My Vanny

My Vanny
Istri Gw


__ADS_3

" Van...Ayo Masuk" Mbak Indah memanggil nya, Vanny masuk perlahan dan mendekati kami.


" Kamu Kenapa?" Kok pucet ...Cape banget Yah?" Tanya ku dengan meraih tangan nya, Tangan nya dingin, dan aku meminta nya untuk duduk. aku menempelkan tangan ku di dahi nya, keringat nya dingin, lalu aku usap dengan jari jari ku.


" Istri Gw, Yan...Vanny nama nya" Ucap ku mengenalkan Vanny pada Ardhian yang bisa kami panggil Iyan, setelah Vanny menarik nafas nya dengan berat.


" Gw Udah kenal, Iya Kan Van" ucap nya dengan Hangat dan Vanny tersenyum pada ku.


" Kenal dimana Van?" tanya mbak Indah, Mbak Indah terlihat Heran juga, sama seperti aku.


" dulu temen di kampus" jawab istri ku, lalu dia memberikan map plastik pada mbak Indah


" Laporan hari ini Mbak" ucap nya.


" apa kabar Van?" Tanya ardhian dengan mengulurkan tangan nya.


" Lupa Saya..." keluh nya sambil tertawa


" Kabar saya Baik, Kamu gimana Ard?"


" Saya tidak baik baik saja" Jawab nya Iyan, dia memang senang bergurau, jadi aku hanya tertawa.


" Makin Cantik Van, keliatan lebih dewasa deh" Puji Iyan dan aku tersenyum.


" Pilihan gw ga salah Lah...cantik, Pinter dan Jutek, bikin kangen" Ucap ku dan vanny Mengkerucutkan bibir nya.


" Mbak...coba iyan liat laporan nya" Pinta Iyan dan Mbak Indah memberikan laporan yang tadi Vanny berikan.


" Lumayan..." Ucap nya dengan mengangguk anggukkan kepala nya.


" Yang nama nya Della yang mana Sih Mbak?" tanya nya dengan terus melihat laporan, terlihat serius sekali


" ada anak bawah,...Mau kenal?" tanya Mbak Indah


" Boleh deh Mbak...Ayo Van, kita meeting dulu 15 menit aja"


" Sekarang?" tanya Istri ku


" sekarang deh...sebelum Pulang, cuma pengen tau ada kendala apa di lapangan " Jawab nya, Dan istri ku lagi lagi hanya menggerutu. Iyan terlebih dahulu Masuk ke ruang meeting, semantara Vanny duduk dengan menyandarkan kepalanya di bahu ku.

__ADS_1


" saya cape Sat"


" 15 menit Van, Dia Boss kita, Ayo lah, Saya telphone Della dulu"


Aku mencium kening nya di depan Mbak Indah, Mbak Indah ku tersenyum. Della masuk ketika Vanny masih merebahkan kepala nya, lalu dia merapihkan posisi nya.


" Meeting Ama Boss Besar Dell. Ayo lah, Saya dah cape" ucap Vanny


" Sama saya Juga Bu, ga besok aja"


" Sekarang Della" ucap Mbak Indah dan 2 orang ini masuk ke ruang meeting kecil yang berada di dalam ruang kakak ipar ku.


STEVANNY


" Nama Kamu Della?" tanya nya dengan duduk yang menyandar pada kursi besar


" Iya pak"


" Saya Ardhian Sastro Wardhoyo, Saya Regional Manager 1, saya yang membawahi semua cabang se Jawa dan Bali " Ucap nya menjelaskan posisi nya, aku kaget...ternyata posisi nya lebih tinggi dari Pak Siswanto yang akan pensiun bulan ini, dia mengulurkan tangan nya pada della, Della menjabat nya balik.


" Silahkan Duduk " Ucap nya pada aku dan Della, aku dan della duduk berdampingan, tapi ardhi meminta nya untuk pindah ke sisi kiri nya


" kamu bawa Handphone dan Headset?"


" pake del, Balikin badan kamu, jangan nguping pembicara an saya, kecuali kamu siap di mutasi ke daerah karawang" Ucap Ardhi dengan suara yang tegas, della hanya tersenyum tipis lalu memakai headset nya.


" Apa Kabar Van?"


" Tadi saya udah Jawab Baik " Jawab ku dengan tegas. Ardhian menarik kursi ku, kami duduk begitu dekat.


" Ada apa dengan kamu Hah!" saya datang Van, Kenapa saya datang dan kamu sudah menikah!" aku diam tanpa ingin membalas nya


" Kenapa kamu gak tunggu saya!" aku mulai memaki dalam hati.


" Kenapa kamu tega Khianitin saya!" Kamu yang bohongin saya ardhi, jawab ku dalam hati.


" Kenapa Harus dengan Satria, Vanny! satria itu adik ipar kakak saya" waw aku kaget...Ardhian Adik nya Mbak Indah,


" Apa karna dia kaya Raya?" aku mengutuk nya dalam hati.

__ADS_1


" kenapa diem Van " Tanya nya dengan wajah yang menahan kesal.


" Apa, kenapa dan untuk apa saya harus menjawab nya!" Jawab ku dengan ketus


" Kamu harus menjelaskan semua Van!"


" Ga ada kewajiban saya menjawab pertanyaan kamu" jawab ku cepat


" Oh yah!!!!"


Ardhian menarik lagi bangku ku, dia berusaha memeluk aku, tapi aku mendorong nya,


" Saya sudah menikah Adrian, Saya Sudah Menikah" jawab ku 2 kali mengulang kata saya sudah menikah.


" Kamu Jahat Van" Ucap nya dengan menjambak rambut nya sendiri


" saya Jahat?!" tanya ku tidak Paham.


" Saya disana kuliah Van, saya kerja, dan gosip yang Lukman bilang saya menikah itu Bohong, Saya tidak pernah menikah dengan wanita manapun Van...dan saya kembali untuk Kamu Van"


Aku mengelengkan kepala ku, saat Ardhian bercerita tentang photo itu, bahkan dia bersumpah mengatakan bahwa dia tidak berbohong pada ku.


Hati kecil ku berkata, Ardhi tidak berbohong, terlihat jelas dari semua bahasa tubuh nya, Dia memang selalu Jujur pada ku...


" Kenapa kamu ga ada kabar?" Tanya ku dengan kesal


" Kabar?" buat apa Van?"


" Buat komunikasi kita lah" Jawab ku


" Gak penting komunikasi Van, Yang penting itu saya menetapi janji saya, Saya serius kuliah, saya serius kerja dan saya membawa kesuksesan saya buat kamu Van, Buat wanita yang sudah berjanji bersama saya, bahwa kita akan menikah setelah saya kambali dan Saya berhasil dalam pekerjaan saya. Kamu ingat janji Kita?"


" Kamu pasti lupa dengan Janji kita Van, Karna kamu sibuk dengan laki laki kaya dan Manja itu, ga nyangka saya Van...Wanita yang saya jaga, wanita yang saya sayang, bisa yah menikah begitu saja tanpa memikirkan Janji yang sudah di buat nya sendiri"


" Saya kecewa" Ucap nya


" saya pernah lebih kecewa " Jawab ku dengan semua amarah yang menumpuk di dalam dada. Ardhian menarik nafas nya Berat, dia terlihat frustasi saat ini. dia menjambak rambut nya lagi, memukul kepala nya sendiri berkali kali.


" Maaf kalo saya ga ada kabar, tapi kamu harus nya hubungi saya Van, tanya kebenaran soal photo itu, bukan malah mendiam kan saya, saya berpikir...kita baik baik Van" ucap nya dengan suara yang bergetar menahan semua rasa yang di miliki nya saat ini.

__ADS_1


" Van...Saya Sayang kamu Van...please, come back to me, be my wife" Ucap Ardian dengan berjongkok dan memegang kaki ku, aku langsung menarik tubuh nya.


" PLease jangan begini Ardh" ucap ku, ku lihat mata nya yang berkaca kaca.


__ADS_2