat besar dengan kamar mandi dalam. Sedangkan Kyara memilih ruangan sederhana di dekat dapur yang biasa di jadikan tempat menaruh kasur tambahan beserta bantal dan selimut. Kyara memang lebih suka tidur di tempat yang sederhana, asal nyaman dan alasan lainnya karena Kyara tidak kuat berhadapan dengan dinginnya AC. Sementara di setiap kamar memiliki AC otomatis yang tidak bisa di matikan dan harus selalu menyala agar membuat ruangan kamar itu sejuk.


“ ini kipas untuk mu.” ucap Mick menyodorkan kipas listrik kepada Kyara.


“ terima kasih Kak.” ungkap Kyara duduk di pinggiran tempat tidur, setelah membereskan ruangan itu.


Tidak sulit membereskan ruangan itu karena sedari awal ruangan itu memang sudah tertata untuk ruang tambahan jika ada tamu yang datang, hanya ada tambahan selimut juga bantal yang harus di pindah ke kasur yang lainnya.


“ kenapa kau masih memanggilku, kak?” tanya Mick menyenderkan kepalanya dan bersedekap di pangkuan Kyara sambil bersimpuh di hadapan Kyara.

__ADS_1


“ hei! Disini masih ada Nath dan keluarganya.” ungkap Kyara menarik hidung mancung Mick.


“ kau belum mengakhiri hubungan dengannya?” tanya Mick.


“ mana tega aku mengakhiri hubungan di saat seperti ini, kita harus membuat alasan yang tepat.” ucap Kyara yang tak bisa di bantah.


“ ya sudah, aku membuat pie jahe, kau mau?” ungkap Mick berdiri dan hendak berlalu dari kamar Kyara.


“ iuh, kak kau tahu kan aku sangat tidak suka pedas? Kenapa kau malah membuatkanku pie dari bumbu dapur bewarna kuning itu.” ungkap Kyara.


“ itu sebabnya aku juga membuat chess cake.” ungkap Mick.


***


Keesokan harinya


Di hadapan keluarga Nath ada dua orang asing sedang duduk dan ikut duduk di meja makan.


“ aunt, mereka siapa?” tanya Diana.

__ADS_1


“ mereka uncle Gabriel dan grandpa Abygail.” ucap Kyara mengenalkan paman dan sepupu dari Mick.


“ kau bisa menyebutku uncle Gabe.” ucap gabe riang.


“ oh? Salam kenal, uncle, grandpa.” ucap Diana sopan menjabat tangan kedua pria itu dan mengajak salaman.


Gabe juga Abygail hanya tersenyum sambil membalas anak perempuan dengan rambut ikal tersebut.


“ ini orang yang aku ceritakan.” ungkap Mick mengenalkan.


“ duduklah.” ucap Abygail.


“ kita langsung ke intinya, aku sudah dengar masalahmu dengan suami mu.” ucap Bram menyeruput kopi hitamnya.


“ uncle, ku ini adalah pengacara profesional, aku yakin ia bisa memenangkan keputusan pengadilan.” ungkap Mick.


“ aku memang pengacara profesional, hanya saja aku takutnya pihak mereka membayar jaksa hakim mengingat negara lawan kita adalah… yah kau tahulah maksudku.” ungkap Abygail.


“ aku yakin tidak, Indra bukan tipe orang punya uang, yang ada hanya hutang” canda Nath.

__ADS_1


“ kalau begitu aman” ungkap Abygail dan Gabe bersamaan.


__ADS_2