
Sementara itu di waktu yang sama dan tempat yang berbeda seorang wanita juga masih sama- sama bergelung di dalam selimut dan terusik karena sinar mentari yang masuk melewati celah jendela.
Rafael hanya tersenyu melihat wanita nya yang masih tertidur pulas. Sesekali tampak jika pria itu mengelus rambut ikal wanita itu. Hingga akhirnya tampak pergerakan kecil dari wanita itu.
“ kau sudah bangun?” tanya Rafael.
“ pagi.” sapa Diana.
” ini sudah siang.” ucap Rafael menunjuk jam dinding di kamarnya.
“APA? Kenapa kau tak mb mb ajh ini aku? Aku ada jadwal praktek jam 10 nanti!” ucap Diana yang melihat jam menunjukkan jam 9 pagi.
“ aku sudah meminta orang lain merubah jadwalmu. Aku sudah membelikanmu baju, sekarang bersiap- siaplah!” ucap Rafael beranjak dari kasurnya.
“ kenapa” heran Diana.
“ bukankah kau merengek ingin menjadi kekasihku? Sekarang hal pertama yang harus kau lakukan adalah bertemu dengan orang tuaku dan keluargaku!” ucap Rafael.
“ apa? Bukankah kita hanya menjadi sepasang kekasih? Kenapa sampai bertemu kedua orang tuamu secara resmi.” heran Diana.
“ sebelum meminta menjadi kekasihku seharusnya kau tahu jika tak ada yang namanya kekasih dalam kamus keluargaku. Jadi kita akan menemui keluargaku secara resmi, setelah itu aku akan langsung datang ke keluagamu untuk melamarmu." Ungkap Rafael.
__ADS_1
“ APA? Secepat itu?" Pekik Diana.
"Kenapa? Kau tak suka?" tanya Rafael.
Diana hanya terdiam. Ia memang sangat menyukai Rafael dan pernikahan dengan pria itu adalah mimpinya. Namun ia tak menyangka ia akan merasakan kehidupan pernikahan secepat ini. Apa lagi ia tak melakukan kegiatan seperti menjadi kekasih seperti berkencan atau sebagainya. Jauh dalam lubuk hatinya ia takut kehidupan rumah tangganya akan mengalami hal sama seperti yang terjadi seperti ibu kandungnya.
Rafael yang melihat Diana terdiam menyadari jika tubuh wanita itu sedikit bergetar. Rafael sadar jika Diana sedikit takut akan kehidupan pernikahan setelah melihat sendiri apa yang terjadi pada kehidupan pernikahan yang pernah di alami Enny- ibu kandung Diana. Rafael hanya tersenyum sambil bersimpuh di depan kaki Diana.
“ apa kau takut? Maksudku, takut menikah denganku?” tanya Rafael. Sekali lagi Diana hanya terdiam.
“ aku bukanlah manusia sempurna jadi tak luput dari kesalahan namun aku dapat pastikan jika aku takkan menduakanmu apa lagi berselingkuh.” ucap Rafael seraya meyakinkan Diana.
“ kau tahukan? Bgaimana reputasi keluarga kami yang keras? Jangankan berselingkuh untuk mendekati kami- para orang luar itu akan berpikir dua kali. Bahkan rata- rata dari mereka yang berusaha mendekati kami akan kabur di hari ke 14 mereka menginjakkan kaki di keluaga besar kami.” ucap Rafael.
“ bukankah kau mampu menaklukan hatiku? Dan kau sendiri yang mengatakan kau bisa memulai semuanya dari nol sama seperti Kyara atau sis Lily.” ungkap Rafael tersenyum.
Diana tak menjawab meski tampak jelas wajahnya lebih terlihat lega dari sebelumnya.
“ ngomong- ngomong, El.” panggil Diana yang menyadari sesuatu.
“ hem?”
__ADS_1
“ seingatku, semalam aku tertidur di mobil mu. Lalu bagaimana aku bisa...” ucap Diana melihat kesekeliling terutama tubuhnya yang telah bersih dan lengkap berpakaian.
“ tentu saja aku yang menggendongmu. Bagaimana jika kau masuk angin jika terus tidur di mobil?” ucap Rafael.
“ lalu baju ini?” heran Diana melihat baju yang sangat pas di tubuhnya.
“Kau yang belikan?” lanjut Diana.
“ya, tak mungkin aku memakaikan baju kerja itu, kau takkan nyaman tidur menggenakan itu."
Diana hanya terdiam. Seingatnya, baru dua kali Rafael melihat tubuhnya- terhitung sekali karena waktu pertama,pria itu berada dalam pengaruh rangsangan. Namun bagaimana bisa Rafael langsung menghapal bentuk tubuh Diana?
Tentu karena sejujurnya, Rafael sudah mencintai Diana sedai lama. Hanya keengangganan lah yang membuat Rafael enggan menerima Diana.
🌸🌸🌸🌸
suka ga?
kalo suka beri author dukungan sebanyak- banyaknya
like sebanyak- banyaknya
__ADS_1
love sebanyak- banyaknya dan
vote sebanyak- banyaknya😁😁😁😁