My Police Is My Step Brother

My Police Is My Step Brother
s2 nasehat Gabriel kepada Rafael


__ADS_3

Rafael baru saja selesai melaksanakan Operasi dan hendak kembali ke ruangannya sebelum akhirnya mendapati jika para dokter juga perawat di rumah sakit itu sedang berbincang hangat. Dan yang menjadi perhatian Rafael adalah karena di gerombolan itu ada Diana yang juga sedang berbincang hangat dengan dokter lainnya. Seketika itu juga perkataan Diana yang mengatakan akan menyerah mengejar Rafael dan mencoba mencintai dokter yang sebaya dengan wanita itu- terlintas di benak Rafael.


Rafael berusaha mendekati gerombolan dimana ada Diana di dalamnya.


“Ehem.” Rafael berdehem.


“A..., dokter Rafael.” sapa para dokter juga perawat yan sedang berkumpul itu.


“Kalian sedang apa?” Ucap Rafael berbasa basi. Tampak Diana yang memilih mengalihkan pandangannya.


“Hanya berincang. Setelah ini kami akan melakukan pengakraban diri. “Ucap salah seorang dokter pria.


“Pengakraban diri?” Heran Rafael.


“Ya, anda tahukan jika sebagian dokter dan perawat disini adalah single, kami ingin berkenalan satu sama lain, siapa tahu ada salah satu dari kami yang berjodoh satu sama lain.” Ucap salah seorang Dokter pria yang terus menatap Diana yang melempar senyum kepada pria itu.


“Erm..” ucap Rafael tak tahu harus berkata apa lagi, ia merasa kesal namun tak tahu harus melakukan apa untuk menghentikan mereka.


“Kalau begitu bersenang- senanglah, ingat! Jangan terlalu banyak minum alcohol, besok kalian masih harus bekerja bukan?” Ucap Rafael meninggalkan gerombolan perawat dan dokter yang telah menyelesaikan waktu piketnya.


*


“El?” Sapa Gabe.


“Brother? Tumben sekali kau mengunjungi ku dirumah sakitku.” Heran Rafael.


“Erm, ya. Aku kemari karena mau bertanya soal Diana.” Ucap Gabe tak suka berbasa basi.


“Ada apa?” Heran Rafael.


“Apa kau tahu jika Diana meminta obat peluruh S****a padaku?” Ucap Gabe to the point.


“APA?” Ucap Rafael terkejut karena Diana benar- benar meminta obat itu kepada saudaranya tersebut.


“Apa kau tahu ia berkencan dengan siapa? Atau mungkin ia memintanya untuk siapa?” Heran Gabe berusaha menyelidik. Karena biar bagaimana pun Diana adalah anak angkat dari sahabatnya dan yang pasti adalah- Kyara menyayangi wanita yang tak lagi muda itu.


“Kurasa itu untuknya.” Ucap Rafael menutup wajahnya dengan tangan kirinya sambil mendesah kasar.

__ADS_1


“Apa? Apa ia sedang berkencan dengan seseorang? Atau ia di paksa.” heran Gabe.


“Ia tak di paksa.” Ucap Rafael.


“benarkah? Apa kau tahu ia bercumbu dengan siapa?”


“Denganku.”


“Ha?” heran Gabe akan kata- kata adik laki- lakinya tersebut.


“Ia bercumbu denganku.” jelas Rafael.


“Apa? Benarkah? Apa kau menyukai nya?” Ucap Gabe senang. Akhirnya setelah bertahun- tahun adiknya itu menunjukkan ketertarikan pada seorang manusia bernama perempuan. Karena memang, selama ini tak ada yang mengalahkan kecintaan Rafael pada pisau- pisau bedah itu( kiasan kecintaannya pada profesinya).


“Aku tidak menyukainya.” sanggah Rafael.


“Apa? Lalu mengapa kau mencumbunya?” heran Gabriel.


“Aku dalam pengaruh obat perangsang waktu itu.” ucap Rafael sebagai alasan.


“Apa maksudmu?”


“Kau tidak lupakan? Kebiasaan keluarga kita yang keras. Tak mungkin hanya karena obat perangsang membuatmu mencumbu wanita muda itu.”


“Tapi..” ucap Rafael bingung. Ia sendiri tahu bagaimana kerasnya keluarga Willis juga Leonard, namun entah mengapa malam itu ia tak bisa mengatasi efek dari obat perangsang yang di minumnya.


“Aku bukanlah Mick sehingga aku tak isa menilai hati seseorang. Tapi aku bisa yakin jika kau menyukai Diana.”


“Tapi aku selalu enggan dengannya.”


“Karena?” tanya Gabe.


“Aku tak tahu! Mungkin karena ia adalah anak angkat dari sahabat mu.”


“Ayolah, Brother itu adalah alasan yang konyol.” ucap Gabe jengah.


“Wanita itu juga mengatakan hal itu.”

__ADS_1


“Karena itu memang konyol.”


“Sekali lagi aku hanya bisa bilang jika aku bukan psychology jadi aku tak bisa memberi masukan yang pasti. Namun, ada kemungkinan kau enggan padanya karena Kyara.” ucap Gabe menujuk Rafael.


“Kyara?” heran Rafael.


“Ya, kau menyukainya kan- dulu?” ucap Gabe yang tak bisa di bantah Rafael.


“Dan kau melihat sosok Kyara di dalam diri Diana, mungkin itu yang menyebabkan kau tak bisa menerimanya.”lanjut Gabriel.


“Apa hubungannya? Seharusnya karena ia mirip dengan Kyara aku malah bisa menerimanya.” heran Rafael.


“Ada 2 kemungkinan. 1 kau masih belum bisa melupakan Kyara. Kedua kau tak mau melukai Kyara.” ucap Gabe menujukkan ke dua jarinya.


“Aku masih tak mengerti.”


“Kau pasti masih ingat soal Nathan kan? Mantan Kyara.” jelas Gabe.


“Ya. “


“Dan Diana adalah keponakan Nathan. Mungkin instingmu yang tak mau membuat Kyara dekat dengan Nathan lagi lah yang membuatmu enggan dengan Diana. “


“Kurasa itu ada benarnya. Lalu aku harus bagaimana?”


“Ikuti apa kata hatimu.” ucap Gabe menunjuk dada Rafael.


“Ha?”


“Jika kau tak mau melukai Kyara, satu satunya yang harus kau lakukan adalah melupakan Diana.” ucapan kakak laki- lakinya entah mengapa membuat Rafael tak suka dan itu terlihat jelas di wajah pria itu kala Gabe menyuruh Rafael untuk melupakan Diana.


“Apa?” ucap rafael tak terima.


“Tapi jika kau mencintai Diana, lupakan Kyara! Yakinlah menurut kata hatimu! Jika kau mencintainya, kejar wanita itu dan jangan biarkan ia di rebut pria lain.” mendengar ucapan Gabe- Rafael hanya termenung.


“Jangan terlalu lama berpikir brother. Karena yang namanya kesempatan tak datang dua kali. Jika kau salah melangkah maka jangan menyesal jika kau kehilangan apa yang kau sayangi. Dan aku yakin Diana wanita yang baik. Soal Kyara, wanita itu sudah merelakan Nathan begitupun dengan pria itu dan aku yakin Mick pasti bisa menjaga istrinya seandainya pria itu melakukan hal nekat suatu hari nanti.” ucap Gabe.


0o

__ADS_1


__ADS_2