
" Kenapa bisa gini bro?" Aku menepuk bahu sabahat ku yang baru aku bawa keluar dari pos keamanan Rumah Sakit, Norak sekali....aku harus berurusan hal kecil dan memalukan seperti ini, berurusan dengan security dan akhir nya memberikan jaminan ke Pos dengan lencana ku, aku saja terkekeh saat para security itu pada akhir nya memberikan hormat dengan mengangkat tangan dan mendaratkan di dekat alis nya, sikap hormat yang sempurna bagai prajurit pada komandannya.
Aku mengajak Satria berjalan ke lobby rumah sakit di jam 3 pagi ini.
" Vanny masuk ICU?" tanya nya Satria dengan mata yang merah
" Iya....Dokter lagi rawatin bini loe, Ada masalah apa Sih?" tanya ku lagi
" Ga ada masalah apa apa!"
" Rumah sakit mau bikin laporan Sat, loe jujur ama Gw!" Jawab ku dan Satria mengusap wajah nya dengan kasar.
" Cerita ama Gw"
Satria menarik nafas nya.
" Gw cemburu Ren, Jam setengah 10 malem, gw jemput dia ke Anyer, Dia lagi pegangan tangan sama Si Ardhian, pemandangan Sialan... saat gw berharap Indah setelah gw cape kerja dan jalan jauh jemput dia" jawab Satria dengan sangat marah
" Terus!"
" Sampe di rumah, Gw suruh dia Cuci tangan, tangan yang di pegang Ardhian, gw ga mau tangan dia di pegang si Ardhian" Jawab nya dengan menundukan muka.
" Trus?"
__ADS_1
" Vanny Nangis " Jawab Sartia
" Trus?"
" Gw ga tega waktu dia nangis gitu, gw mau peluk dia, tapi dia bilang...Dia kotor" Jawab Satria, aku sedikit terkejut mendengar nya.
" Dan Gw MARAH, sebagai laki laki gw pasti mikir dia udah ML sama laki laki lain, mereka di Hotel dan gw suruh dia Mandi, gw mau semua yang kotor itu hilang"
" Terus ?"
" Gw suruh dia mandi berulang ulang, dan gw lupa...gw lupa atur suhu air nya, Gw biarin Vanny Mandi sampe 1 jam dan Vanny Pingsan " Jawab Satria dan aku menarik nafas ku berat.
" Loe gila Sat, Jam 1 malem orang hamil di suruh mandi 1 jam!" keluh ku dan Satria menampar wajah nya sendiri
" Gimana Vanny sekarang Ren?"
" Mereka mau USG, mau ada tindakan loe bisa tenang ga?"ucap ku
" Dan Gak usah ribut ama dokter nya?" tanya ku lagi dan Satria berdiri
" Temenin gw Ren " Pinta nya memohon.
" Pasti Sat...Loe Sahabat Gw!".
__ADS_1
Dengan memeluk bahu nya aku mengajak Sahabat ku berjalan, berjalan menuju ruang ICU. Masih Ada Dokter Aldi dan adel di dalam sana, Satria memperhatikan layar monitor yang tersambung ke tubuh istri nya, dia pasti lebih mengerti kondisi nya seperti apa, dan aku hanya bertugas untuk membantu mengontrol emosi nya saja.
" Kita mau USG Pak!" Ucap Dokter Aldi, datar sekali nada suara nya.
" Lakukan yang terbaik buat istri saya Dokt, saya mohon maaf untuk sikap saya yang tadi, saya panik " Ucap Satria dan tidak di jawab oleh dokter Aldi. Adel berdiri di samping ku, Tangan ku, aku simpan di bahu nya, cara efektif membuat wajah nya agar tidak ditekuk di depan Satria, bagaimana pun mereka itu berteman, satu kantor dan kondisi nya Satria saat ini sedang terpuruk, terpuruk karna rasa cemburu nya, terpuruk akan cerita masa lalu nya dan sangat terpuruk setelah melihat kondisi istri nya seperti ini.
Dokter Aldi memanggil perawat untuk membantu nya mempersiapkan USG di tempat, kondisi Vanny masih belum memungkinan untuk Vanny di pindahkan ke tempat lain, apalagi hanya untuk melakukan tindakan USG.
" Deketin si Vanny nya Gih, Yank! Mau di USG, Nanti Si Satria salah paham lagi" Pinta ku berbisik pada Adel, berbisik yang lembut dan sedikit meniup leher nya. Adel tersenyum dan menuruti permintaan ku.
Adel yang mengusap Gel pada Kulit perutnya Vanny, mereka itu teman, Adel paham, Satria tidak suka wanita nya di sentuh orang lain, dan USG pun segera di lakukan. Satria semakin fokus dengan Istri nya, dia memegang satu tangan istri nya, mengusap kepala nya dan bersiap dengan semua pemeriksaan USG.
" Tidak Stabil "
" sangat mengkhawatirkan "
" Terlalu lemah "
" Tidak ada gerakan lagi "
" Panggil Dokter Gina Aja, Del "
Itulah percakapan Antara dokter Aldi dan Adel, dan kemudian Satria berteriak
__ADS_1
" Gak Gakkkk....Gak Mungkin....2 Baby saya baik baik Saja, Ini Salah " teriak Satria dan aku langsung menarik tubuh nya.