My Vanny

My Vanny
Komplek Lain


__ADS_3

Malam aku sulit tidur, Pagi Hari Satria sudah rusuh membangunkan ku untuk sholat Subuh.


Selesai sarapan, Satria sudah Gagah dengan baju Teakwondo nya, Ganteng nya itu bertambah dan rasa nya tidak rela bila harus berbagi ke gantengannya dengan manusia manusia lain, apalagi Mama Mama Muda di tempat latihan nya Satria, mereka itu selalu berusaha menarik perhatian suami ku.


" Pih...ga usah jalan deh" pinta ku merajuk dan memeluk nya


" Ayo ikut Bund, Wanita hamil juga perlu olah raga" jawab Satria dengan tangan melingkar di pinggang ku


" Olah raga di tempat tidur aja Yuks" Ajak ku dan Satria tertawa


" Tadi kan udah Bund...Mau lagi?" tanya nya dan aku sedang mempertimbangkan ajakan nya.


" Mau ga nih?" Tanya nya sekali lagi


" Pengen sih Pih, Tapi cape juga tau " Jawab ku dan Satria mencium kening ku.


" Ya udah...kita jalan Yuks, Gigi udah siap Sepedaan tuh" Jawab Satria dan melepaskan pelukan nya.


" Tunggu Pih!" seru ku


" apa?"


Tanpa malu aku membingkai wajah Satria dengan kedua tangan ku, dengan sedikit berjingjit aku mencium bibir nya, menggigitnya kecil kecil dan satria membalas ciuman ku.


" Selesai " Ucap ku ketika sudah puas mencium nya, aku harap dengan mencium nya, Satria masih kaku dan Acuh pada Mama mama muda nanti yang akan mengantar anak nya latihan bersama Satria dan Reno.


ke Tempat latihan satria, Gigi dengan sepeda nya, sementara aku dan Suami ku berjalan kaki, Olah raga di pagi hari sambil menghirup udara segar.


" Bund...Latihan nafas pake Dada deh"


" Maksud nya?" Tanya ku berjalan di samping Satria.

__ADS_1


" Kamu itu nafas nya ke perut, nanti..."


" Nanti apa?" tanya ku penasaran


" Gemuk...apalagi kamu lagi hamil Bund, persiapan buat lahiran " Jawab Satria dan aku mengkerutkan dahi ku.


" Yang Nafas nya ke perut itu biasa nya orang orang yang punya suara tinggi, dia mengelola udara di perut, menahan di perut baru kemudian di salurkan..."


" ih ga paham ah Pih..nafas nafas aja" protes ku dan Satria tertawa. Sambil berjalan Satria memperagakan nafas dada dan perut nya, aku tidak bisa membedakan dan hanya iya iya saja agar cepat selesai.


Sampai Di ruko, Isshhh itu bocah bocah berlarian menyambut satria, Satria tertawa dan menanyakan kabar anak anak ini satu persatu. Satria memang ramah dan baik pada anak anak, semoga ke anak saya juga nanti seperti itu.


Sudah ada Reno di parkiran yang masih duduk santai di motor nya, Gaya nya seperti orang yang sudah malas hidup saja, Aku tertawa dan menepuk lengan nya.


" Napa loe?" tanya Satria


" Adel lagi Mens" jawab nya polos dan kami tertawa.


" Kasian..." ejek Satria


" Kamu mau di sini, atau di dalem?" tanya Satria dan memakai sabuk hitam nya


" Boleh ke rumah Amira?" tanya ku


" Boleh " Satria tersenyum dan mengusap perut ku.


" tapi gigi jangan di bawa yah Bund, Saya mau ajak Gigi lari" Jawab Satria dan aku setuju.


" Perlu saya anter gak Bund?" tanya Satria


" Gak perlu anterin saya Pih, Kamu perlu Jaga Mata kamu aja" Jawab ku dan Satria tertawa. Satria seperti nya paham, aku kurang nyaman saat melihat Mama muda wara wiri saat ini.

__ADS_1


Aku berjalan kaki menuju rumah sahabat ku Zahra, masuk ke dalam cluster dan akhir nya sampai. Seperti biasa...setelah mengucapkan salam aku masuk ke dalam Rumah, dan Zahra tertawa.


" kita tuh Satu Komplek Van...Dan loe ga pernah ke sini" Celoteh Rara dengan memeluk ku, Perut nya sudah buncit dan aku mengusap perut nya.


" Kita tuh Cuma beda Blok Ra, Dan Loe ga pernah maen Ke rumah Gw " Jawab ku.


" Loe Hamil?"


" Hooh "


" Kok Bisa?" Tanya Zahra


" di Pake terus Ra...jadi weh Hamil" Jawab ku dan kami tertawa.


Zahra menghubungi Amira, memberitahukan kedatangan ku saat ini, dan dalam hitungan Menit..Amira sudah datang.


" Katanya loe sakit Van?" tanya Amira


" Sehat kok...Nih liat gw kan!" Jawab ku dan membalas pelukan nya


Lalu kami mengobrol bertiga, 3 wanita yang membahas ini itu, menikmati kebersamaan kami seperti biasa nya.


" Lukman mana Ra?" Tanya ku pada Zahra


" Jalan ama Si Ardhi!" Jawab nya


" Ardhi?!"


" Iya si Ardhi, Dia tertarik ama rumah di paling pojok sono noh" Jawab Zahra


dan aku menarik nafas ku berat

__ADS_1


" Napa Van?"


" Emang Ga ada Komplek lain yah di Bogor?" Keluh ku jujur dan 2 sahabat ku paham, lalu mereka diam dan aku mengusap wajah ku kasar.


__ADS_2