
Aku yang mengendarai mobil nya Mbak Sari sampai Bogor, Aku juga memaksa untuk dia tidur, perjalanan nya masih Jauh, Dari Bogor ke cianjur butuh sekitar 3 jam, apalagi ini malam Minggu, Jalur puncak sudah pasti macet.
Dengan hati berbunga bunga, aku kemudikan mobil, aku rindu suami ku, aku rindu kamar kami, Gigi dan Juga suasana rumah.
Hampir jam 11 malam, Mbak Sari sudah aku bangunkan saat mobil keluar dari tol jagorawi, dan sekarang kami sudah masuk ke jalan utama di komplek perumahan.
" Suami kamu pasti kaya Van!" Seru Mbak Sari saat aku meminta card pengunjung di pos security
" Alhamdulillah...cukup mbak, kalo kaya ga juga sih" Jawab ku merendah, dan akhirnya mobil berhenti di depan rumah tetangga ku, Banyak mobil terparkir di depan ku, dan aku mengkerucutkan bibir ku.
" Masuk dulu yuk Mbak!" Ajak ku pada Mbak Sari sambil mematikan mesin mobil
" Gak Deh Van, lain kali saja. Saya udah kangen anak anak" Jawab nya dan membuka pintu mobil, aku juga keluar dari mobil dan Mbak Sari masuk ke mobil lagi.
" Saya jalan Yah Van "
" Sip Mbak, Hati hati, salam buat keluarga di rumah " Jawab ku dan mobil Mbak Sari langsung pergi meninggalkan ku.
Pintu pagar besi yang besar dan tinggi menjulang terbuka, sudah pasti ada tamu di rumah ini. Aku mengucapkan Salam lalu masuk ke dalam Rumah.
Banyak orang di ruangan tamu ku. dan Satria terkejut dengan kedatangan ku.
"Bund.." Satria langsung berdiri ketika melihat kedatangan ku, kami berjalan maju saling mendekat dan Satria langsung memeluk ku.
" Kok ga bilang?!" tanya nya dengan suara yang lembut
" Biar jadi Kejutan" Jawab ku dan Satria mengusap punggung ku
" Thanks Bund " Ucap Satria, Satria langsung mengenalkan aku sebagai Istri nya pada teman teman nya, dan dua orang yang sudah aku kenal....Adel dan dokter Shanti yang terlihat tidak nyaman dengan kedatangan ku.
Setelah menjabat tangan semua orang, bahkan aku dan Adel berpelukan dan cipika cipiki dengan nya, aku pamit untuk menyimpan tas dan mengganti pakaian ku, aku masuk ke dalam ruang keluarga, dan Tidak aku temukan suara Bi Narti dan Gigi, Mungkin mereka sudah tidur, Pikir ku sambil melirik jam besar di Dinding ruang keluarga, Aku bergegas mengganti pakaian ku lalu bergabung kembali bersama suami dan teman teman nya.
" Udah pada makan, Pih?" Tanya ku pada Satria
" Belum sih Bund, keasyikan Ngobrol" Jawab Satria
__ADS_1
" Gw kaya gurame Van...aer putih doang!" Canda Adel dan kami tertawa
" Jalan yuks kita makan di luar!" Ajak Satria pada Teman teman nya
" Bibi ga di minta masak dari tadi?" Tanya ku dengan mengkerutkan dahi ku
" Gigi Liburan ke rumah Mbak Hasna, Bibi saya minta ikut, mereka berangkat jam 5 sore" Cerita Satria dan aku ber Oooohhh panjang.
" Jadi Jalan?" Tanya teman Satria
" Yuks " Ajak Satria lagi, Dan semua orang setuju kami akan makan malam di luar.
" Kok Bisa ijin pulang Bund?" tanya Satria ketika kami berdua di mobil, Satria mengusap perut ku dan aku merasakan kenyamanan saat satria melakukan nya
" Saya kangen Pih, malem ini saya pengen tidur di peluk Kamu" Jawab Ku Jujur dan Satria melirik pada ku, satu kecupan mendarat di pipi ku.
" Saya lebih kangen Bund " Jawab Satria dan kami saling melempar senyum termanis kami.
Kami makan di salah satu warung tenda di dekat Universitas Pakuan, Kami duduk di satu meja panjang, Satria selalu memegang tangan ku, dan Aku pun membalas nya dengan Erat.
" Ini middle Pih"
" middle itu level 5" ucap nya dengan mencium punggung tangan ku.
" Level 5 aja yah" Pinta nya lagi, dan aku yang sedang happy menyetujui permintaan kecil dari suami ku.
Saat kami makan, Reno datang ikut bergabung bersama kami, Reno duduk di depan ku, dan Terlihat dokter Shanti itu lebih menonjol dan dominan, semua teman laki laki Satria menjadikan nya Putri pembicaraan saat ini.
" Kapan balik Van?" tanya Reno ketika dokter dokter ini membahas tentang pekerjaan mereka
" Sampe rumah jam 11an malem" Jawab ku
" Loe ngerti?" Tanya Reno dan aku tertawa
" Loe?"
__ADS_1
" Gw 86 aja!" Jawab Reno dan kami tertawa.
Seru nya pembicaraan mereka mereka orang, aku dan Reno hanya bisa tersenyum dan sesekali menjawab pertanyaan dokter dokter ini, aku tidak se pintar mereka, aku hanya seorang Staff di Bank Swasta saja, beda dengan mereka yang memiliki profesi dan skill yang sudah sangat terarah dari awal karier mereka.
" Pulang yuks Pih, udah jam 12 lebih " Ajak ku pelan,
" Udah cape banget yah Bund?"
" Iya " Jawab ku dan Satria langsung men cut obrolan temen teman nya.
" Gw duluan Yah, bini gw Lagi hamil muda, gak boleh kecapean " Seru Satria dan Protes pertama datang dari dokter Shanti
" Ya ellah Sat...lagi asyik ngobrol gini"
" Penganten Baru Shan....loe ga ngertiin banget" Ucap dokter laki laki yang tertawa dan Satria menimpali nya
" Bener banget... penganten baru identik ngamar dan ngamar "
" Gw juga balik deh " Seru Adel
" Loh kok balik Del?!"
" Laki gw baru balik gawe " Jawab Adel dan akhir nya semua orang pergi meninggalkan tempat ini, setelah Satria membayar semua makanan kami.
" Maaf ya Bund...ngobrol nya kelamaan" Ucap Satria di dalam mobil
" Maaf juga yah pih, udah ngajak kamu balik duluan, Padahal kalian lagi asyik ngobrol" Jawab ku
" Gak apa apa lah, ga terlalu asyik juga sih, yang asyik itu rebahan di kamar, matiin lampu, kamu nonton drama korea, dan saya mimih susu " Jawab Satria dan aku memukul lengan nya.
" Mesum "
" Kangen Bund"
" Iya...nanti saya mandi dulu yah Pih " Jawab ku dengan malu malu.
__ADS_1