My Vanny

My Vanny
PEMBOHONG


__ADS_3

Rencana Berangkat pagi lebih awal, aku memang masih menyimpan semua baju baju ku saat aku di cirebon di bagasi mobil, bahkan oleh oleh untuk semua orang orang kantor masih tersimpan di jok belakang mobil.


Aku sudah siap dengan baju kerja ku, ku balur lotion ke kaki dan tangan ku, aroma mawar yang bisa menenangkan hati. merias wajah ku seperti biasa hendak ke kantor, dan mata ku membulat saat Satria juga bersiap. Dia memakai celana formal berwarna Hitam, kemeja hitam lengan pendek dan terlihat rapih sekali.


" Ada interview?" Tanya ku tanpa dosa


" Ga ada..." jawab nya dengan menyisir rambut nya yang hitam.


Sepatu hak tinggi sudah aku pakai, satria juga memakai sepatu hitam pantofel nya lengkap dengan kaos kaki.


" rapihhh bangettt saaattt" Ucap ku dengan memeluk nya


" Harus dong, kamu nya cantik Van, ga mungkin saya berantakan" Jawab Satria dengan membalas pelukan ku.


" Masih sakit ga Van?" Tanya nya


" Dikit...kaya ada bengkak deh Sat" Jawab ku jujur, Satria mengusap pipi ku,


" pake salep nya lagi yah van, sehari 3 x, jaga kelembaban nya jangan sampai basah, nanti iritasi" pesan Satria seperti seorang dokter pada pasien nya, aku tersenyum dan menghirup aroma maskulin tubuh nya.


" Sat....jalan yuks"


" Ke kamar lagi?" Tanya Satria dan aku tertawa


" Otak mu benaran mesum" Keluh ku dan Satria hanya tertawa.


Keluar dari rumah, Satria sudah mulai menghidupkan mesin mobil ku.


" Van...kalo saya pakai mobil mu hari ini gimana? "


" pake aja Sat, nanti sore jemput saya"


" Iya...maksud saya juga gitu, jadi kita ketemu bapak ga pisah kendaraan" Jawab Satria.


Suara musik menemani perjalanan kami, Satria terlihat gembira dengan bernyanyi kecil mengikuti lagu lagu yang sedang in saat ini.


" Iam beggin...beggin you " suara pelan satria ikut bernyanyi lagu Beggin nya Maneskin, aku tersenyum... satria mampu berbahasa inggris dengan baik, spelling yang sangat baik, dan tidak terbelit sama sekali, padahal aku saja kadang kadang susah untuk bernyanyi lagu dengan lirik bahasa inggris saat harus mengucapkan nya dengan cepat mengikuti ritme lagu.


" Handphone mu bunyi, Sat"


" Coba tlong liat Van" pinta nya, aku mengambil Handphone di saku kemeja nya


" Dokter Surya " Ucap ku,


" Sini Van saya angkat" Jawab Satria dengan mengambil handphone dari tangan ku, saat dia mengendarai mobil satria selalu meminta aku untuk menjawab semua panggilan masuk, tapi kali beda, dia menyetir dengan satu tangan dan terlihat dia mampu menguasai mobil, bukan seperti orang baru yang bisa mengendarai mobil atau amatir.

__ADS_1


" Pagi Dokt" sapa Satria


" Telattt saya" jawab Satria dengan tertawa


" Ngantar nyonya kerja dulu Dokttt"


" 1 jam deh paling telat"


" Iya...semoga ga macet" ucap Satria lagi, aku terus menguping pembicaraan Satria dengan dokter Surya. Satria menyimpan lagi handphone nya ke saku nya, Aneeehhh keluh ku lagi.


" Siapa Sat?"


" Dokter surya" Jawab nya sedikit gugup


" ada apa?" Tanya ku


" saya belom datang, biasa nya saya bawa sarapan" Jawab Satria dengan suara pelan.


" ohhhh pelanggan Mu?" tanya ku


" Iya " Jawab Satria, dengan tangan mengusap rambut ku.


Mobil sudah masuk ke parkiran kantor ku, aku merapihkan barang barang yang akan aku bawa.


" van...Nanti sore jam 5 saya jemput kamu, Please...kita harus ketemu Bapak"


" setelah ketemu Bapak, kita harus nikah secepatnya, saya banyak dosa, dan saya akan perbaiki secepatnya" ucap Satria dengan suara yang mengiba


" yang dosa bukan cuma kamu aja Sat...saya juga" jawab ku


" tapi dosa saya ke kamu banyyakk Van"


" Yah yah " jawab ku Singkat, aku harus menjawab Iya, karna mobil Bu Indah berhenti di dekat mobil ku, aku khawatir si Boss melihat apa kami kerjakan di dalam mobil.


Dan benar saja, Bu Indah mengetuk pintu kaca mobil ku. aku memukul wajah Satria dan satria hanya meringis kecil, Aku buka pintu kaca dan tersenyum manis pada si Boss


" ngapainn kamu, bukan nya turun cepet cepet ?" tanya nya dengan wajah menatap curiga, tapi dia tersenyum pada ku


" Hehehe ibu, Lagi rapih rapih dulu atuh Bu" Jawab ku dengan merapihkan kemeja seragam ku, satria memang mesum, saat kami di jalan tadi, dia melepaskan satu kancing kemeja ku, dia ingin melihat tertutup di dalam kemeja ku, sempat mencium bagian samping yang tidak tertutup kain B_R_A ku saat lampu merah menyala dan aku hanya bisa pasrah, aku juga menikmati nya.


" Ayo turun" Ajak Bu indah


Saat aku hendak membuka pintu mobil, Satria menarik tangan ku, dia mengeluarkan dompet hitam yang berada di kantong belakang celananya


" Ambil satu Van!"

__ADS_1


" apaan?"


" ambil satu ATM yang kamu mau, Pin nya sama semua, 8...6 kali"


Aku melirik isi dompet nya, mata ini Jeli, ada 2 sim, 4 kartu atm 2 bank yang berbeda dan aku mengambil satu ATM produk tempat ku bekerja, berwarna gold.


" kalo sempet beli baju atau buah tangan buat nanti sore" pesan Satria dengan memcium pipi ku, aku tersenyum lalu turun dari mobil dengan banyak bawaan oleh oleh dari cirebon. Bu Indah berjalan lambat, dia menunggu ku rupanya.


" Dari mana Van?" tanya Bu Indah seperti penyelidik KPK saja


" Sentul bellanova"


" Rumah Pacar mu?"


" Kok Ibu tau?"


" lahhh saya liat kamu dianter Dia" jawab Bu Indah dan aku tertawa


" girang bangeeett" protes nya, dan aku semakin tertawa


" nanti sore saya di ajak ketemu keluarga nya bu, saya harus on time...ga mau lembur hari ini" Jawab ku dan Bu Indah langsung berkomentar


" Serius Van? "


" Iya Bu...jangan nyuruh lembur yah Bu" Pinta ku memohon


" Kalo kamu pulang cepet, saya juga Harus" Jawab Bu Indah


" kok Gitu?" tanya ku dengan terus berjalan di dekat Bu Indah


" Saya juga punya kepentingan keluarga kali" Jawab Bu Indah dan aku tersenyum, bodoh sekali pertanyaan ku ini.


Briefing kali ini cukup singkat, yang lama itu orang orang kantor sibuk memilih oleh oleh yang aku bawa dengan della, bahkan bawaan della lebih banyak dari ku, tapi uang nya tetap saja dari Si Boss Cantik, kami hanya memilih dan membawakan nya saja.


Pagi jam 9, Lukman berdiri di depan counter ku


" mobil loe mana Van?"


" Dibawa cowo gw"


" gilllaaa loe" Protes Lukman dan aku hanya tersenyum. Lukman lalu berkomentar ini itu, dan aku hanya tersenyum menanggapi nya, karna tidak mungkin Satria membawa kabur mobil ku, tapi saat jam 11 siang aku mulai termakan omongan nya Lukman, aku mencari tahu posisi mobil ku melalui GPS dan terpantau mobil ku berada di rumah sakit *MC Bogor.


" Aman" Ucap ku, lalu saat aku harua mengesek keycard ku di mesin otoritasi, aku salah mengeluarkan card dan Della berkomentar


" Sombong yang punya Gold" ucap nya dan kami tertawa kecil, selesai meng arroved proses ganti kartu atm nasabah, della sibuk lagi dengan nasabah nya, aku menimbang untuk memeriksa kartu ATM milik satria fan saat aku melakukan nya, aku terkejut dengan data data satria.

__ADS_1


" pembohong" Maki ku dengan penuh amarah.


__ADS_2