My Vanny

My Vanny
Kamu BRENGSEK


__ADS_3

Aku mengetuk pintu ruangan Bu Indah. Bu Indah berteriak " Masuk", aku membuka pintu perlahan lalu menampakan wajahku dan memasang wajah imut ku


" Bu....saya ijin pulang yah!" Pinta ku dengan berdiri di depan meja nya,


" Duduk dulu...Ada masalah apa Van?"


Aku duduk dan tetap tersenyum


" saya ada keperluan Bu, Please..." ucap ku meminta pengertian dari si Boss


" Ada masalah apa, Van..." tanya nya lagi, Bu Indah menatap ku dengan penuh tanda tanya


" Saya belom ada persiapan buat nanti sore bu, Sabtu pulang dari Cirebon saya langsung ke Bogor, Malem nya saya kondangan, minggu tidur, dan sekarang saya takut" jawab ku, aku biasa menceritakan kegiatan ku pada nya, toh kami akrab juga, jadi aku pikir, menceritakan ini, bukan masalah besar. dan Bu Indah menertawakan ku


" Bener ga ada masalah yah!" tanya nya lagi meminta aku untuk meyakinkan diri nya


" Iya Bu...boleh Yah, kan lukman ada, Hesti ada, operasional ga akan ke Ganggu deh"


" Ya sudah...Balik gih, Siap siap buat Jam 5" Pesan Bu Indah dan aku memeluk bahu nya


" BU INDAH memang Juara" ucap ku dengan tertawa, Bu Indah menepuk nepuk pipi ku


" Manja nya...Untung saya Sayang Van" dan kami tertawa lagi, aku mengambil tas ku di ruang ganti karyawan, lalu meminjam paksa Mobil Lukman, Hati ku gelisah...otak ku panas, Aku Di BOHONGI Satria habis habisan.


Ku kemudikan mobil menuju salah satu Rumah sakit swasta di Bogor, hampir 1 jam 50 menit menuju ke bogor, karna macet nya jalan di Toll Jagorawi dan akhirnya aku sampai di titik GPS mobil ku berada, Aku mengelilingi parkiran di rumah sakit dengan mobil lukman, mata ku tertuju saat mobil merah Suzuki Baleno ku terparkir di satu jajaran parkir mobil yang Bertuliskan " Parkir Khusus Dokter Rumah sakit". aku memukul stir mobil dengan kesal, lalu mencari tempat kosong untuk parkir mobil ku.


Ku lepas sepatu kerja ku, lalu mengambil sendal tipis milik Rara yang kulihat berada di kolong kursi, aku pakai dan mengambil tas salempang ku. aku mulai berjalan memasuki rumah sakit, banyak orang di sini. Seorang petugas keamanan menghampirku


" Siang Bu....Mau Daftar ke dokter siapa?" tanya nya dengan sopan


" Saya ......ke Dokter Adel" Jawab ku mengingat Adel juga praktek disini


" Waahhh Dokter adel sudah selesai praktek bu, Coba buat janji dulu Bu, Jadwal nya ada di Sign Board" Jawab Security dan aku langsung berjalan menuju sign board yang di tunjukkan oleh security tadi.


" Adeeell" Aku menyebut namanya..


Ada banyak dokter yang nama nya tercantum disini, lengkap dengan poly dan Jadwal prektek nya, Tangan ku mencari Nama Adel, mengerakkan jari jari tangan mencari nama Adel, dan berhenti pada Nama Dr. Satria Putra Dewantara. dokter umum, senin - Jumat 09.00 - 14.30. * UGD sesuai jadwal

__ADS_1


" Siaaaaaaalllaaannn" Aku memaki diriku sendiri.


Aku mencari meja informasi, lalu bertanya keberadaan dokter Satria, laki laki yang sudah bercinta dengan ku 3 kali dalam waktu kurang dari 24 jam.


Bagian informasi itu menyebutkan Ruangan Praktek dokter mesum itu berada, " Room 114, Dokter satria. Praktek nya sudah akan selesai" ucap nya, dan aku berjalan berjalan cepat, melihat petunjuk jalan dan akhirnya aku berada di ruangan praktek para dokter, aku hanya tinggal mencari kamar nya, lalu aku menelurusi satu satu kamar itu, aku abaikan panggilan dan pertanyaan dari beberapa perawat yang melihat aku berjalan dekat di depan pintu kamar praktek.


Senyum ku kelu, saat aku lihat di pintu yang tertutup, Sign Board kecil dari semacam besi putih bertulisan kan nama Satria Putra Dewantara, lengkap dengan photo profil dokter satria yang sedang ter Senyum manis, senyuman seperti mengejek aku, menertawakan aku dan aku menggelengkan kepala ku.


Aku mendekati meja perawat yang tadi memanggil pasien pasien untuk masuk ke ruang dokter,


" Dokter Satria nya Masih ada?" Tanya Ku dengan sopan


" Masih Bu, Ibu sudah Daftar?"


" Sudah!" Jawab ku asal


" Atas nama siapa?"


aku melirik satu file yang terpisah, ada nama pasien wanita


" Lesti" Ucap ku


Satria


Pagi yang Cerah, walau terlambat dan penuh ketakutan saat Vanny bertanya siapa Dokter Surya?!.


Aku gugup saat itu dan akhir nya aku bisa bernafas lega, saat Vanny sudah meninggalkan mobil dan berjalan bersama Mbak Indah.


Ku Ambil Handphone dan membuat pengumuman di Group Keluarga.


" Iya mau datang hari ini jam 5 ke rumah Bang Rimba, Iya mau bawa calon istri nya Iya.


Buat Bapak, dan 3 abang iya, iya minta waktu nya buat sore ini"


" Buat 3 ipar iya yang cantik dan baik hati, thanks buat dukungannya selama ini...yeaaahhh iya mau punya istri"


" Mbak indah...Vanny jangan di kasih lembur yah" Dan aku tertawa dengan mengetik chat nya.

__ADS_1


Chat ku berbalas


" iya..mau di masakin apa ?" Tanya Mbak Hasna


" Ok" jawab Bang Yudha


" Ok. Abang tunggu di rumah " jawab Bang Rimba


" Noted" Jawab Bang Cakra yang english well done


" Mbak Hasna....Efi bawa apaaaaa?" Buru jawab" chat dari Mbak Efi


" Vanny lembur hari ini, saya Boss nya aja lembur kalo kalo Hari Senin" Jawab Mbak Indah dan aku tertawa membacanya


" Inddaaahhh....ini Bapak" bapak ku ikut menjawab


" Maaaaffff becanda Pak" jawab Mbak Indah cepat dan aku bahagia, Keluarga ku sudah siap menerima Vanny, dengan hati riang dan penuh senyuman aku melajukan mobil kembali Bogor.


Riang hati, bahagia dan penuh suka cita, Apalagi saat di mobil sendiri, ada terdengar suara ******* Vanny yang begitu terngiang di telinga ku, aku semakin tertawa. Gadis cantik yang Jutek itu sudah aku miliki seutuhnya, tubuh nya yang indah, dan malu malu kucing nya saat aku mencumbu nya, Haaaddduuuhh Vannnn.....jadi pengen lagi, keluh ku sambil tertawa sendiri. Dan Malam ini aku akan meminta keluarga besar ku untuk datang ke rumah orang tua nya Di Bandung, aku akan menikahi nya segera. aku akan mempertanjunggjawab kan semua perbuatan ku.


Sampai di rumah sakit aku parkirkan mobil Wanita ku di tempat parkir khusus para Dokter, lalu sedikit berlari ke ruangan para dokter di lantai 2 dan ikut meeting bulanan para dokter walau terlambat datang.


hanya 15 menit dari aku datang meeting itu selesai, dan Fix bulan besok aku ke Jepang dengan dokter Haris untuk mengikuti pelatihan bersama disana.


Jam 9 pagi aku mulai praktek ku, dengan satu perawat perempuan yang membantu ku, satu persatu pasien datang dan pergi, aku seperti biasa melewatkan makan siang, hanya mengkonsumsi Buah apel dan Susu saja untuk mengganjal perut ku.


Hampir jam 2 siang, aku semakin semangat bekerja, aku bertanya pada perawat berapa pasien lagi yang harua aku tangani


" Satu Dokt" Jawab perawat dan aku semakin semangat, sisa 30 menit biasa nya aku ikut briefing Di UGD atau membuat laporan dinas ku yang biasa nya aku cicil setiap hari.


" Panggil sekarang Dokt?" Tanya perawat pada ku.


" Boleh Mbak" Jawab ku yang tidak hafal nama semua perawat. aku menjawab nya tanpa menoleh, dan pintu ruangan di buka, Perawat memanggil nama " Ibu Lesti " Dan ku dengar suara langkah kaki yang masuk lalu mendekat,


" Silahkan Duduk dulu Bu" ucap perawat ku, tapi aku tidak melihat bayangan pasien ku duduk seperti perintah perawat ku. aku tutup file record pasien dan mulai melihat pasien ku.


Tangan nya saling menyatu dan menyilang di dekat dada nya, wajah nya terlihat kesal dan ada mata yang membalas tatapan ku dengan tajam

__ADS_1


" Van..."


" KAMU BRENGSEK, SATRIA" Ucap nya dengan kasar, aku tersenyum dan berdiri, aku minta perawat meninggalkan kami berdua.


__ADS_2