My Vanny

My Vanny
Di Antar Mantan


__ADS_3

Banyak chat ku untuk Satria, ini sudah 30 menit aku menunggu nya, karyawan sudah banyak yang pulang, selesai kerja kami 30 menit yang lalu. Mbak Indah Saja sudah pulang, karna sore ini hujan cukup besar, jalan biasa nya lebih padat dan macet, semua orang berlomba untuk pulang cepat.


5 x aku menghubungi nya, tapi tetap tidak di angkat oleh nya, aku sempat berpikir, Satria sedang di jalan, Sulit untuk menerima panggilan telphone masuk, jadi aku terus menunggu nya.


15 menit kemudian aku Chat Satria lagi.


" saya pulang sendiri yah Sat"


Dan chat pun belum di baca oleh nya, hujan yang semakin besar dan aku semakin kesal. Sampai akhirnya panggilan Masuk dari Satria


" Van...Maaf saya masih di rumah, Kamu tunggu yah, 1 jam sampe deh" Ucap Satria


" Saya pulang sendiri aja Sat, jalan macet, ga mungkin 1 jam kamu sampe" Jawab ku dengan menahan kesal


" Sampe kok Van..tunggu yah!"


" Saya pake taxi aja lah, Saya cape berdiri hampir 1 jam" Keluh ku


" hemmhhh ya udah deh, Kamu hati hati yah" Jawab Satria, aku segera memasukan Handphone ku, kembali masuk ke dalam kantor, Sholat Magrib lalu segera memesan Taxi on line. 10 menit aku menunggu, tidak ada satu pun pesanan ku yang di terima oleh driver driver on line ini.


" Gak di Jemput Van?" Suara Ardhi tiba tiba mendekat


" Gak..."


" Saya antar ayo!!!!"


" Ga usah, saya udah pesan Taxi Ardh" Jawab ku dengan melihatkan aplikasi taxi on line pada ardhi.


" Ya udah...Saya temenin sampe pesanan taxi mu datang" Jawab Ardhi dan berdiri di dekat ku.


10 menit, 15 menit masih belum ada juga taxi online pesanan ku.


" Sudah hampir Jam 7 malam Van, ayo saya antar" Ajak Ardhi dan menarik tangan ku, aku menyerah, pegal kaki ku berdiri berdiri di depan pintu kaca.


" Biasa aja Van, kita masih bisa jadi teman kan!" Ucap Ardhi ketika kami sudah duduk di dalam mobil


" Bener nih?" Tanya ku dengan semangat, jujur aku senang mendengarnya, Ardhi sudah tidak berharap lebih pada ku, pada hubungan kami yang sudah selesai.


" Serius lah...kecuali kalo kamu mau selingkuh, saya siap jadi yang ke dua" Jawab Ardhi dan kami tertawa.


" Canda kamu konyol Ardh" Ucap ku


" Biarin Van...biar seru, kamu tuh serius banget akhir akhir ini. Stres yah kawin ama laki laki dingin model Satria" ucap Ardhi dan kami tertawa


" Saya bahagia Ardh...Satria itu baik, jujur dan dia memang ga banyak omong kaya kamu " Jawab Ku jujur dan kami tertawa lagi.


" Saya bahagia saat kamu bahagia Van, Maaf saya datang terlambat" Ucap Ardhi dan tersenyum.


Hujan sudah mulai kecil, kami sudah di jalan tol menuju sentul. " saya ngerokok yah Van"


" boleh...saya juga mau dong" ucap ku dan Ardhi hanya mengelengkan kepala nya. kami membakar rokok, dan Chat masuk dari Satria


Satria


Kok lama sih Van? udah sampe mana?


Me


Udah di jalan Sat, dari tadi ga ada taxy on line yang terima pesanan saya


Satria


saya bilang kan Saya jemput, kamu dimana sekarang?


Me

__ADS_1


Di tol, saya di antar Ardhi


Satria


Oh...Di antar Mantan😁


dan rusak lagi mood ku, aku menyimpan handphone ku ke dalam Tas lagi.


"Satria?" tanya Ardhi


" Hemmhh..."


" Dia marah?" tanya Ardhi


" Gak Juga" Jawab ku, dan kembali membakar rokok ku yang ke dua.


" Dari kapan kamu ngerokok?" Tanya Ardhi


" Dari pas saya liat photo kamu nikah di FB" Jawab ku jujur


" Masa sih?"


" Iya...cuma pas Amira punya Baby, Zahra hamil, saya ga ngerokok lagi, mereka ga suka" Jawab ku dan tersenyum


" Dan sekarang kamu ngerokok lagi?"


" Hemmhhh " Jawab ku


" Satria Tau?" Tanya Ardhi


" Saya ga ngerokok depan dia, tapi dia juga kadang ngerokok, tappiiii ga separah kamu" Jawab ku dan Ardhi tertawa, obrolan kami terus berlanjut, dan akhirnya kami sampai di depan rumah, aku lihat ada Mobil Reno terparkir di depan rumah.


" Masuk dulu ga Ardh...ada Satria" ajak ku setelah mengucapkan terima kasih atas tumpangan nya


" masuk gak yah?" Jawab nya ragu ragu, aku menunggu jawaban nya dan Satria sudah berdiri di depan Pagar besi rumah


" Ardhi tuh"


" Tau " Jawab nya


" Masuk Ardh...ada Reno di dalam" Ajak Satria pada Ardhi, mereka bersalaman dan aku masuk ke dalam rumah terlebih dahulu, menyapa Reno yang sedang duduk dengan handphone dan rokok nya.


" Macet Van?" Tanya Reno


" Ujan gini...pasti macet" Jawab ku, aku melepas sepatu ku, menganti dengan sendal dalam rumah, lalu meminta kopi untuk Tamu ku.


Aku masuk ke dalam kamar, menganti kemeja ku dengan kaos lalu kembali duduk di sofa setelah membuat kopi untuk ku sendiri, dan aku tersenyum...Ternyata Reno mengenal Ardhi juga, mereka ber tiga terlihat mengobrol dengan Akrab.


" Gigi udah tidur Sat?"


" Udah dari jam 8, dia pasti tidur" Jawab Satria.


Mereka terus mengobrol, sampai akhir nya aku memutuskan untuk mandi, dan sholat. lama mendengar obrolan mereka dan hari sudah semakin malam.


" Mereka udah pulang" Ucap Satria yang sudah berada di kamar dan melangkah ke arah ku yang baru saja keluar dari kamar mandi


" Iya lah udah malem, ngobrol nya kelamaan " Jawab ku dengan terus diam di posisi ku, Satria sudah memegang pinggang ku dengan tersenyum


" Wangi" Ucap nya dengan wajah yang begitu menghirup udara di sekitar leher ku


" Baru mandi" Jawab ku dan Satria tertawa


" Maaf ya Van...saya lupa jemput kamu, Tadi Gio dan Reno datang"


" Hemmh"

__ADS_1


" Masih Marah?" tanya nya lagi, dan aku mengelengkan kepala ku.


" Van...kok merah leher mu?" Tanya Satria dengan menyentuh leher ku


" Maksud kamu?" Tanya ku dengan tatapan tidak suka,


" Tapi pagi rasa nya ga ada deh!" Jawab Satria dengan menatap wajah ku dalam dalam.


" Ini kerjaan kamu, Tadi pagi saya tutup pake foundation tebal, dan pas mandi pasti hilang Foundation nya" Jawab ku dengan kesal


" Masa Sih?" tanya Satria, terdengar konyol untuk ku.


" Kamu jangan Gila yah Sat...ga usah mikir yang aneh aneh, Saya ga ngelakuin apa pun dengan Ardhian" Jawab ku dengan kesal, bahkan aku mendorong tubuh nya


" Saya kan cuma tanya Van, Kok Marah?" Tanya Satria dengan menarik tangan ku


" Pertanyaan kamu itu nyudutin saya banget" Jawab ku dan menepis tangan nya


" saya cuma tanya Van, ga usah pake marah, Biasa aja. karna memang tadi pagi saya ga lihat kiss mark itu di leher kamu " Jawab Satria


" Jelas kamu ga liat Sat, Kamu cuma mikirin soal KB dan KB, terus nyari nyari masalah lain, cari kesalahan saya yang lain " Jawab ku


" Heeyyy apa sih Kamu, Apple to Apple dong" Ucap Satria dengan suara yang lebih keras dari ku


" Kamu yang gak bisa misahin masalah Sat, gak bisa kotak kotakin masalah, memperbesar masalah, dan Njlimet banget" Jawab ku dengan kesal, emosi ku sudah tidak bisa aku kontrol lagi.


Aku duduk di sofa dan menunggu jawaban dari nya. Satria duduk dan meraih tangan ku


" Maaf...Jujur saya gak suka di antar Ardhian Van, dia itu mantan kamu, ini malam hari, pikiran saya kacau" Jawab Satria dengan suara pelan nya.


" Saya hubungi kamu dari tadi Sat, Saya ga dapet Taxi, kalo ada pilihan lain, saya gak akan terima tawaran dia" Jawab ku dengan nada yang masih kesal


" Kenapa ga mau tunggu saya aja"


" Jalan Macet Satria, gak mungkin cukup satu jam, dan kamu kaya nya gak niat juga jemput saya"


" Ada Reno Van..."


" yah..itu. Kalo kamu niat, kamu langsung pergi jemput saya, saya bakal tunggu kamu" Jawab ku


" Maaf "


" Males saya Sat"


" Maaf Van!"


" Terserah kamu lah, kamu mau bahas apa lagi? soal KB, atau Kiss mark ini Mungkin?" Tanya ku menantang nya


" Soal KB...saya masih kesal" Jawab nya jujur, aku menarik nafas ku dalam dalam. " ini lagi aja masalah nya" keluh ku dalam hati.


" Soal Kiss Mark?" tanya ku


" Saya coba percaya"


" Brengsek kamu Sat" Jawab ku dan aku tinggalkan diri nya, aku bangun dan naik ke tempat tidur. Satria memang brengsek, Kata saya coba percaya, menunjukan ada ketidak percayaan nya pada ku.


" Van, saya belum selesai "


" Selesai buat malam ini, Saya ga mau ribut ama kamu " Jawab ku dan menarik Bed cover menutup seluruh tubuh ku, andai saja aku wanita lemah...aku sudah menangis saat ini, tapi aku bukan wanita seperti tokoh tokoh di sinetron, aku Stevanny Leonnydhia, hal ini tidak harus membuat aku meneteskan air mata.


Satria naik ke tempat tidur, aku rasakan pergerakan nya walau dia melakukan dengan pelan.


" Maaf Van" Ucap Satria, dia mencoba memeluk aku yang sedang tidurdalam posisi miring.


" Maafin saya Van" Ucap Satria lagi, aku tidak ingin menjawab nya, aku memilih untuk diam dan Diam.

__ADS_1


Satria terus memeluk aku mencium leher dan mengusap perut ku, kata maaf terus terucap dari mulut nya, bagaikan nyanyian yang menemani aku untuk tidur,


" Van...please, jangan begini sayang"


__ADS_2