My Vanny

My Vanny
Packing


__ADS_3

Setelah sampai di rumah, Gigi masuk ke kamar nya, dia harus sholat dan juga tidur siang, Aku dan Satria masuk ke kamar kami, sholat berjamaah dan Satria menanyakan lagi masalah kompensasi tadi.


" Saya cuma pengen buktiin ke diri saya sendiri, Pih!"


" Saya pengen banget punya Posisi di kantor " ucap ku lagi dan Satria tersenyum


" Posisi kamu udah Cukup Bund, Kamu Istri dan ibu dari anak anak saya, Kalo masalah karier anggap saja itu Bonus" Jawab Satria dengan lembut.


" Tapi saya ga akan larang kamu lagi Bund, Saya kenal kamu dalam kondisi kamu sudah bekerja, saya ga mau di anggap Egois" ucap Satria lagi dan aku Galau. Suara nya tidak emosi dan itu yang membuat aku merasa tambah tidak enak hati.


" Pih...Saya masih mau kerja, saya masih pengen ikut training itu, Kamu marah gak?"


" Saat ini apa ada nada suara yang emosi?" Tanya nya dan aku mengelengkan kepala ku


" Thanks ya Pih...Kamu ngertiin saya banget" Puji ku dengan tulus


" Besok saya anter ke Anyer, Jam berapa registrasi nya?" tanya Satria


" Jam 10 Pih "


" Ok...kita jalan jam 6 pagi, kita jalan santai" Jawab Satria. Satria menurunkan satu koper dari atas lemari baju.


" Papih gak Kerja?" Tanya ku dengan manja


" Besok tukar jadwal sama si Rudi, malem saya gantiin dia di UGD" Jawab Satria dengan santai.


" Pilih baju yang nyaman Bund, Kamu lagi hamil" Pesan Satria dan aku tersenyum, aku menyusun baju baju untuk training ku nanti, banyak kemeja, Rok hitam dan juga celana panjang hitam dan coklat tua.


Satria


Istri ku sedang mengemas pakaian nya, Aku duduk disamping koper yang terbuka di atas tempat tidur kami, aku melihat dan mengawasi pakaian seperti apa yang akan di pakai nya nanti.


Istri ku harus nyaman dengan pakaian nya, dia sedang hamil anak ku, kembar pula lagi, dia tidak boleh memakai ketat karna akan membuat nya sesak dan Calon baby ku khawatir ke sakitan di dalam sana.


Andai aku boleh EGOIS, ingin aku mengurung nya di dalam kamar ini, memaksa nya tinggal disini, tapi aku tidak ingin menyakiti nya lagi, cukup aku bersikap bodoh dan membuat nya menangis, dan juga aku tidak ingin istri ku merasa tidak nyaman dengan pernikahan kami.


Pernikahan itu menyatukan dua kepribadian, dua pemikiran yang pasti tidak sama, dua orang yang berlainan pendapat dan pikiran, dua latar belakang yang berbeda dan ini kami, kami sedang membangun rumah tangga kami.


aku sedang belajar membangun komunikasi yang baik dengan istri ku, aku belajar menahan emosi dan Ego ku, dan istri ku pun pasti sedang belajar tentang itu.

__ADS_1


Pakaian nya sudah tersusun rapi, aku membawa nya ke bagasi mobil, aku siapkan dari siang ini, agar tidak ada yang tertinggal.


" Tidur dulu Bund, Kamu harus Istirahat, Besok kamu bakal mulai sibuk, dan saya gak bisa jagain kamu"


" Temenin Pih" Pinta nya dan aku membawa nya naik ke tempat tidur. Vanny sudah merebahkan kepala nya di dada ku saat ini, aku mengusap kepala nya dengan tangan kanan ku.


" Susu buat di sana, nanti sore kita beli yah Bund"


" Hemhh " Jawab singkat istri ku


" vitamin udah masuk ke tas belum Bund?" tanya ku


" Udah Pih, saya masukin ke Tas kerja aja"


" Ok " Jawab ku


" Ok " Jawab Vanny


Aku terus mengusap rambut nya, aku biarkan dia tidur di siang ini.


" I Love You, Bund" Ucap ku pelan dan mencium kening nya.


Jam 3 sore aku membangunkan istri ku, 2 jam sudah cukup untuk Istri ku beristirahat, bukan kuantitas tapi kwalitas tidur yang baik, efektif untuk me recharge tubuh kita yang selalu bergerak aktif.


" Udah Sholat?" tanya ku pada 2 wanita cantik yang mempunyai potongan rambut yang hampir sama.


" Udah dong Pih" Jawab Vanny dan Gigi kompak, aku tersenyum dan ikut duduk bersama.


" Paket ini buat Papih" Ucap Gigi, menunjuk kotak di atas Meja


" apaan sih Pih? tumben belanja On Line?" Tanya Vanny, dan aku mengambil paket yang kemas khusus


" Kita unboxing aja Bund " Seru ku dan Gigi begitu bersemangatnya membantu aku membuka satu kotak besar.


" USG Portable, Bund! Buat Kamu, saya mau dokumentasi in kehamilan Kamu" Ucap ku dan Vanny tersenyum


" Pasti Mahal!"


" 40 Juta, tapi ini cuma 2 dimensi, kalo 4 dimensi sekitar 500 ratus" jawab ku dan Vanny memukul bahu ku

__ADS_1


" Buang buang duit"


" Buat anak saya, saya ga takut keluarin banyak uang...dan sekalian buat Invest juga lah " Ucap ku dan Vanny mengusap lengan ku.


" Ayo kita coba Bund!"


" Disini?" Tanya Vanny


" Mau dikamar?" Tanya ku balik dan Vanny menggelengkan kepala nya.


" Ayo rebahan " Perintah ku dan Vanny menuruti perintah ku. aku mulai mengambil gel untuk aku oles kan di perut istri ku, Gigi menjadi Assisten ku, dia sibuk bertanya ini itu.


" Ini ade Bayi, Gi...ada 2...keren kan" Ucap ku dengan bangga


" Perempuan atau laki laki Pih?" Tanya Gigi


" Belum keliatan Gi, Masih kecil banget soal nya, nanti kalo udah 4 bulan, Kita bisa tau, ade baby nya perempuan atau laki laki " jawab ku dan Vanny hanya tersenyum


" Liat tuh Gi...2 ade bayi nya aktif banget, dia gerak, Cenat cenut, tapi yang ini lebih aktif banget, Dia dominan" Ucap ku


" Nakal yah Pih, Gak Bisa diem?"


" Bukan Nakal Gi, tapi dia seneng...dia bisa berkembang di perut nya bunda"


" Tapi ga bisa diem gitu Pih!" Ucap Gigi lagi, dia menunjuk layar monitor seperti laptop dengan telunjuk nya.


" Iya...dia gak bisa diem, trus Cerewet kaya gigi" Jawab Vanny dan aku tertawa. istri ku seperti nya tidak suka baby nya di bilang tidak bisa diam oleh Gigi, dan gigi Malah ikut tertawa saat ini.


" nanti saya save...trus saya pindahin ke laptop saya"


" Gigi mau dong Pih!"


" Mau apa Gi?" Tanya Vanny


" mau video ini Bund" Jawab Gigi


" laptop aja gigi ga punya!" Canda Vanny dan Gigi tertawa


" Iya Bund, Gigi gak punya Laptop " jawab gigi dengan lemas nya, bahkan dia langsung merebahkan tubuh nya ke karpet. aku tertawa melihat tingkah gigi yang seperti ini, penuh spontanitas, penuh ekspresi.

__ADS_1


" Nanti kita beli, Kan gigi mau sekolah Besok, Malem ini Papih pergi beliin laptop buat gigi" Jawab Vanny dan aku tersenyum.


" Udahhh ga usah sedih, Mau Jadi Kaka tuh harus kuat, Gi. Nanti kalo gigi nangis, di ketawain ade bayi, malu nya pake banget" pesan Vanny dan Gigi tertawa lagi saat ini.


__ADS_2