My Vanny

My Vanny
Sabtu Minggu KELUARGA nya Iya


__ADS_3

Sabtu Pagi Satria sudah sibuk mencari baju Teakwondo nya.


" saya bilang beli lemari baru, Baju kamu banyak gitu" keluh nya dengan mengacak acak isi lemari


" Kamu bilang Minggu Sat, Ya udah buang aja baju saya" Jawab ku dengan kesal


" gitu aja Marah, Atur dong Van, pisahin kek, Jangan semua lemari saya di pake kamu"


Asem banget nih mulut laki, Tapi memang salah ku juga, aku mengambil semua space lemari Satria, baju baju ku banyak nya kemeja yang di lipat, Rok Rok dan celana jeans, jadi harus rapih tentu nya, sedang kan baju baju harian ku dan satria aku gabung menjadi satu. Hanya kemeja kemeja dan celana bahan satria saja yang di gantung rapih, aku lupa menyimpan baju putih teakwondo nya ke paling bawah tumpukan baju baju kami.


" ga ada waktu buat rapihin nya" Jawab ku asal


" minta bibi rapihin lah Non" Ucap Satria yang sudah merajuk lagi, baju kesayangan sudah dia temukan, dan dia tersenyum lagi pada ku


" Saya ga suka orang lain masuk ke kamar saya" jawab ku dengan Mood yang masih kesal


" Kok saya boleh sih Van, padahal kita belom nikah waktu itu" Ucap Satria menggoda aku


" Yahhh beda lah, Kamu nya nyosor terus" Jawab ku dan Satria tertawa.


" Maaf Yah Van, Pulang latihan kita beli lemari yah, kita beli sepeda juga buat Gigi, Tadi saya sedih banget...liatin dia lagi ngintip anak tetangga maen sepeda" Ucap satria dan aku tersenyum.


" saya di bellin gak Sat"


" emang kamu bisa?" tanya nya meremehkan ku


" Saya dulu juara sepeda se Aspol loh" Jawab ku dengan sombong


" di goes apa di dorong tuh sepeda nya?" tanya Satria, Suara nya datar sekali dan aku tertawa


" Tau ah..."


" Ayo buru Jalan" ucap Satria, dia sudah menggunakan celana putih nya, Memang Gagah, celana putih yang longgar, di tambah kaos hitam nya terlihat kontras sekali.


" baju nya Gantung, Masukin Mobil, Sabuk saya masukin ke Tas item saya Van"


" apa Sat?" tanya ku kurang Jelas, aku fokus pada tubuh nya


" liatin saya nya nanti malem aja Yah Van, Sekarang kita jalan" ucap Satria dengan mengambil tas hitam besar nya, sabuk hitam nya sudah dia masukan tadi dan baju nya sudah dia bawa sendiri, Aku mengambil tas selempang ku, lalu memanggil Gigi, karna Satria ingin Gigi ikut bersama kami, quality time...keluarga kecil yang bahagia.


Gigi duduk di belakang, aku duduk di samping Satria yang sedang menggunakan kaca mata hitam nya, senyum nya manis, menggoda aku.


" I Love you Sat" Ucap ku dengan mengusap lengan nya, Satria tersenyum dan mengemgang tangan ku, " I love you more Beib" ucap nya, Satria mencium tangan ku berkali kali dengan melirik dan tersenyum manis, Ini pertama kali aku mengucapkan " i love you" Pada nya.


Sampai di tempat latihan, kami mampir ke mini market favorites nya, seperti biasa membeli Susu, Yoghurt dan coklat dalam jumlah yang banyak.


" Buat anak Papih yang baik" Ucap Satria dengan tersenyum dan memberikan sebatang coklat untuk Gigi. Gigi sangat senang, dia memeluk Satria dan Satria langsung menggendong nya.


" Bayar Van"


" what?"


" Bayar dong, Bund....Papih iya ga ada uang cash" Pinta nya lagi dan aku tertawa.


Anak latih satria begitu menunggu satria, mereka langsung mendekat dan mencium tangan pelatih nya itu, Satria yang kesulitan karna menggendong Gigi menurun Kan gigi dan Gigi berlari ke arah ku.


" Gigi takut Bund " Ucap nya pelan


" Ada bunda Gi" Jawab ku lalu memegang tangan nya.


Reno datang bersama adel dengan motor nya, Adel mencium Gigi berkali kali, lalu memeluk ku, sementara Reno hanya tersenyum lalu gabung bersama yang lain.

__ADS_1


" Ga praktek Del?" tanya ku


" libur...hari ini jadwal nya nemenin Reno, besok dia kan harus ke Korea " jawab Adel dengan tersenyum


" gak Ikut del?"


" Ngapain Van...kaya ga ada kerjaan aja, Dia juga bakal sibuk di sana, pelatih itu banyak technical meeting sebelum kejuaraan" jawab Adel


" Harus nya Satria tuh yang jalan, Tapi kalo dia jalan...dia bener bener keabisan waktu lah, tanggal 10 kan Satria harus ke Jepang, Kamu ikut Van?"


" Gak...Saya juga sibuk di kantor, akhir tahun gini" Jawab ku.


Mereka memulai latihan nya, aku dan Adel banyak mengobrol, sementara Gigi...gigi di ajak ikut berlari bersama Satria dan anak anak yang lain.


" Gigi keliatan seneng tinggal sama kalian"


" Gitu yah del?!...semoga aja dia Betah, jadi ada hiburan di rumah" Jawab ku jujur, Gigi ini bisa membuat aku dan Satria tertawa, berkomunikasi dengan baik, karna saat bersama Satria berdua saja, kami sering menunjukan sifat kami masing masing, Satria banyak diam, aku sering mengomel, kecuali di kamar, kami aktif berdua.


" Makan Mie ayam yuks Van" ajak Adel dan aku ok, aku dan adel menikmati Mie ayam di pagi hari ini. Adel banyak bercerita mengenai Satria di Rumah sakit, lumayan untuk menambah literasi aku soal satria yang memang, aku belum mengenal lebih banyak tentang nya.


Selesai Latihan jam 11, hari ini mereka selesai lebih cepat, Karna Reno ingin segera beristirahat sebelum besok berangkat bersama Gio.


" Gi..Sabam Minta yang terbaik yah!" ucap Satria pada atlit nya, Gio tersenyum dan bersemangat


" siap Bam...medali kali ini, Gio kasih buat pengantin Baru" jawab Gio menggoda Satria, Satria tersenyum dan menepuk nepuk bahu Gio sambil terus memeluk nya sambil mereka berjalan.


" ayo sana Balik, Istirahat..banyak minum Air putih, Jangan nge Game mlulu" Usir Reno, dan mereka tertawa.


" Balik Yuks Del " Ajak Reno pada Adel


" adel Mau ikut gw ke rumah" jawab satria


" Mirip kaya kamu, bawaanya ngebet kalo soal tidur" ucap ku dan Satria tersenyum kecut pada ku


" Ada anak kecil, ga baik ngomomg gitu" Ucap nya pelan


" Maaf " Ucap ku dengan membuka pintu mobil, Gigi sudah duduk lagi di belakang kami dan kami diam. Niat nya cuma becanda, Satria nya saja terlalu kaku.


" Marah?" tanya Satria Ketika aku duduk manis dan diam, aku memainkan handphone ku, banyak chat masuk terutama dari group ku bersama amira dan Zahra.


" Gak " Jawab ku


" Kok Diem?"


" Takut salah ngomong " jawab ku dan satria mengusap kepala ku, lalu mulai mengemudikan mobil


" Jangan terlalu cepet marah Van"


" kalo ngomong jangan nyakitin Sat"


" nyakitin gimana? saya bicara baik baik kok" protes nya


" Iya Baik baik menurut kamu, tapi buat saya nyakitin, saya niat nya becanda doang...Satria " Jawab ku


" Ok..Saya minta Maaf" Ucap Satria, dia melirik pada ku, Memberikan kode ada gigi disini.


Sepanjang perjalanan hanya Satria yang bicara pada gigi, atau aku yang menjawab pertanyaan dari gigi, lebih dari itu aku dan Satria Diam.


Sampai Di Mall, Satria terlebih dahulu membawa kami ke outlet sepeda, Memilih Sepeda berwarna Pink dengam Motif Barbie untuk Gigi.


" Kamu mau yang mana, Van?" Tanya Satria dia merangkul pinggang ku

__ADS_1


" Yang paling mahal yang mana?" Tanya ku dan Satria tertawa


" Bisa ga goes nya? beli yang murah aja deh, buat latihan ini" Jawab Satria, Dan aku tertawa, dia bisa sekali mengejek aku.


" Ya udah Ga usah Sat, saya mampu beli sendiri"


" Marah lagi, Ampun deh Van. Marah Mlulu...ini cocok ga?" tanya Satria


" Gak "


" Yang ini" tunjuk satria ke sepeda yang lain


" Gak Juga" jawab ku


" Trus mau yang mana dong Bund!" Tanya nya dan aku tertawa. lucu mendengar satria memanggil aku Bunda.


" Ga usah Sat, Mood saya rusak buat pilih sepeda" jawab ku jujur


" Ini aja Bund, Sama pink nya kaya Gigi punya"


" Bener bener...Pink ini aja yah Bund" ucap Satria setuju dengan pilihan Gigi, sepeda berwarna pink, " Gustiiii masa iya warna Pink" Keluh ku dan Satria tertawa.


" Biar kompak Bund " Cuit Satria dan Aku tidak ingin mengomentari nya lagi.


Aku memilih sepeda berwarna Hitam, dan Satria ter senyum.


" Selera yang Bagus"


Isshh Aku bangga mendengar pujiannya, lalu aku ikut tersenyum.


" Dipake...jangan sampe nanti jadi penghuni garasi doang" ucap nya kemudian.


Busyeeettt gini bener yah. Aku hanya mengomel dalam hati, rasa nya ingin mengomel online sih, tapi ada Gigi, jadi aku simpan untuk nanti saja.


Satria.


Minggu pagi yang cerah, setelah sholat subuh, Vanny istri ku cantik ini marah, karna kami mengulang olah raga malam di pagi ini.


" Katanya mau maen sepeda"


" Ini pemanasan dulu Van" Jawab ku tidak berhenti mencumbu nya


" Keramas lagi dong!" Keluh nya


" Shampoo mu banyak" jawab ku dan dia mengerucut kan bibir nya saja, aku hanya tersenyum karna setelah mendaki gunung kembar nya dia sudah men*esah lebih sexy saat ini.


Kupacu dan terus ku pacu sampai akhirnya kami sampai di titik nikmat yang sangat luar biasa, Ku usap perut nya yang datar.


" Udah banyak disini...Kita tunggu bulan Besok hasil nya"


" Hemh " Jawab nya singkat


" Kok Gitu sih Van"


" Harus gimana Dong?"


" Aamiin dong"


" Iya " Jawab nya dengan singkat.


Minggu pagi kami bersepeda mengelilingi Komplek perumahan kami, Gigi selalu tersenyum saat mengayuh sepeda nya. Bahagia nya keluarga nya iya

__ADS_1


__ADS_2