My Vanny

My Vanny
Saya Pergi Van


__ADS_3

Malam ini aku dan Satria berdua di dalam Mobil, menikmati Ice Cream dalam cup besar. sesuai permintaan ku tadi, kami berhenti di Rest Area


" Sat " Ucap ku dengan menyuapi Satria Es krim, Kami duduk berhadapan di dalam mobil, menikmati waktu berdua kami.


" Hemmh "


" pengen Cerita Dong " ucap Ku dan mengambil es krim untuk ku sendiri.


" cerita lah, Saya Pasti dengerin " Jawab Satria, dengan merapihkan anak anak rambut ku, rasa nya itu bahagia sekali di perlakukan manis oleh Satria seperti ini.


" Soal Mantan Nih" Ucap ku, dan menyuapi satria lagi


" Ciyeeeehhh..." Dia menggoda aku


" Serius dong Sattt "


" Ya yah...Mau cerita apa sih, penting bener kayanya"


" Dulu Saya dan Lukman Pacaran" Ucap ku jujur, aku tertawa saat mengatakannya, Untuk ku.... itu Lucu bila mengingat masa masa awal masuk kuliah ku dulu itu. dan juga Satria... dia ikut tertawa bahkan mengusap kepala ku


" Lukman nya Zahra Sahabat mu itu?!" Tanya Satria menyakinkan nama Lukman mana yang aku maksud


" Iya, Zahra dapet bekas nya saya Tuh" Jawab ku dengan tertawa dan Satria semakin tertawa.


" Keren " Ucap nya dengan bibir nya yang mencibik


" Pantesan yah...lukman Care nya beda banget ke kamu" ucap Satria lagi


" No hard feeling, Sat! "


" Pasti...nama nya Mantan, barang bekas...pasti ga berkwalitas" Jawab Satria dan aku menyuapi lagi Es krim ke mulut nya.


" Setelah saya putus dengan Lukman, Saya pacaran Lebih Serius Sat"


Dan Satria tertawa,


" Ternyata istri saya masuk jajaran Top Ten nih di kampus nya dulu" Ucap Satria mengejek aku.


" Sat...serius " Keluh ku.


" ya yah...ayo cerita lagi"


" Saya dan Ardhian dulu pacaran" jawab ku pelan.

__ADS_1


" Ardhian mana lagi Van?" Tanya Satria dengan mengerakan alis mata nya ke atas, dia sedang berusaha untuk tidak tertawa.


" Adik nya Mbak Indah" Jawab ku serius


" Aaaaiiihh Mau nya kamu itu sih" seperti nya menurut Satria itu hanya Candaan ku saja, Satria tertawa dengan mengusap pipi ku


" Serius Sat"


" kamu terlalu berambisi Van, Nyesel yah nikah sama Saya?" ucap Satria dan aku kesal mendengar nya.


" Saya ga pernah nyesel nikah dengan kamu Satria, Saya yang pilih kamu" jawab ku dengan tegas. jelas saja aku kesal, kenapa dia berpikir aku menyesal menikah dengan nya, kan Aneh.


" Maaf...jangan Marah dong" ucap Satria dengan memegang tangan ku, dia mencium tangan ku berkali kali.


" sat...Saya Serius yah, Saya dulu pacaran sama Adrian" Aku mengulang nya lagi.


" Semua Cewe pasti pengen jadi pacar nya dia Van, Dia sukses dan Mapam, Beda dengan Saya, Bahkan Mbak Indah begitu kagum pada Adik nya" Jawab Satria, Aku tersenyum Tipis, Niat ku bercerita pada nya, tidak di tanggapi dengan serius.


" Sat...saya Serius, Saya dan Ardhian dulu pacaran, Bahkan kita punya rencana Buat Nikah loh, Sat" Jawab ku dan Satria tertawa.


" Udah Ah...saya ga peduli dulu kamu pacaran sama si A, sama Si B, Buat saya cukup kamu jadi Istri saya, dan semua masa lalu... END" jawab Satria dengan mencium pipi ku.


" Balik yuks...pengen bobo nih"


" bobo Mlulu" Keluh ku dan Satria Tertawa, Satria mencium bibir ku dan mengusap usap pipi ku dengan jari jari nya,


Jam 12 Malam aku sudah selesai dengan tugas ku.


" Sat....Tidur ga?" tanya ku pada Satria, karna Satria dari 30 menit yang lalu meminta aku menunggu dan menunggu,


" Bentar, tinggal matiin doang" jawab Satria menunjukan layar laptop nya, ku lihat layar monitor laptop nya mulai meredup.


" Kangen yah Van?" Tanya satria dengan tertawa, dia ikut masuk ke dalam bed cover.


" Kangen lah...kamu kan balik nya malem mlulu" Jawab ku Jujur dan Satria tersenyum.


" Buka yah Van!" pinta Satria dengan menarik kaos longgar ku.


" Hemmhh " Jawab ku dengan senang hati.


Aku menatap sekilas wajah Satria yang sedang membara, wajah nya tersenyum dengan tangan nakal yang menyentuh hampir semua bagian tubuh ku.


SATRIA

__ADS_1


Malam yang istimewa, dengan tidak kenal lelah, aku dan Vanny sama sama saling memuaskan, Banyak gaya baru yang kami coba, dan ternyata tidak perlu belajar untuk itu, naluri lah yang sangat berperan.


" Begini Van?" Tanya ku pada Istri ku


" Dikit lagi dong sat, Kurang nyaman nanti pas gerak nya " Jawab Vanny meminta aku untuk merapihkan posisi bantal yang dipakai untuk mengganjal b*k*ng nya agar lebih naik.


" Gini Van?" tanya ku lagi.


" Hemmhh Iya Sat" Jawab nya tanpa malu malu. Aku tersenyum dan mulai mengeluarkan jurus jurus ku, gayung bersambut, Vanny begitu lincah mengerakan tubuh nya, kadang gerakan nya tidak sesuai dengan gerakan tubuh ku, tapi ternyata itu membuat aku semakin menggila untuk terus bergerak.


" Sattttttt.....Saya Mau....." Ucapan manja Vanny begitu indah terdengar di telinga ku.


" Sebentar Sayang, Saya udah di ujung Juga" Jawab ku dengan semakin kencang mengerakan tubuh ini. Dan jeritan kecil mengisi malam yang dingin ini.


Stevanny


Di Bandara, Satria mengenalkan aku pada Dokter Haris, Dokter yang sudah senior, Sopan dan Pasti nya Pintar, Tutur kata nya Sopan, dan aku menghormati nya.


Sartia Memeluk Gigi, " jagain Bunda Yah Gi, Temenin Bunda nya" pesan Satria pada anak nya.


" Iya Pih " Jawab nya


" Saya Pergi Van" ucap Satria pada ku, Hallo...aku langsung memeluk nya, Rasa nya sedih sekali saat ini, rasa berat akan di tinggal Satria


" Cuman 5 Hari, Van. Ga Boleh Bad Mood Mlulu" ucap Satria dengan mengusap punggung ku, biasanya mendengar ocehan Satria seperti tadi, Mood ku langsung rusak, tapi saat ini aku tidak merasakan itu, aku hanya punya perasaan Sedih, sedih karna akan di tinggal Satria.


" Ada anak kecil, peluk nya biasa nya dong" Ucap Satria berbisik pada ku


" Memang kenapa Sat?" Tanya ku dengan terus memeluk nya, aku tidak ingin melepaskan pelukan ini


" Keliatan banget Na*su nya" Jawab Satria dan aku tertawa. Satria mengusap rambutku dengan Erat. Hemh berat rasa nya,


" Hemh" deheman Dokter Haris memecah pelukan kami.


Sampai akhirnya mereka berpamitan, aku memegang tangan kecil gigi, melambaikan tangan kami dan Satria pergi.


" Bund "


" Iya Gi"


" Ayo pulang, Bund. Papih udah naik pesawat " ajak Gigi dengan menggoyangkan tangan kami. Aku tersenyum dan akhir nya kami kembali ke Mobil.


Maaf baru up, saya na masak dulu buat ibu ibu maulid di sekitar rumah, kegiatan tiap tahun yang sudah menjadi tradisi di lingkungan saya. Jadi kudu semangat ngerjain nya.

__ADS_1


Konflik nya datang sebentar lagi yah...


Mau di bikin Vanny nya balik ke Ardhi, atau tetep Setia ke Satria, Atau malah Edi, atau Godaan dari Novie mantan nya Satria, atau malah Dokter Shanti yang masih penasaran dengan sikap Cool nya Satria.


__ADS_2