
“Kenapa kau menyendiri disini?” tanya Lily yang melihat Gabe meminum wine nya di teras belakang Vila.
“Aku tak betah berada terlalu lama di Pesta.” Ungkap Gabe menyesap Wine nya.
“Karena keluarga Kyara yang hanya mencari muka itu?” tanya Lily ikut bersandar di pagar Teras.
“Juga karena Kyara.” ucap Gabe menatap Wine nya.
“Karena kau menyukai nya?” tanya Lily, semua orang yang melihat juga tahu bagaimana perasaan Gabe- seorang pria yang tak gampang dekat dengan wanita bisa dekat dengan adik tiri saudara jauhnya itu terlepas dari fakta jika Kyara adalah keluarga tiri dari saudara jauhnya.
“Hem? Ya, ia wanita yang manis, polos dan berbakat, tak gampang mencari seorang wanita seperti nya.” Ucap gabe jujur, karena memang itulah yang alasan mengapa ia selalu membantu Kyara bahkan tanpa di minta seorang Mick.
“Itu sebabnya semua keluargamu menyukai nya? Aku dengar Rafael bahkan langsung menyukai nya karena mengira ia seumur dengan Rafael.” ucap Lily yang memang dekat dengan keluarga Leonard.
“Tentu saja. Bukankah ia selalu terlihat muda? Takkan ada yang percaya jika ia sudah kepala 30.” ucap Gabe membayangkan wajah Kyara.
“Kenapa kau tak menyatakan perasaanmu sebelum Mick menikahi Kyara?” heran Lily.
“Mereka saling mencintai, dan sebagai sahabat sekaligus saudara jauhnya aku hanya bisa mendukung mereka tentu saja. Dan bagaimana denganmu?” tanya Gabe menatap Lily.
“Aku?” Heran Lily.
“Kenapa kau menyendiri di belakang Vila ini? Bukankah kau suka pesta seperti ini.” heran Gabe menyesap kembali wine nya.
“Aku juga sedang bingung.” ucap Lily.
“Pada?” heran Gabe
__ADS_1
“Kau tahu aku seorang pengajarkan?” ucap Lily
“Hem.” ucap Gabe menyesap Wine nya lagi dan lagi.
“Salah seorang muridku menyatakan cinta padaku.” Ucapan Lily membuat Gabe tertawa karenanya.
“Kenapa kau tertawa?” geram Lily.
“Bahkan muridmu bisa mencintaimu? Kurasa kau tak ada bedanya dengan Kyara karena pria yang lebih muda darimu bisa menyukai mu.” ucap gabe masih tertawa.
“Mau bagaimana lagi? Hampir semua pria di dekatku lebih muda dariku.” ucap Lily menyilangkan lengannya di dada besarnya.
“Bagaimana denganku? Hem? Aku lebih tua darimu.” ucap Gabe dengan smirk smeli nya.
“Kau tak terlihat gampang suka dengan wanita dan mengingat peraturan keluarga mu yang keras aku mundur.” ucap Lily ikut meyesap Wine yang di bawa Gabe.
“Kenapa? Keluargaku suka padamu.” ucap Gabe.
“Kenapa? Suatu hari Alana juga akan menikah, apa kau mau terus sendiri dengan ayah mu? Ayahmu tak selamanya muda dan mendampingi mu.” ucap gabe yang tahu jika keluarga Lily hanya tinggal Alana bersama dengan ayah Lily yang tak lagi muda.
“Kau membuatku tambah sedih. Ucap Lily kesal.
“Ya ya, apa sebuah ciuman dapat menyembuhkan sakit hati seorang Lily?” ucap Gabe menepuk kepala Lily.
“Casanova beraksi, huh?” ucap Lily dengan smirk smile nya.
“Kau yang mengatakan jika aku tak gampang dekat dengan wanita dan sekarang mengatai aku Casanova.” ucap Gabe menyilangkan lengannya di depan dada bidang nya.
__ADS_1
“Memang bukan? Kau bahkan dengan gampang mengatakan akan menciumku.” ucap Lily dengan wajah yang mulai memerah.
“Aku yakin seorang lily tak pernah merasakan ciuman, huh?” canda Gabe.
“Cuma sekedar ciuman saja sie aku pernah, aku bahkan telah melepas darah pertamaku.” ucap Lily bersedekap.
“Benarkah?” tantang Gabe tampak jika pria itu menaikkan sebelah alisnya.
“Kau mau membuktikannya?” jawab Lily.
“Mau kekamarku?” Ucap Gabe dengan Smirk Smile nya.
0o0
hai hai hai
bentar lagi tamat nie
tapi belum berakhir koq masih ada seasso dua
menceritakan anak- anak Mick juga kyara yang telah besar dan dewasa. yang meneruskan ayahnya menjadi seorang Police.
yuk dukung terus jangan lupa like dan lovenya ya
ninggaln jejak apa lagi
__ADS_1
^_^ ^_^ ^_^
see you next time