My Vanny

My Vanny
Kenapa Belum Tidur?


__ADS_3

Satria datang sekitar jam 3 pagi, wajah nya terlihat kesal saat kami bertemu pandang.


" kenapa belum tidur?"


" Saya tunggu kamu Sat, tadi kita belum selesai bicara" Jawab ku dengan meraih tangan nya, aku mencoba untuk memeluk nya, memulai nya, tapi Dia menepis.


" Apalagi yang mau kamu omongin Van?" Tanya nya dengan melipat tangan di dada nya.


" Ya udah deh...kamu cape, Kita tidur aja yuks" Ajak ku dengan lembut dan Satria tersenyum mencibir ku.


" Tidur sendiri aja Van, malem ini saya ga bisa tidur deket kamu"


" Kenapa Sat?" tanya ku heran.


" Nanti kalo saya mau....repot, kamu kan ga pengen Hamil anak saya" Jawab nya dan pergi masuk ke kamar mandi.


15 menit aku menunggu nya, ku atur nafas ku, ku susun kata kata yang baik untuk nanti kami bicara, lalu Satria keluar dengan handuk yang di lilit di pinggang nya, aku segera mencari kaos untuk nya


" Saya bisa layanin diri saya sendiri, ga usah kamu repot repot, tidur deh udah mau pagi ini" ucap Satria dengan datar, menolak kaos yang aku berikan untuk nya, satria mengambil kaos dari ku tapi menyimpan nya lagi ke dalam lemari dan mengambil kaos pilihannya sendiri.


Aku masih berdiri, mencoba untuk bersabar dan tidak terpancing emosi.


" mau saya tidurin?" Tanya nya dengan memeluk ku, memgendong tubuh ku, membawa aku ke Tempat tidur dan langsung mengungkung tubuh ku.


" Sat...Please...jangan begini, Katanya mau belajar apple to apple, jangan bikin saya merasa bersalah, dan ini..... saya ga suka!" Ucap ku dengan menepis wajah satria yang begitu dekat dengan wajah ku.


" Trus mau kamu gimana? punya anak dari saya gak mau, saya tidurin gak mau!" jawab Satria dengan tatapan yang kesal pada ku


" Bukan ga mau Satttt...tapi ga gini cara nya!" Jawab ku mencoba lagi untuk bicara dengan tenang.


" Gimana cara nya? kasih tau saya!" Jawab Satria, Satria membungkam mulut ku dengan ciuman nya, tangan nya masuk ke dalam baju tidur ku, meremas dan terus meremas.


" Beneran ga mau Van?" Tanya Satria dengan nada yang lebih kesal, aku tidak membalas ciuman nya, aku hanya diam bahkan terus berusaha untuk menghentikan tangan liar satria, dengan tangan ku.

__ADS_1


" Mau Sat...tapi ga gini" Jawab ku pelan.


" Terserah kamu lah....Tapi saya Mau kamu sekarang" Jawab Satria, dia melepaskan handuk nya, membuka baju tidur ku dan aku hanya bisa pasrah, percuma menolak...tubuh Satria lebih besar dari ku, dia sedang kesal...tenaga nya lebih besar dan aku hanya bisa memaki nya dalam hati.


2 kali penyatuan kami, satria terus bergerak dan meminta aku untuk mengikuti gerakan nya. aku melayani nya dengan baik, mencoba untuk bisa menerima perlakuan nya.


" Jangan pura pura ga mau" Ucap nya sinis lagi, saat aku sudah lelah saat ini.


" Ayo gerakin kaya tadi" Ucap nya lagi, saat dia meminta di layani untuk ke tiga kali nya.


" Cukup Satrrriiiaaa....Saya bukan pel*cur" Ucap ku dengan mendorong tubuh nya


" Heeiiissttt ngomong apa kamu, kasar banget sih, saya ga bilang seperti itu loh" Ucap Satria dengan menarik tangan ku, aku sudah kesal, aku marah dan aku pakai baju tidur ku kembali.


" Kamu emang ga bilang saya pel*cur Satria, tapi kamu memperlakukan saya seolah olah saya seorang pel*cur" Jawab ku dengan sangat kesal


" Kebanyakan Nonton Drama Korea, Kebanyakan Baca Novel" Jawab nya dengan tertawa kecil


" Terserah kamu lah..." Jawab ku dengan kesal, aku bangun dari tempat tidur dan hendak membersihkan tubuh ku.


Selesai mandi, aku meninggalkan kamar kami, aku duduk di sofa ruang tamu, Perut ku sangat lapar, bahkan terasa nyeri saat ini. aku nikmati makanan tadi malam, masih tersisa lauk dan nasi.


Saat subuh datang, aku sholat terlebih dahulu, lalu membangunkan Suami ku yang tertidur polos, hanya berbalut selimut berwarna marron.


" Subuh Sat" aku mengusap wajah nya


" Ngantuk"


" Subuh dulu yah Sat, nanti bisa tidur lagi" Jawab ku mencoba terus membangun kan.


" nanti saya bangun, sini Naek dulu Van....saya butuh kamu " Ucap Satria dengan menarik tangan ku.


" SATTTT....KAMU BENER BENER BIKIN SAYA EMOSI" jawab ku dengan sangat marah, aku bahkan berteriak saat mengatakan nya dan Satria diam beberapa detik.

__ADS_1


SATRIA


" kamu bener bener bikin saya EMOSI " Teriak Vanny pada ku, dia marah dan aku memaki diri ku sendiri.


vanny membangunkan aku untuk Sholat subuh, Jujur aku masih mengantuk, dan aku meminta nya untuk naik ke tempat tidur, bukan untuk bercinta, tapi untuk memeluk nya, tadi malam kami ribut lagi, Vanny bilang dia merasa seolah olah sebagai " pel*cur" karna aku memaksa nya, untuk melayani ku.


Dia marah...tapi pagi ini dia masih membangunkan ku untuk sholat subuh, mengingatkan aku pada kewajiban pribadi ku dan untuk semua yang dia lakukan untuk ku, aku ingin memeluk nya, aku ingin mengucapkan terima kasih dan Maaf.


Aku segera masuk ke kamar mandi, Mandi besar...dan cukup lama di kamar mandi, aku terus memikirkan semua hal tentang aku dan istri ku, setelah selesai aku segera sholat subuh.


" Bunda Mana Gi?" Tanya ku pada Gigi yang sedang menikmati sarapannya


" Bunda belum keluar kamar Pih" Jawab Gigi dan aku mengusap kepalanya, aku masuk lagi ke dalam kamar, mencari istri ku dan istri ku sedang duduk di pinggiran balkon dengan mengisap rokok nya.


Pemandangan pagi yang Buruk, Istri ku merokok...." Luar Biasa" Aku memaki dalam hati lalu membuka pintu balkon. aku berjalan menuju pagar balkon dan menghirup nafas ku dalam dalam.


" Sejak kapan kamu ngerokok?" tanya ku dengan datar.


" Bukan urusan kamu " Jawab nya dengan asap rokok yang dia tiup kan dari mulut nya.


" Vannnnnnyyy"


****************


Boleh minta like nya?


Bunga nya?


Kopi nya?


Vote nya?


Komentar nya?

__ADS_1


saya up lagi loh....so terus kasih support yah reader reader yang baik hati.


__ADS_2