
“ kenapa kau menarikku kesini, Jo?” heran Diana saat Johan mengajak Diana berbincang berdua.
“ katakan alasanmu menikahi keluarga Willis.” ucap Johan to the point. Diana begitu terkejut akan pertanyaan adik laki satu- satunya tersebut- begitupun dengan Rafael yang mendengar perkataan ucapan pria yang terpaut 6 tahun dari Diana tersebut.
“ apa maksudmu berkata seperti itu?” heran Diana.
“ aku tahu kau melepas mimpimu hanya untuk membalas apa yang sudah di keluarkan uncle Gabe kapada kita. Dan sekarang kau mau menikahi adik dari uncle Gabe. Apa salah jika aku berpikir kau merencanakan sesuatu? Tak ada siapapun yang tak tahu siapa itu keluarga Willis- begitupun kekayaan mereka.” penjelasan Johan membuat Rafael terdiam. Dalam diri Rafael sendiri juga ingin tahu apakah Diana sama seperti wanita lainnya?
Ia takut mendengar kelanjutan pembicaraan kakak beradik ini, namun ia juga ingin tahu jawaban apa yang akan keluar dari mulut Diana.
“ Joe, apa kau tahu alasan kenapa aku membuang mimpiku?” ucap Diana.
“ tentu untuk membantu keluarga kita.” ungkap Johan.
“ kau tahu kan aku suka menari dan music. Menjadi penari juga bisa menghasilkan uang yang banyak, bertemu dengan orang- orang terkenal di bidang seni dan sebagainya.” ucap Diana.
“ lalu? Mengapa kau malah membuang mimpimu?” heran Johan.
“ aku tidak membuang memipiku. Meski menjadi seorang dokter- sesekali aku masih dapat menari di saat waktu senggang atau saat aku ingin menari. Dan, aku memilih menjadi Dokter karena aku kagum ada Rafael.” ungkap Diana.
“ apa?” heran Rafael juga Johan.
“ ia masih muda. Hanya terpaut 7 tahun lebih tua dariku, namun di usianya yang masih sangat muda ia menjadi doter berbakat.
Bahkan ia kerap menolong orang namun tak mengharapkan imbalan. Karena baginya tugas menjadi dokter adalah menolong orang, bukan mencari uang. Aku ingin menjadi sepertinya, menolong orang karena ingin menolong bukan karena ingin imbalan- apa lagi pujian.
__ADS_1
Mungkin..., sejujurnya, aku sudah sedari lama menyukai Rafael. Namun keengganan selalu datang dari hatiku. Aku dan dia terpaut umur yang cukup jauh. Aku bukan dari kalangan yang pantas bersanding dengan dirinya. Aku sendiri tahu alasan Rafael menjaga jarak denganku karena kak Kyara.” ungkap Diana sungguh tak terkira bagi Rafael. Ternyata selama ini- Diana juga enggan pada diri Rafael. Dan yang paling tak terpikirkan adalah Diana yang tahu alasan Rafael enggan dengan wanita itu.
“ kak Kyara?” heran Johan.
“ya, kau ingat? Kak Kyara adalah mantan uncle Nath. Sejujurnya aku tahu jika Rafael enggan denganku karena takut jika itu akan melukai kak Kyara. Karena jika mereka melamarku, otomatis uncle Nath juga akan datang di pernikahanku.” ungkap Diana.
“ lalu mengapa akhirnya kau memutuskan menikahi adik dari uncle Gabe” heran Johan.
“ yang awalnya kagum menjadi terpesona. Yang hanya terpesona aku mulai susah menahan perasaanku, Joe. Bahkan aku berusaha dekat dengan pria sebayaku, namun aku tak dapat dengan mudah menyingkirkan perasaanku.
Semua usahaku sia- sia. Karena.., entah mengapa, Rafael seolah selalu ada di sekitarku, selalu ada untukku dan selalu melindungiku. Tanpa sadar, itu membuat perasaanku padanya semakin besar.
Akhirnya, saat ia mulai menciumku untuk pertama kalinya aku tak dapat lagi menahan perasaanku. Tanpa sadar aku malah menuntun Rafael dan kami.. akhirnya kami..,” ucap Diana terdiam menggantung- entah harus berkata apa. Johan yang tahu reaksi dari kakaknya ini hanya menghela nafas.
“ kau ini...” ucap Diana terkejut dan malu. Rafael yang mendengar percakapannya saja malu.
“ come on, sis. Kau ini kan bukan lagi gadis remaja. Kau ini wanita dewasa dengan kebutuhan orang dewasa. Aku dapat mengerti.” goda Johan.
“ jangan katakan pada mama.” ucap Diana malu.
“ sure. Lalu bagaimana soal keresahanmu?” heran Jo.
“ maksudmu?” heran Diana.
“ uncle Nath!” ucap Johan mengingatkan.
__ADS_1
“ entahlah, jika Rafael saja bisa mengenyahkan keresahannya, kurasa aku hanya bisa percaya. Lagi pula kak Kyara sudah menikah dan memiliki anak- tak mungkin kan uncle akan menjadi orang ketiga?” ucap Diana.
“ aku harap begitu. Namun aku juga sedikit meragu, karena sampai sekarang uncle tak kunjung menikah.” ungkap Johan.
“ aku harap uncle tidak akan nekat.” ucap Diana mulai takut.
“ aku juga berharap begitu.” ucap Johan.
‘ aku juga awalnya khawatir seperti itu, tapi mengingat bagaimana kekuasaan Mick, kurasa aku tak usah khawatir. Apa lagi Nath itu tipe orang yang memiliki gengsi cukup besar. Meski ia nekat- takkan mungkin berani memalukan nama nya sendiri kan?’ batin Rafael.
🏡🏡🏡
Akhirnya, Diana memilih kembali kerumahnya, sementara itu, Johan hanya menatap sosok kakak perempuannya yang mulai tak kelihatan.
Setelah di rasa kakak perempuannya itu benar- benar telah memasuki rumah, Johan lalu mengeluarkan Mice yang ia lepas dari tubuh Diana.
“ sekarang, kau sudah dengar perasaan kakak ku padamu kan? Kalian sudah akan menjadi suami istri, lebih baik percaya pada kakak ku. Aku tahu kerasnya keluargamu jadi kami pun tak akan macam- macam dengan keluargamu. Sebaliknya..” ucapan Johan pada mice itu membuat Rafael terkejut, ia tak menyangka jika adik dari wanita yang akan menjadi istrinya itu tahu jika dirinya menempelkan mice juga camera mini pada Diana.
“ jika kau macam- macam pada kakakku itu, akulah yang akan membuat perhitungan padamu. Aku akan menyembunyikan kakak ku hingga kau tak bisa mencarinya di manapun juga. Jangan remehkan aku.” ucapan Johan membuat Rafael tesenyum.
‘ tentu saja, aku juga terlanjur mencintai Diana, mana mungkin aku akan menyakiti wanita itu. Aku berjanji.’ Rafael ingin membalas ucapan adik dari Diana, namun sayangnya yang di tempelkan pada Diana hanyalah Mice perekam dan bukan intercom.
*
‘ apa yang di ajarkan kakaku hingga adik dari Diana bisa memiliki aura yang sama dengan Gabe?’ batin Rafael bertanya- tanya.
__ADS_1