My Vanny

My Vanny
Panggil Papih


__ADS_3

Kami sudah puas dengan hasil kerja kami hari ini, Reno Masih Duduk di depan bersama Adel, Aku bersama Gigi dan Satria.


Aku selalu tersenyum dan sedang senang senang nya mengusap paha Satria yang di balut celana Jeans dengan sedikit sobekan di lutut nya, Tadi aku memaksa nya memakai celana Jeans ini, sebenernya satria malas memakai nya, tapi aku berhasil merayu nya, aku sedang bosan melihat Satria yang selalu menggunakan celana bahan berwarna Hitam, Terkesan selalu Formil dan membuat nya Kaku. Aku senang melihat tampilan nya Reno yang Ancur, Kaos hitam belel, celana Jeans yang warna nya pudar dan terlihat lebih Santai.


" Lapeeerr " keluh Adel dan juga bilang " Sama Del"


" Mau Makan apa?" Tanya Satria


" Makan kamu " Jawab ku pelan dan Suami ku tertawa.


" Cari Hotel Ren, Bini gw lagi tinggi" Ucap Satria dan Reno tertawa, Adel bahkan tertawa dengan terbahak bahak


" Loe gemukan yah Van?" Tanya Reno sambil melirik pada ku


" Kagak...!" Jawab ku cepat, untuk seorang wanita saat di bilang Gemukan...itu adalah sebuah tekanan, dan Adel memperhatikan aku


" Iya loe gemukan, Pipi loe cubby" cuit Adel menambahkan omongan nya Reno.


" Kalo pipi iya kayanya...tapi badan gw kagak" Jawab ku, aku mendekatkan wajah ku pada Satria


" gak gemuk kan Sat?" tanya ku memegang pipi dengan kedua tangan ku.


" Kagak" Jawab Satria dengan mencium singkat bibir ku, Blussshhh aku meleleh saat ini, Satria begitu manis pada ku. aku duduk manis lagi dan merebahkan kepala ku di pundak Satria, mengusap lagi lengan nya dan sesekali menghirup aroma tubuh nya.


" Lagi tinggi?" Tanya Satria pelan pada ku


" Kaya nya" Jawab ku lalu menutup mulut ku karna malu.


" Di rumah yah van!" Ucap Satria dan mengusap kepala ku.


Makan siang di rumah makan sunda, makan ku cukup banyak karna Sambal yang begitu nikmat, dan Sayur Asem menjadi penambah nikmat kali ini.


" Bayar Van!" Ucap Satria ketika kami selesai mencuci tangan kami di wastafel, Gigi, reno dan adel yang sudah terlebih dahulu mencuci tangan mereka. aku tertawa, aku yang berdiri di dekat Satria, menyimpan kepala ku di dada nya,


" Kok Saya?"


" cash saya abis" Jawab Satria dengan mengusap pipi ku


" Ok, saya bayar, " Jawab ku dengan manja,


" Pake dulu, nanti saya ganti" Jawab Satria dan aku memeluk nya. " Hemmhhh manja banget aku ini" keluh ku dalam hati.


" kamu gemesin deh Van, dari tadi manja banget"


" Ga boleh?"


" Boleh banget, malah saya suka. Semoga jalan gak macem, biar bisa cepet cepet nyampe di kamar" Jawab satria dan aku tertawa.

__ADS_1


Selesai makan kami melanjutkan perjalanan menuju rumah,


" Bund " Panggil Gigi pada ku


" Bunda kok panggil nya gak Papih ke Papih nya Gigi, Trus kenapa Papih juga ga Panggil Bunda ke Bundanya Gigi?" Tanya Gigi dan kami tertawa, Satria mengusap lengan ku, meminta aku menjawab pertanyaan Gigi tadi


" Mampussssss loe Berdua" Seru Reno dan Adel menggelengkan kepala nya dengan tersenyum


" Bunda nya belum Biasa Gi"


" Biasa in Bund, Enak tau panggil nya...Papiiiihhh...Papihhh" Ucap Gigi dengan gaya anak kecil yang memanggil ayah nya....aku memeluk tubuh kecil nya yang sedang duduk di dekat ku. Satria memang membiasakan Gigi untuk bicara semua hal yang dia rasakan, karna Sebenar nya Kami tidak kenal Gigi, apabila Gigi tidak bicara, bagaimana kami bisa mengenal nya, apa yang suka nya, apa yang tidak di suka oleh nya.


" Trus kalo Papih kenapa?" Tanya Gigi


" Jawabannya sama kaya Bunda, Tapi mulai sekarang Papih ikut Gigi deh, Papih panggil nya Bunda" Jawab Satria dengan lembut, " Hemmmhhh di panggil Bunda oleh Satria, rasanya gimana Yah!" ucap ku dalam Hati.


Akhirnya kami sampai juga, masih sekitar jam 7 malam, Gigi langsung di Handle oleh Bibi dan kami masih mememani Adel dan Reno di teras Depan.


Satria dan Adel banyak Bicara tentang pekerjaan mereka, aku dan Reno juga sama, bercerita sibuk nya pekerjaan di akhir tahun.


" Anak anak mau di liburin Gak Sat?" tanya Reno


" Gak usah di Liburin...Mereka harus disiplin, kalo kita ga Bisa....Masih ada Dhika dan Gio, gw juga bakal ngusahain Ren, Kalo gak Latihan...kapan gw olah raga nya " Jawab Satria yang selalu bersemangat bila membahas Latihan latihan mereka.


Dan malam semakin malam, akhirnya Reno dan Adel Pamit, aku sudah tersenyum sendiri, aku segera membersihkan tubuh ku, malam ini harus excelent service dan akuberdiri di bawah guyuran shower.


" Lagi Mandi" Jawab ku berteriak


" Gak Denger" Jawab Satria, dengan terpaksa aku membuka pintu kamar Mandi dengan melilitkan handuk dengan asal


" Kenapa ga bilang mau Mandi?" tanya Satria dan menutup pintu kamar mandi


" ih kamu ngapain?" Tanya ku ketika melihat Satria membuka Kaos nya


" Mandi lah"


" Saya Dulu Sat, kamu tunggu di luar dulu"


" SAT...Lagi" Jawab Satria dengan melepaskan celana pendek nya, aku tertawa dan bersandar di dinding. Dengan sangat santai nya Satria melepaskan semua pakaian nya, dia Polos berdiri di depan ku.


" Iya iya...lupa. Tapi yang mandi saya dulu Pih..." Jawab ku


" Ayo Mandi bareng Bund" Ajak Satria dan merebut handuk yang aku pakai


" Malu "


" Masa ?" Tanya Satria dan menarik tangan ku agar lebih dekat dengan nya, aku mengulum senyum ku. Kami berdiri di bawah Guyuran air dengan begitu dekat.

__ADS_1


" Sattt "


" Gak denger"


" Pih...jangan gini" Ulang ku dengan menolak tangan satria yang mengusap punggung ku dengan busa busa dari sabun cair, merayap dan terus turun ke bawah


" kenapa Bund, Malu?"


" Hemmhh" Jawab ku, dan ku lihat suami tersenyum, Satria semakin memeluk tubuh ku dan adik kecil nya semakin berdiri walau terkena guyuran air.


" Sattt " Aku memanggil nya lagi, Adik Satria sedang mencoba mencari jalan nya.


" Gak denger" Jawab Satria dan terus berusaha menuntun adik nya agar masuk ke tempat yang benar


" Pihhhh " panggil ku, ketika adik Satria sudah tau di mana jalan masuk nya, dan


" Pihhhh " Aku menjerit kecil, saat si adik berhasil masuk dalam satu hentakan, membuat aku kaget namun terasa beda, beda yang nikmat, karna Satria melalukan nya dengan penuh rasa cinta.


" NIKMATIN BUND" jawab Satria dengan mencium bibir ku.


" Pihhh " Aku memanggil nya, aku lebih mendekatkan diriku, mengalungkan tangan ku di leher nya, dan menerima semua gerakan satria dengan rasa cinta ku.


Desah@n kami saling bersautan, dan dengan tanpa rasa malu aku meminta lagi saat kami selesai dengan sesi pertama kami.


" Serius mau disini lagi Bund?" Tanya Satria dan aku mencium bibir nya, aku yang agresif dan lebih nikmat rasa nya saat Satria meminta aku membalikan tubuh ku.


" Dari belakang yah Bund" Ucap Satria dan aku mengigit bibir ku, menikmati remasan tangan satria di kedua bukit ku, dan sang adik masuk full dengan cepat saat ini.


" Bundddd enak sayang?" suara Satria begitu sexy untuk ku


" Enak Pih" Jawab ku tanpa malu.


Moreno


Adel sudah tertidur nyenyak setelah percintaan kami, dan aku mengusap wajah ku dengan kasar.


" 8 tahun gw nyariin loe Neng"


" Untung anak loe berada di tangan di tepat, kalo kagakkkk...gimana nasib Gigi, Neng"


" gimana cara gw mulai ngomong nya?"


" Harus kah gw Jujur? atau pura pura tidak peduli, toh saat ini Gigi aman dengan Satria dan Vanny"


aku meninggalkan kamar, dan membakar rokok ku di belakang rumah.


Aku Terus membakar rokok dan sudah satu gelas kopi habis menemani aku malam ini.

__ADS_1


" Pecah pala Gw"


__ADS_2