My Vanny

My Vanny
Rumah Putih


__ADS_3

Mobil Patroli meninggalkan kami di tepi jalan utama, Vanny tidak ingin kedatangan nya menjadi bahan perhatian orang orang. Aku memarkirkan mobil setelah masuk ke perumahan.


" Saya Gugup" Ucap ku Jujur


" Mau balik Sat?" Tanya Vanny


" Gak Van, Tolong peluk saya" pinta ku dan Vanny tertawa, Dia memeluk aku, mengusap lembut rambut ku, dan ku cium wangi tubuh nya, aku berikan kecupan di pipi dan leher nya, tidak aku biarkan pelukan ini berlalu begitu saja, aku benar benar gugup dan butuh mood booster.


" Udah Sat, Nanti ada yang liat, Ga enak"


" Kaca mobil 90% Van, ga akan keliatan dari luar" jawab ku dan terus menempelkan bibir ku di leher nya


" Udah Sat "


" Bentar sayang" ucap ku


" Geli Satria, Udah ah" ucap Vanny dengan mendorong tubuh ku, aku merebahkan punggung ku lagi ke sandaran jok mobil, Vanny merapihkan penampilan nya.


" kalo kamu ga siap, kita muter balik aja, kita jalan muterin bandung aja yuks" Ajak Vanny dan aku diam sejenak


" gak Van, Saya serius pengen Nikah, cuma ini pertama kali nya saya berkunjung ke rumah seorang gadis sebagai Laki laki" Jawab ku


" Jadi dulu ga pernah ngapelin Mantan mu itu" tanya Vanny mengejek aku


" Pernah, Cuma kan beda Tema, Udah deh ga usah bahas soal Dia"


" Idih Marah, Puter Balik Deh" Jawab Vanny dengan ketus


" Iya iya Maaf..."


Aku menghidupkan mesin mobil kembali, mulai melewati rumah rumah di komplek ini, Sementara Vanny masih saja diam.


" Masih Jauh?"


" Masih!"


terus dan terus memutari komplek, bahkan rasa nya aku sudah melewati jalan ini dua kali, memutari Mesjid lagi, Taman bermain lagi dan aku menghentikan mobil ku.


" Serius Dong Van?" keluh ku dan Vanny tertawa kali ini.


" Saya juga gugup Sat, Gila aja saya begitu berani bawa kamu ke rumah, kita baru satu bulan kenal Sat" Ucap Vanny dan kami tertawa.

__ADS_1


" So ?"


" Peluk saya Sat, Bikin saya yakin, kalo kamu pantas buat saya kenalin ke Papa saya" pinta Vanny dan aku tersenyum, Aku memeluk nya dengan Erat, ku usap rambut dan juga punggung nya.


" Semoga kamu ga kecewain Saya, Sat"


" Kasih saya kesempatan itu, Van" Jawab ku dengan mencium pipi nya. Vanny terus memeluk ku, bahkan berkali kali dia mengusap rahang ku, sepertinya dia juga sedang mencari kekuatan untuk diri nya sendiri.


" Ayo jalan Sat, rumah Putih pagar hitam yang paling ujung" Perintah Vanny menujuk lurus ke depan, setelah itu dia mencium singkat bibir ku. Hemmhhh ternyata bukan hanya aku yang gugup dan takut, Vanny juga sama.


" ini rumah nya?" tanya ku ketika mobil berhenti


" Iya..." Jawab Vanny dan mengambil tas selempang nya, aku merapihkan penampilan ku dulu, kesan pertama bukan kah pada penampilan kita?!!!!


" Ayo Satria" Vanny sudah di luar di luar mobil dan menunggu aku, Aku keluar mobil dan mengikuti nya. Vanny membuka pagar besi dengan pelan dan menarik tangan ku


" Assalamualikum" Ucap ku


" Yeeaaahhh Wawa datang" teriak 2 anak kecil berusia sekitar 5 tahun, mereka tadi sedang fokus bermain Handphone, lalu mereka berdua meloncat loncat dan berlari memeluk Vanny, Vanny tertawa lalu mencium 2 anak perempuan itu.


" Aki aki mana?" Tanya Vanny dan aku sedikit tertawa mendengar nya


" aki di dalem Wa, Ayo masuk" ucap anak perempuan itu, lalu mereka berteriak


" Akkiiiiii ....ada wawa datang"


aku tertawa, ternyata Vanny di panggil uwa oleh 2 anak kecil itu, Vanny mencubit pinggang ku, lalu aku gugup lagi karna Aki yang di panggil oleh dua anak tadi sudah berjalan ke arah kami, Vanny langsung mencium tangan Papa nya


" assalamualaikum, pagi om" Sapa ku dengan hormat.


" Waaalikumsalan, Ayo masuk masuk"


aku mencium tangan si Om, lalu ikut masuk ke dalam rumah, aku di suruh duduk oleh Sang pemilik rumah, gugup...benar benar gugup, apalagi Vanny meninggalkan ku begitu saja, dia masuk ke ruangan lain. dan aku duduk berdua dengan Si Om.


" Dari Jakarta jam berapa?" Tanya nya si Om


" beres sholat subuh om langsung berangkat" Jawab ku dengan senyum manis.


" Oh iya iya...lewat tol atau lewat puncak?" tanya si om lagi


" Lewat tol Om" Jawab ku singkat. Vanny datang lagi dengan membawa cangkir dan goreng pisang.

__ADS_1


" Duduk teh" Ucap si om, dan Deg...aku tambah Gugup


" Apaan Pah, mau ganti baju dulu lah" Jawab Vanny


" Duduk dulu atuh, Masa ga kenalin Papa" Ucap si om merajuk ke putri nya dan AKU tertawa dalam hati. " Iya....gw belom kenalan, si om nanya basa basi tadi" maki ku dalam hati. Vanny kemudian duduk dan menarik nafas nya.


" Sat, Ini Papa ku " Ucap Vanny. Aku tersenyum lalu berdiri dan mengulurkan tangan nya


" Saya Satria Om" ucap ku.


" Dandi Prakoso" Ucap si om dan menjabat tangan ku dengan erat, jabatan yang kuat, menunjukan beliau mulai memperlihatkan taring nya. lalu aku duduk kembali di kursi single. kami diam bertiga, seorang wanita paruh baya datang, aku otomatis berdiri dan menganggukkan kepala ku.


" Mama, Sat" ucap Vanny


" Pagi Tante" Sapa ku dan mencium tangan nya, si tante tersenyum dan mengusap punggung ku saat aku merendahkan tubuh ku. Si tante ikut duduk bersama kami.


" Teteh mah ga bilang kalo mau tamu" Ucap Si tante membuka pembicaraan diantara kami berempat


" Bukan tamu kali Mah?"


" Calon mantu dong!" Ucap Si tante dan aku aamiin kan pelan.


" Mulaaaiii deh" Vanny mengeluh dan Si tante malah tertawa.


" Hemmh" Si Om pura pura batuk, si tante berhenti tertawa dan aku mengatur nafas ku.


" Ayo teh, kita ke dapur...bantuin mama masak buat siang ini" Ajak Si tante dan vanny berdiri lalu menepuk pundak ku " Welcome to the jungle"


" i will be a winner" Jawab ku dan Vanny tertawa lalu pergi bersama si tante. Si Om terus memperhatikan aku, aku menyakinkan diri sendiri, aku BISA.


" Sudah lama kenal dengan Vanny, Sat?" Tanya nya


" Sudah Om, saya sudah satu bulan ini mengenal Vanny"


" Satu bulan?" Tanya nya kaget


" Iya Om...satu bulan. Tapi punya niat serius Om" Jawab ku


" Maksud nya?" Tanya Si Om dan aku langsung menjawab


" Saya meminta langsung ke om, saya ingin menikahi Vanny" Jawab ku dan Si Om tertawa

__ADS_1


__ADS_2