My Vanny

My Vanny
Satria Terlalu Berharap


__ADS_3

Aku merasa sedih dan kesal saat Satria yang selalu mengulang dan mengulang, Mengusap perut ku dan bicara soal hasil kerja keras kami di bulan ini.


" Papih nya Dokter, Bunda nya kerja di Bank, kalo perempuan... Anak kita bisa jadi Finance Direktur di Rumah Sakit Eyang nya" ucap Satria


" Kalo Jadi Maskot nya Boleh Ga Sat?"


" Mulut mu Van...Doa loh Itu" Jawab Satria dengan memeluk Guling ku.


" Candaaaa SATRIA...Kamu ini Ga Bisa Becanda Yah" aku pukul lengan nya berkali kali, dia hanya diam dan pura pura tidur.


" Awas yah cium cium saya lagi" Ancam ku pada satria, Satria mendelik pada ku


" iya ga akan...." Jawab nya dengan yakin


" Bener " tanya ku, Rasa nya senang juga mendengar jawaban itu dari Suamiku yang selalu ketagihan saat kami melakukan nya


"Bener... Malem ini udah beres, Besok malem lagi yah Van, kecuali kalo kamu yang mau, iam ready for you" Jawab nya membuat aku semakin kesal.


" Ayo tidur, besok Libur kan?"


" Kerja sat " Jawab ku dengan kesal


" Ya udah sini peluk, Met Bobo Bunda" Ucap nya dengan menarik tubuh ku, mencium dan memeluk ku dengan erat, kesal ku hilang meluap entah kemana, perlakuan lembut satria membuat aku nyaman untuk balas memeluk nya.


Senin pagi, aku berangkat lebih pagi, Aku mendapatkan tugas untuk mengawasi pameran di Mall Atrium, Kerja di luar kantor biasanya lebih banyak mengeluarkan uang, karna banyak Jajanan yang biasanya menggoda aku, belum lagi ***** makan ku memang agak tinggi akhir akhir ini. Mungkin salah satu efek dari melayani suami ku yang begitu kuat saat kami di tempat tidur...Yah sudah lah, Jajan Jajan saja nanti, makan tinggal beli, toh uang ku banyak saat ini.


Pameran kali ini di mulai jam 9 sesuai Jam buka nya Mall, kami akan memberikan Stock kalender dan merchandise dari kantor, sekaligus promo untuk Asuransi, Jadi dari kantor ku, di kirim lah aku dan della, sedangkan dari cabang lain juga ada beberapa orang. kami biasanya sudah saling kenal, hanya saja tidak begitu akrab.


Awal bulan banyak pengunjung Mall yang datang, apalagi saat week end nanti, biasanya mereka membawa keluarga mereka, Jadi kami yakin bisa menjual produk asuransi kami.


Saat makan siang,


" padang yuks Bu" ajak Della


" bawa bekel Del"


" Rendang bu...Sambel merah loh" Ajak Della dan aku tersenyum. menimbang Bekal sehat dari Satria dan Rendang yang begitu menggiurkan.


" Ayo Bu...buruan" ajak Della, aku mengelengkan kepala ku,


" ya udah...saya jalan sendiri" Ucap Della.


" Ehhh Tunggu deh Del, Saya ikut" Jawab ku dan della tertawa. ku tutup Bekal ku kembali lalu memasukan dalam Tas bekal nya. Aku jalan bersama Della, masuk ke Rumah Makan Padang Trio yang rasa nya Luar biasa.


Sore setelah Jam 5 tugas hari selesai, aku dan della sempat mampir ke toko baju anak, membeli baju untuk Anak nya Satria, Gigi. Aku memilih banyak baju berwarna Pink dan ungu, cocok untuk kulitnya yang putih.


" buat siapa Bu?"


" Anak laki saya!"

__ADS_1


" Busyeeettt, Duda beranak! Berapa anak nya bu?" Tanya della dengan tertawa


" Sembarangan kamu, Perjaka ting ting lah, cuma dia itu punya anak 1 perempuan"


" Ga paham saya Bu" ucap della dan aku tertawa, tidak ingin menjawab nya, karna tidak semua pertanyaan harus di jawab bukan.


Sampai ke rumah, Mobil Satria sudah ada terlebih dahulu, Aku masuk dan ku lihat jam tangan ku, Sudah jam 8.15 malam, pantas gigi tidak menyambut ku.


" Kok telat Van?" tanya nya Satria dengan menyimpan HandPhone nya, aku mencium pipi nya lalu duduk di samping nya dengan melepas sepatu ku.


" Nge Mall dulu" Jawab ku


" Ga bilang"


" Udah kok"


" Yang Mana?"


" yang bilang saya di atrium "


Jawab ku


" Oh itu"


" makanya fokus kalo baca Chat saya" Protes ku dan masuk ke dapur, aku membuka bekal makan ku yang tidak aku makan.


" Tadi makan padang"


" Besok bilang kalo ga mau saya bawain bekel, sayang...Buang buang makanan gini..banyak orang..."


" iya Maaff Sat....please deh, Soal makanan aja kamu ngomel" jawab ku dengan merebut kotak bekal ku, aku simpan di atas tempat cuci piring


" Bukan Marah, Cuma kasih tau"


" iya saya tau" Jawab ku dengan kesal, nyesel ga di buang di toilet Atrium tadi.


" Kamu kok Marah?" tanya nya


" gakkk..." jawab ku dan berjalan masuk ke kamar, aku mandi dan melupakan kesal ku saat ini.


Malam ini aku diam, kesal. Aku naik ke tempat tidur dan merebahkan tubuh ku, dan menikmati musik dari Handphone ku dengan Headset di kuping, dan membaca chat masuk. Group skip, biar kan, Sahabat ku...langsung aku balas, dan nomor tidak di kenal


081211****3


Malam Van, Kamu janji hubungi saya! ternyata nomor saya kamu Block, ini nomor pribadi saya yang lain.


Huuuffttttt dia lagi. aku langsung mem block nya lagi, aku tidak ingin di ganggu oleh nya, Susah payah aku bertahan selama ini, menunggu nya tanpa kepastian, sampai akhir nya satria datang dan kami menikah.


" Van...Kok ngajakin saya" Ucap Satria yang masuk ke kamar lalu naik ke tempat tidur, untung saja sudah aku hapus chat nya, hilang dari riwayat chat ku di handphone.

__ADS_1


" Emang perlu saya ajakin kamu! " Jawab ku asal


" Gitu aja Marah" Keluh nya


" Kamu nya banyak ngomel, buat hal yang gak penting" Keluh ku


" Kok ga penting, Itu makanan Van, kita harus bersyukur, banyak orang"


" Iyaaa Satria...udah ah, saya ngantuk" keluh ku dan memiringkan tubuh ku.


Satria


Aku memeluk nya dari belakang, istri cantik ku yang pemarah, Dia bilang aku yang sering mengomel, Padahal diri nya lah yang sering mengomel, Tapi aku tetap memeluk nya, aku mengusap perut nya lalu ku cium punggung dan leher nya.


" gak boleh Marah kalo mau tidur"


" Ganggu kesehatan emang nya?!" Tanya nya ketus


" iya...nanti jantung nya Sakit, hati nya sakit" Jawab ku dengan terus mencium leher nya. dan dia tidak melanjutkan percakapan yang terhenti, aku lelah, sangat lelah. Tidur dengan memeluk nya menjadi therapy untuk ku.


Senin sampai Jumat, aku sibuk dirumah sakit, sesekali menghubungi Reno dan Gio yang sedang berjuang di Korea, rasa nya ingin menyusul Gio dan Reno, tapi tanggal 10 ini aku harus ke Jepang, Aku tak tega meninggalkan Istri ku untuk jangka waktu lama.


Vanny pulang aku sudah tidur, atau Aku pulang, Vanny yang sudah terlebih dahulu tidur, kami hanya bertemu di pagi hari menjelang subuh dan melakukan aktivitas malam kami yang Hot menjelang waktu itu.


" saya kangen Van"


" Kalo kangen pulang Cepet, Ga usah ngobrol mlulu di rumah sakit" Jawab nya dan aku tidak peduli, aku terus mencumbu nya, aku terus mencium nya dan Vanny mulai mengerakkan tubuh nya mengikuti gerak tubuh ku.


Ardhian Sastro Wardhoyo


Kembali ke Jakarta, Rasa rindu yang sudah tidak bisa aku tahan, Pada gadis yang begitu cantik dan selalu mengisi hari hari ku hampir 4 tahun ini.


Aku kembali sebagai orang yang sudah Sukses, aku kembali dengan kemenangan untuk Karier ku. Saat ini aku siap menjadikan dia Istri ku, kami bisa hidup layak, kami bisa bahagia secara materi, karna untuk kebahagian bathin, dulu saja saat kami kuliah, kami sudah bahagia.


Kembali ke Jakarta, Aku simpan Koper koper ku di Apartement ini, Apartement yang di sewakan oleh Kantor, karna aku mendapatkan banyak fasilitas dari kantor, tentu saja itu sudah tertuang di kontrak kerja ku satu tahun lalu, aku meminta lebih, begitu juga perusahaan yang meminta Maksimal dari ku, kami fokus pada hak dan kewajiban kami tentu nya.


Senin pagi aku datang ke kantor Pusat, aku di sambut oleh banyak orang, sapaan selamat datang dan pekerjaan over handle langsung menjadi sarapan ku.


Aku memeriksa banyak file, aku tidak ingin ada yang terlewat terutama mencari tau, di cabang mana Wanita ku bertugas.


Banyak nama pegawai, tapi hanya satu nama yang menarik perhatian ku, siapa lagi kalo bukan, Stevanny Leonydhia P. Aku tersenyum dan iam here for you Singa betina ku yang manis.


" Supervisor CS "


" cukup punya Posisi, satu level lagi bisa jadi kepala cabang" ucap ku lagi.


" Kita segera bertemu Van"


" I Love You Van" ucap ku lirih dengan terus membayangkan senyum manis nya.

__ADS_1


__ADS_2