My Police Is My Step Brother

My Police Is My Step Brother
S2 perbincangan hangat Bram dan Alice


__ADS_3

“ kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Alice pada Bram.


“ kau ini mengatakan akan menjodohkan saudara kembarmu tapi setelah aku ingat lagi kau bahkan tak pernah memiliki kekasih.” ucap Bram malas.


“ memangnya kau ini sudah memiliki kekasih?” geram Alice.


“ aku bukannya belum memiliki kekasih, aku hanya tak ingin memiliki kekasih.” ucap Bram menopang kepalanya.


“ kau bukan guy kan?” ucap Alice menyelidik.


“ tentu saja tidak! Enak saja! Dari mana pemikiranmu itu” geram Bram.


” aku dengar dulu uncle Nick itu guy.” ucap Alice.


“ kalau ayahku guy- aku takkan ada di dunia ini!” geram Bram.


“ bisa jadi kau ini anak adopsi!” goda Alice.


“ kata- katamu pedas sekali! Kalau memang ayahku guy- ia takkan mencumbu ibu ku setiap malam! Rumah ku tidak seperti mansion mu yang kedap suara jadi hampir setiap mereka memadu kasih aku pasti mendengarnya. Mana suara mereka keras sekali.” geram Bram mengingat kelakuan Nick juga Alana.


“ aku hanya bercanda.” ucap Alice mengelus- elus rambut saudara jauhnya tersebut.


“ kau sendiri bagaimana? Kenapa kau tak memiliki kekasih? Dari yang aku dengar sekarang Emma juga sudah berkencan dengan dosen yang di sukainya, uncle Rafael juga akan mengenalkan calon strinya ke keluarga besar. Sekarang Alex juga sudah cukup dekat dengan Anna- meski belu terlihat benih cinta.” ucap Bram.


“ dari mana kau tahu jika Emma berkencan dengan dosen yang di sukainya?” heran Alice.


“ saat itu aku sedang berdiskusi tentang aplikasi pemograman untuk mengembangkan perusahaan ibuku pada uncle Gabe. Aku sendiri begitu terkejut saat dosen.., siapa namanya...? Yudha? Ya, dosen bernama Yudha itu ke Mansion uncle Gabe.” ucap Bram.


“ apa? Apa yang terjadi? Seingatku aunty Lily mengatakan jika uncle Gabe sangat marah pada dosen itu karena membuat Emma menangis.” ungkap Alice.


“ tentu saja Uncle Gabe sangat marah, bahkan melihat wajah dosen itu wajah uncle Gabe jadi sangat menakutkan seolah siap membunuh orang!” ucap Bram merinding mengingat wajah Gabe saat itu.

__ADS_1


“ lalu?” ucap Alice penasaran.


“ hal yang tak terduga adalah; dosen itu malah berlutud di hadapan uncle Gabe juga Aunty Lily.” ucap Bram.


“ apa? Lalu kemana Emma?”


“ dia sedang dalam perjalanan menuju rumah dosen itu untuk mengadakan ujian pribadi dengan alasan jika dosen itu mengira Emma mencontek.”


“ siapa yang menyangka jika tepat saat Emma pergi ke rumah dosen itu. Dosen Yudha ke Mansion uncle Gabe. Ia berlutud- meminta maaf dan meminta restu kepada Gabe juga Lily.” lanjut Bram.


“ Apa? restu? Bukankah dosen itu menyukai Aunt Lily? Restu untuk apa? Menikahi aunty Lily?”


“ menikahi Emma!” jawab Bram.


“WHAT?” ucap Alice tak percaya.


“ dosen itu mengatakan alasan sesungguhnya tak bisa menerima Emma; yang jarak mereka cukup jauh atau soal peraturan kerasnya keluarga Willis. Kau tahukan peraturan kerasnya keluaga besarmu?” ungkap Bram.


“ yap.”


“ apa uncle Gabe merestui dosen itu?” heran Alice.


” melihat kesungguhan dosen itu membuat amarah uncle menghilang, ia menatap aunty Lily yang mengangguk tanda mengiyakan lalu mulai membantu dosen pria itu agar anak mereka mau kembali menerima dia.” ucap Bram.


“ oke ake mengerti- bagaimana Emma akhirnys bisa berkencan dengan Dosen yang ia sukai, lalu bagaimana kau tahu jika uncle Rafael hendak mengenalkan kekasihnya.” heran Alice.


“ kau masih ingat tentang Diana?”


“ anak asuh Uncle Gabe?”


“ ya setelah dewasa, ia sekolah di kedokteran dan sekarang bekerja sebagai dokter di rumah sakit uncle Rafael.”

__ADS_1


“ jadi dia adalah kekasih uncle El?” tebak Alice.


“ yap, setelah dosen pria itu kembali menemui Emma di rumah nya, uncle Gabe mendapat telephone dari Uncle El yang mengatakan; jika ia ingin melamar seorang gadis.” ucap Bram yang mendengar perbincangan antara Gabe dan El lewat telephone saat itu.


“ kenapa uncle Gabe yakin jika yang di maksud adiknya itu adalah Diana?” heran Alice.


“ sebelumnya, Diana pernah meminta obat peluruh S****a kepada uncle Gabe. Uncle Gabe yang peduli pada anak asuh nya itu bertanya pada uncle El - kenapa anak asuhnya itu meminta obat peluruh S***a- karena memang, wanita itu bekerja di rumah sakit uncle El. Uncle Gabe malah mendapati jika Diana bercumbu dengan Uncle El. Itu sebabnya uncle Gabe yakin jika gadis yang di maksud adalah Diana.”


“ aku tak menyangka, setelah sekian tahun aku hanya melihat uncle El bercumbu dengan pisau- pisau bedah itu akhirnya bisa bercumbu pada manusia bernama perempuan.” ucap Alice tak percaya.


“ ya. Sekarang.., apa rencanamu soal Alex? Saudara kembarmu Memang mulai dekat dengan Anna namun itu masih sangat jauh dari konteks cinta!” ungkap Bram.


“ bagaimana jika kita memakai perangsang pada Alex?” ucap Alice memberi saran.


“ perangsang? Kau saja kebal pada perangsang apa lagi Alex.” ucap Bram jengah.


“ kita buat Alex merasa kehilangan karena kehilangan Anna.” ucap Alice lagi.


“ kalau mau meniru apa yang terjadi pada Emma- kau harus melihat pada diri Anna terlebih dahulu. Apakah ia mencintai Alex? Alasan Emma menghilang dari hadapan dosen sekaligus pria yang di sukai nya adalah karena ia menyerah akan perasaannya. Sedangkan Anna? Ia bahkan membenci police.” jelas Bram.


“ bagaimana kalau ini, kita bisa mengunakan istilah Indonesia. Aku dengar awalnya ini juga terjadi pada ayah dan ibu mu sekaligus uncle Gabe juga aunt Lily.” ucap Alice.


“ maksudmu istilah yang artinya benci menjandi cinta? getting nyanding?” heran Bram.


” seratus untukmu.” ucap Alice senang.


“okey, aku rasa itu bisa di gunakan. Lalu apa skenario yang akan membuat mereka menyukai satu sama lain” tanya Bram.


“ kalau itu sedang aku pikir kan.” ucap Alice tertawa kikkuk. mendengarnya Bram hanya menatap jengah pada Saudari jauhnya itu.


🌸🌸🌸

__ADS_1


maaf up nya lama


author fokus ke karya author yang lain sampai lupa ma karya ini deh🙇🙇🙇🙇


__ADS_2