
Johan tengah menunggu Alice sambil memainkan handphone nya. Tak heran jika Alice menyukai adik dari Diana ini, wajah pria itu lumayan tampan,dan yang pasti murah senyum dengan rambut hitam legam dan mata Hazel, meski wajah Asia nya ketara, tapi karena ia juga mengikuti latihan beladiri yang biasa Gabriel berikan, pria iu memiliki tubuh kekar dengan tinggi semampai. Dan karena Johan di asuh juga oleh Gabriel, entah mengapa anak asuhnya ini juga memiliki kepintaran yang sama dengan mantan wali asuhnya tersebut.
Jika Diana menjadi dokter, Johan memilih membantu ayah sambungnya itu dalam mengurus perusahaan milih ayah sambungnya.
“ maaf, terlambat.” ucap Alice dengan nafas tersengal- sengal karena berlari.
“ kenapa kau tak membawa kendaraan?” tanya Johan.
“ a.., aku.., aku tak bisa naik motor, sementara papa tak memperbolehkan aku naik mobil karena aku sedikit kikkuk, papa takut aku melamun saat naik kendaraan dan malah terjadi kecelakaan.” ucap Alice.
“ lalu selama ini, bagaimana jika kau ingin pergi ke suatu tempat?” tanya Johan.
“ diantar Alex, kadang di antar papa.” ucap Alice tersenyum.
“begitu? Kalau begitu ayo masuk, kebetulan aku memiliki promo di tempat ini.” ungkap Johan.
“ y.., ya.” ucap Alice sambil menyingkirkan rambutnya kebelakang telinganya. Johan tersenyum, tanpa di katapun melihat sikap malu- malu Alice, membuat pria itu sadar apa yang di rasakan wanita itu.
Meski, keluarga Alice adalah keluarga terpandang melebihi kekayaan ayah Simon, Johan tetap ingin mengetes wanita itu sama seperti yang sering ia lakukan kepada wanita yang sering mengejarnya.
“ kau mau memesan apa?” tanya Johan.
“ aku? Em.., vanilla late. Dan..., apakah ada Sandwich disini?” tanya Alice.
__ADS_1
“ ada nona.” ucap pelayan wanita itu lalu memberi tahu menu apa yang bisa Alice pesan.
Setelah memesan makanan, mereka langsung membawa makanan yang telah mereka pesan itu ke meja yang kosong.
Sekali lagi Johan hanya tersenyum melihat Alice. Cara makan yang tidak di tutup- tutupi menjadi anggun dan memilih menikmati makanannya tanpa malu. Berbeda dengan kelakuan wanita yang berusaha mendekati pria itu.
“ Alice.” ucap Johan.
“ y.., ya? Kak” tanya Alice.
“ tanpa kau katakan pun aku tahu.” ucap Johan.
“ maksud kakak?” heran Alice.
“ aku tahu jika kau menyukai ku, Al.” ucapan Johan membuat Alice tertunduk. Ia tak menyangka jika perasaannya terlihat senyata itu hingga pujaan hatinya tahu perasaannya.
“ namun ada satu yang tak kau tahu, Al.” ucap Johan menatap Alice. Ia ingin tahu reaksi wanita itu, apakah sama seperti wanita yang selalu mendekatinya.
“ ya?”
“ aku guy.” ucapan Johan membuat Alice terdiam. Johan hanya sedang menunggu reaksi selanjutnya dari Alice. Apakah wanita itu akan memakinya? Menertawakannya? Berusaha menyebar rumor soal Johan?
Meski pada akhirnya rumor itu dapat di redam oleh Gabriel- karena mantan wali asuhnya itu tahu apa rencana Johan itu.
__ADS_1
Gabriel tahu jika mantan anak asuhnya iyu tidak benar- benar Guy- karena pria itu hanya menggunkan itu untuk mengetes wanita yang mendekatinya. Apakah wanita itu benar- benar mencintai Johan atau sekedar mendekati karena tahu jika Johan lah yang menggantikan ayah Simon mengurus perusahaan milih ayah sambungnya itu.
“ a.., apakah kau impoten?” pertanyaan yang terlontar dari mulut Alice sungguh tak terkira bagi Johan.
“ ha?” tanya Johan.
“ apakah kakak impoten?” tanya Alice.
“ ten.., tentu saja tidak!” ucap Johan.
“ baiklah!” ucap Alice semangat.
“ apa?” heran Johan.
“ baiklah, tak apa jika kak Johan Guy, akulah yang akan menyembuhkan kakak dari orientasi sexual kakak.” ucap Alice semangat.
“ apa?” heran Johan.
“ tunggu kak! Aku akan langsung pulang dan memikirkan cara menyembuhkan kakak!” ucap Alice langsung meninggalkan Johan.
Membuat Johan sendiri terkejut akan tingkah Alice. Sesaat kemudian setelah sadar, Johan langsung tertawa.
‘ sifatnya benar- benar mirip kak Kyara.’ batin Johan langsung beranjak dan berniat membayar apa yang sudah ia pesan.
__ADS_1