
" Kamu beneran Hamil?" Tanya ku dengan suara pelan, Aku terus menganggu Vanny yang pura pura tidur, aku ingin masalah ini clear malam ini.
" Kamu yang baca hasil nya, kamu dokter yang bilang saya hamil, saya belum ngomong dan di jelasin dokter yang rawat saya saat ini" Jawab Vanny dengan mengusap rambut gigi.
" Serius Van "
" Saya serius " Jawab nya dengan suara yang masih pelan.
" Kamu bilang, kamu ikut KB, Saya ke bidan nya, ada nama kamu juga. Kok sekarang bisa hamil, Saya ga ngerti Van!"
" yah kamu ga akan ngerti Sat, Kamu kan ngerti nya pas Ngeluarin nya doang, pas enak enak nya doang, pas ahhh ahhh ahhh nya aja" Jawab Vanny dan menirukan suara desah@n ku, dan itu membuat aku semakin marah. aku memegang tangan nya erat, bahkan lebih erat dan membuat Vanny meringis
" Sakittt Satria" Ucap Vanny dengan suara yang marah tapi pelan dan menunjukan raut emosi di wajah nya
" Kamu di ajak ngomong itu bukan nya yang bener, ngelantur jawaban kamu Van"
" Saaattt Sakiittt" Ucap Vanny dengan mengoyangkan tangan nya, berusaha melepas kan tangan nya yang sedang aku remas saat ini, bahkan dia mencoba bangun dari rebahan, dia pasti merasakan sakit di tangan nya.
" Makanya jawab yang bener!" Ucap ku dan melepaskan remasan tangan ku di tangan nya, mendorong tangan nya dan membuat dia ke posisi awal dia terbaring.
__ADS_1
" Kamu hamil 5 minggu Van, dari hasil yang saya baca itu sekitar 4-5 minggu" Ucap ku
" Yah emang kenapa kalo 4-5 minggu?" tanya Vanny dan bukan itu jawaban yang aku inginkan.
" Kok Bisa sih?" Tanya ku Lagi
" Ya bisa dong sat...kita aja nikah udah 2 bulan, Lupa, sebelom nikah kita kawin dulu malem itu, 3 x loh!!!" Jawab nya dengan ketus, bahasa nya kasar dan aku aku sedang menahan emosi ku.
" Kamu KB Van!" ucap ku menegaskan kondisi tubuh nya.
" Saya ga KB" jawab Vanny dan emosi ku naik.
" Kok Berubah? Kemaren KB, sekarang bilang gak KB, Kamu bohongin saya?" Tanya ku
" Anak siapa Van?" tanya ku dengan mendekat di telinga nya, suara kami sudah 2 oktaf lebih tinggi dari awal pembicaraan kami tadi.
" Anak kamu Sat, emang kamu pikir anak siapa?" jawab Vanny dengan nada suara yang pelan.
" Jangan becanda Van?! kamu hamil anak saya atau Ardhian?" Tanya ku lebih serius, Vanny menatap wajah ku, senyum nya mengembang, seperti senyum kemenangan dan mengacungkan jari tengah nya ke arah wajah ku
__ADS_1
" F_u_c_k YOU" dengan tawa yang mengejek aku, aku merasa terhina sebagai laki laki, aku terhina sebagai seorang suami.
" Sialan kamu Van" Jawab ku dengan memukul dinding tembok di dekat tempat tidur nya, semua cukup jelas bagi ku, Vanny berbohong pada ku, Vanny begitu kejam melakukan ini pada ku, bermain dengan laki laki lain di belakang ku, mengkambing hitam ku akan bayi nya, dan begitu tega Vanny berbuat ini pada ku. Aku mengemas barang ku, lalu mengendong Gigi yang sedang tidur, dengan sedikit perlawanan dari Vanny aku berhasil membawa Gigi dari pelukan nya, aku banting pintu kamar ruangan ini, Dan !Air mata ku menetes.
" Gigi ngantuk Pih"
" Gigi bobo aja, temenin papih Pulang Sayang, Papih sendiri" Jawab ku dengan mengendong nya, memeluk nya dan membuat dada ku sendiri, iya aku sendiri, sementara Vanny yang brengsek itu besok besok akan bahagia dengan Baby dan laki laki pilihannya.
Stevanny.
Satria menanyakan bapak dari baby yang aku kandung saat ini, hati ku hancur, Satria tidak berperasaan sekali, seburuk itu kah aku di mata seorang Satria.
Sehina itu kah aku di hadapan satria sampai Satria menuduh aku tidur dengan Ardhian, memiliki anak dari Ardhian dan aku menangis saat ini.
Aku tidak pernah berhubungan lebih dengan Ardhian, hari hari ku hanya kerja dan Satria saja, dan dia tau itu. tapi kenapa dia tega menuduh ku selingkuh dengan Ardhian.
"Sat.... komunikasi kita berdua buruk, kamu dengan Pikiran mu, dan saya dengan pikiran saya"
" Kamu yang terlalu manja, dan saya yang terlalu keras"
__ADS_1
" Terus nasib anak saya gini gimana Sat?"
aku menangis dan mengusap perut ku, " Kehadiran kamu di saat yang ga tepat, pada orang yang tidak tepat, dan saya minta maaf, Malam ini saya lelah. Kepala saya sakit, dan Saya akan carikan jalan terbaik untuk mu dan saya juga tentu nya" ucap ku dengan mengusap perut ku.