My Police Is My Step Brother

My Police Is My Step Brother
s2 POV ANNA I'm so happy


__ADS_3

Aku menatap pada keluarga besar tn. Mick.


Ada yang sudah aku ketahui dan masih ada wajah baru yang ikut dalam pertandingan beladiri antar keluarga ini. Tampak suami dari Ny. Lily- tn. Gabe juga hadir disini menemani Ny Lily dan putri semata wayang mereka- Emma yang dengan semangat mengikuti latihan beladiri ini karena sedang patah hati.


Patah hati? Apa hati ku juga bisa patah? Pasti itu rasanya sakit, namun mengapa ia masih bisa dengan semangat mengikuti beladiri ini? Heranku.


Ada juga Bram yang wajahnya pernah aku lihat saat pertama berkenalan dengan anak- anak tn. Mick.


Aku sendiri cukup terkejut saat Tn. Mick mengatakan jika ini adalah keseharian mereka; saling bertanding dan melatih dirinya. Tak heran jika Tn. Mick juga Tn. Gabe msih emiliki keenam otot di perutnya meski telah memasuki kepala lima, begitupun dengan Ny. Kyara dan Ny. Lily yang masih tapak awet muda.


Dan sementara yang lain melatih tubuhnya dan melakukan pemanasan- Ny Kyara kini tengah melatihku gerakan dasar beladiri. Aku cukup semangat pada latihn beladiri ini. Aku berharap, aku dapat melawan orang- orang yang hendak macam- macam denganku juga melindungi mama kandungku agar tak ada yang berani lagi meremehkan kami.


Tak susah menghindari serangan Ny. Kyara- mungkin karena ia sedikit mengalah atau karena kehidupan jalanan yang keras telah melatih tubuhku. Bayangkan saja, aku yang harus bertahan dari dinginnya malam dan panas nya siang hari, belum saat mungilku harus melewati jalanan beraspal tanpa alas kaki.


β€œ kau sangat pintar, sayang.” ucap Ny. Kyara memujiku. Aku hanya terseyum. Aku benar- benar menyukai apa yang di lakukan Ny. Kyara kepadaku. Ia selalu memujiku, menyayangiku dan memperlakukanku degan kasih sayang yang sama dengan anak- anak kandungnya. Dan yang asti adalah.., aku menyukai suasana keluarga Ny. Kyara yang menerimaku.


β€œ kelihatannya akan ada pertandingan kecil- kecilan di sana. Kau mau melihatnya?” tanya Ny. Kyara menunjuk pada tn. Alex, Nn. Alice dan Nn Emma yang bersiap melakukan pertandingan kecil.


Aku menatap ke arah pertandingan antara tn. Alex juga Nn. Emma. Wow! Mereka sangat hebat! Aku menyukai apa yang mereka lakukan! Itu terlihat sangat hebat. Nn. Emma yang merupakan seorang wanita dapat menjatuhkan tn. Alex yang merupakan seorang pria. Di tambah lagi Nn. Emma juga dapat memalas serangan dadakan yang di berikan Nn. Alice kepadanya.


Aku harus mencatat apa yang mereka lakukan agar jika suatu hari nanti ada yang berniat macam- macam padaku aku dapat membalasnya.

__ADS_1


🌸🌸🌸


β€œ Anna, bisa aku memintamu menemani Alex?” tanya Nn. Alice suatu hari.


Aku menunjuk diriku sendiriku sendiri dengan bingung dan berkata dengan pelan; β€œ aku?”


β€œya, seharusnya aku menemani saudara kembar ku itu meengintai, namun aku ingin menemani papa di perusahaannya. Kasihan jika di umurnya yang lagi muda itu tak ada yang membantu mengurus perusahaan. Sementara, Bram sedang di LN karena perusahaan Aunt Alana akan membangun perusahaan dan membuka cabang baru di sana.” ungkap Nn. Alice.


β€œ baiklah.” ucapku lagi. Aku memang sudah bisa erucap meski hanya sepenggal dua penggal kata.


β€œ terimakasih. Kau hanya akan menemani Alex dalam bertugas. Tapi seandainya ada orang yang hendak melawanmu, kau juga harus bisa menjaga dirimu.” ucap Nn. Alice.


β€œ tentu.., saja.” ungkapku sedikit lupa pada apa yang harus aku ucapkan.


β€œ iya.., itu.” ucapku tersenyum kikkuk.


β€œ bagus, sekarang ayo turun. Aku akan mengatakannya pada Alex.” ucap Nn. Alce menggendengku turun.


Aku dapat melihat rasa tidak suka dari tn. Alex saat Nn. Alice mengatakan jika aku akan menggantikan saudarinya itu menemani tn. Alex mengintai.


β€˜ memang aku tidak berguna, ya?’ batinku kesal.

__ADS_1


Aku harus menujukkan jika aku juga berguna itu sebabnya saat tn. Alex berkutat entah memkirkan apa, aku langsung maju dan mencoba melawan genk motor tersebut.


β€œKau tak perlu tahu siapa aku!” ucapku. Bukankah aku keren? Aku pikir aku takkan bisa sefasih itu mengucapkan sebuah kalimat. Mungkin rangsangan karena tantangan membuat lidahku lancar untuk berbicara.


Dan dapat terlihat jika apa yang kuucapkan malah memanasi mereka. Didikan Ny. Kyara sungguh aku ingat. Bahkan aku merasa gerak Reflekku menjadi lebih baik. Aku bukan saja hanya menghindar namun juga dapa membalas serangan mereka.


Namun, kurasa aku sedikit kewalahan. Mereka satu genk sementara aku hanyalah seorang gadis berumur 17 tahun. Aku menemukan ranting dahan yang dapat kugunakan. Mungkin aku bisa menggunakannya sebagai pengganti tongkat.


Kalau tidak salah Tn Gabe juga Tn Mick menarikan tongkat seperti ini kan?


β€œ pakai ini.” ucap tn. Alex memberiku sebuah tongkat security.


Apa ia mulai mengakui kemampuanku? Aku akhirnya mengguakan sesuai Naluri ku. Yang terpenting adalah menghajar mereka. Menghindari serangan mereka dan membalas mereka.


β€œ ANNA!” sekali lagi aku melihat tn. Alex memanggilku sambil enunjukkan tongat yang tadi kupakai. Aku memilih menghapiri tongkat tersebut dan berpegangan pada tongkat tersebut. Aku dapat melihat jika tn. Alex menggunakanku sebagai baling- baling. Namun aku dapat melihat ada seorang yang lolos dari serangan kami di saat tn. Alex hendak menghentikan serenagnnya, sehingga aku memilih melompat dan memutuskan menendang pria terakhir.


β€œ kau hebat juga!” ucap tn. Alex. Aku terdiam sebentar memandang wajah tampan tuan Alex sebelum akhirnya berterimakasih atas pujiannya.


Kurasa wajahku akan memerah seperti tomat. Aku memang tak biasa di puji. Tapi pujian dari orang yang awalnya tak mengakui kita itu rasanya sungguh berbeda.


Aku senang sekali.

__ADS_1


😊😊😊


Pov Anna berakhir ya😊


__ADS_2