My Vanny

My Vanny
Wangi Maskulin


__ADS_3

Satria memeluk ku ketika kami sudah di kamar hotel, " I really miss you, Beib" Ucap nya dan aku tersenyum, Tumben romantis bener, ucap ku dalam hati dan ku usap bibir nya


" Sembuh dong di obatin mantan" Tanya ku dan tiba tiba Satria mencium bibir ku


" Sembuh nya setelah cium kamu, tadi masih berasa sakit" Jawab Satria dan aku tertawa, aku menyimpan kepala ku di dada nya yang masih menggunakan baju Teakwondo putih nya. " wangi nya enak" ucap ku dalam hati lagi. perpaduan mint dan keringat yang terkesan Maskulin untuk ku.


" katanya mau Mandi"


" Kamu nya masih peluk saya van" Jawab Satria dan aku malu.


" Mandi gih" ucap ku dan mendorong dada nya. Satria lagi lagi mengusap kepala ku, lalu mengambil Tas hitam nya dan masuk ke kamar mandi. saat dia mandi aku melepas training ku,


" gerah" Dan memakai celana pendek yang tidak terlalu pendek.


" Mandi Gak Van?" tanya Satria dengan menggunakan celana pendek dan kaos berwarna abu, Aku tersenyum dan menggelengkan kepala ku.


Satria merebahkan tubuh nya ke tempat tidur, lalu membaringkan tubuh nya dan mendekati ku.


" ini buat kamu, hasil hari ini" Satria memberikan amplop coklat pada ku


" Buat kamu aja sat" Aku menolak nya


" pegang di kamu Van, saya belum perlu" ucap Satria, aku nih parah yah...aku menolak nya tadi, tapi kenapa aku menghitung nya, jari jari lentik dalam menghitung uang, satria tersenyum dan berkomentar " kalo ngitung serius bener Van" dan aku tertawa " Kebiasaan tau ngitung duit nasabah, 8 Juta nih "


" Simpen aja"


" Serius?"


" Iya" jawab Satria.


" Van..."


" Hemmh"


" Apa Sat?" tanya ku karna Satria diam saja, " Yahhh dia tidur" keluh ku dengan memukul lengan nya. Satria seakan tidak mendengar keluhan ku, dia malah semakin lelap dengan tidur nya, aku mengusap rambut rambut nya, lalu ikut berbaring di samping nya, ku tatap wajah nya yang tertidur, dia terlihat lelah.


" Satu jam Van, saya cape banget" ucap Satria dan memeluk aku. Oh My God, dia semakin erat memeluk ku, aku mengusap dada nya, lalu menyimpan kepala ku di dada nya. Akhirnya aku ikut tertidur bersama nya sampai akhirnya satu usapan lembut menyentuh pipi ku.

__ADS_1


" Bangun sayang"


" Bentar sat"


" Jam 3 sore Van!"


" hhhaaahhhh Jam 3" Ucap ku dengan terkejut


" Ayo Mandi, Saya anter kamu ke Bandara" Jawab Satria,


" Keburu ga yah Sat, Jam 7 loh"


" Keburu Van, kecuali kalo kamu mau tiduran terus begini" Jawab Satria dengan mengusap pipi ku lagi.


" Saya males Sat, rasa nya nyaman banget pelukin kamu gini" Jawab ku dan Satria mencium kening ku.


" Kita Nikah yah Van" Ajak nya lagi


" Iya Nanti" Jawab ku dan melepas kan pelukan ku, aku bangun dari tempat tidur, mencuci wajah ku lalu membersihkan tubuh ku yang lengket di bawah shower. Ajakan Nikah dari Satria memang mengiurkan, tapi lagi lagi aku masih ragu, Walau pun aku nyaman dengan nya.


Satria


Setelah Vanny Mandi, aku yang mengemudikan mobil nya, Di mobil dia masih terlihat lelah.


" Masih ngantuk yah?" tanya ku dengan mengusap rambutnya


" Hemmhhh gitu deh" Jawab nya


" Van, Sabtu bapak minta saya buat bawa kamu, kamu ada waktu gak?" Tanya ku dan Vanny langsung duduk menghadap pada ku


" maksud nya apa nih?"


" Saya mau kenalin kamu ke keluarga Saya, bapak udah pengen saya nikah Van, kalo Sabtu ini saya ga bawa kamu, bapak bakal jodohin saya" cerita ku apa ada nya


" Bapak kamu kok gitu sih, hari gini kok masih jodoh jodohin anak"


" Bapak memang sudah meminta saya nikah Van, saya hampir 30 tahun"

__ADS_1


" Iya tau...tapi ga segampang itu loh sat..."


" Gampang kok Van, kamu aja yang bikin ribet" jawab ku dan aku mulai kesal


" berapa Gaji mu sebulan Van?" tanya Ku kemudian


" 12 Juta" Jawab Vanny, aku sebenarnya sudah tau soal ini, Mbak Indah sudah memberitahukan range gaji SPV seperti Vanny, saat aku meminta Mbak Indah untuk menyiapkan Kosmetik yang Vanny Pakai.


" Ok...kamu mau nikah ga?" tanya ku dengan tegas


" Mau lah" Jawab nya dengan serius


" Mau nikah dengan saya, ga?"


" Mau sattttt....tapi.....please deh sat, jangan terlalu nyudutin saya" Jawab Vanny dan aku menarik nafas ku berat.


" Sama aja...semua cewe Matre, Ga bisa di bawa susah" keluh ku dalam hati.


" Kok diem?" tanya Vanny


" karna saya ga mampu siapin 12 juta dengan gaji saya dari teakwondo" Jawab ku. Dari teakwondo yah...dari teakwondo mana ada aku mendapat uang, yang ada buang buang uang, tapi dari rumah sakit itu sudah lebih, dari transferan kebun teh bapak berlipat lipat dari itu, belum dari IMF 3 abang ku.


" Sattt...marah yah?"


" gak..."


" Kok mukanya begitu?" Tanya nya merajuk dengan menyimpan kepala nya di lengan ku


" Saya ga Marah Van, Saya cuma kecewa, Andai kamu tau...saya punya niat serius Van, saya belum pernah se serius ini ke wanita" Jawab ku


" Tapi kan Sat"


" Ya yah...saya sadar diri Van, di rest area saya turun, kamu ke Bandara sendiri Yah, Hati hati di jalan" Jawab ku dan Vanny menatap wajah ku


" Kamu kok gitu sih Sat? kamu ga mau berjuang ama saya? kamu pasti bisa kok sat...bikin nyata semua mimpi saya" suara vanny bergetar saat mengatakan nya.


" Bukan saya yang ga mau berjuang Van, Tapi Kamu" Jawab ku, aku mengemudikan mobil tanpa beban, fix untuk ku...Jelas semua nya, Vanny tidak ingin berhubungan serius dengan ku.

__ADS_1


Di Rest area tol Jagorawi, aku isi full Pertamax mobil nya, lalu aku tepi kan ke pinggir dan aku mencium pipi nya.


" Hati hati di jalan, Van. Thanks buat 1 Bulan ini, kamu udah bikin hari hari saya lebih berwarna" Ucap ku dan Vanny menangis, air mata nya turun dan rasa nya hati ku sangat sedih melihat nya menangis, tapi aku adalah laki laki, aku harus kuat seperti bapak, kuat saat di tinggalkan istri nya, kuat menjaga dan mendidik 4 anak nya hingga anak nya tumbuh dewasa dan berhasil, kuat dan setia bahwa menikah hanya cukup satu kali seumur hidup, Dan aku akan mencari wanita yang bisa berjuang dengan ku dari titik terendah.


__ADS_2