My Vanny

My Vanny
Minggu Malam Membara


__ADS_3

" Mandi Bareng Bund!" Pinta Satria dengan menerobos masuk ke kamar mandi, aku tertawa dan ku lepaskan handuk ku, menunggu Satria yang sedang tergesa gesa membuka baju nya di bawah guyuran Shower.


" Bakal Kangen nih, mandi bareng begini" Ucap Satria dengan wajah yang sendu, aku langsung memeluk nya, melingkar kan tangan ku di leher nya, aku tau...menuju 2 minggu pertama masa training ku pasti akan sulit untuk satria dan juga aku.


" Puasin saya Malem Ini Bund" Pinta nya dengan membalas pelukan ku.


" Do my best Pih" Jawab ku dan mulai menyentuh Adik nya yang mulai bangun. aku memegang erat sepenuh hati ku, dengan rasa cinta dan sayang ku, aku membuat Satria mèngerang menikmati pelepasan pertama nya,


" Di kamar yah Bund" Pinta suami ku dan aku setuju, kami hanya berpindah tempat, tanpa mengeringkan tubuh kami terlebih dahulu, kami membuat sprei kami basah, dan Adik besar Satria sudah berdiri tegak lagi saat ini, padahal ini belum 10 menit dari pelepasan pertama nya, tapi Sang Adik sudah siap bermain lagi. olah raga yang cukup, makanan yang bergizi di tambah umur yang sedang imut imut nya, Satria begitu gagah menguasi tubuh ku saat ini.


Senyum yang tulus dari nya, wajah yang sedang bergairah membuat aku lebih totalitas melayani suami ku malam ini. maju mundur, desa_han dan teriakan manja ku, membuat Satria semakin bergairah saja.


" Bund...i cumm " suara serak Satria membuat aku semakin bersemangatnya menggerakan pinggul ku lagi di bawah sana, gerakan penguin menjepit anak ikan ( wakakakak, # colekreaderhebatku ) aku keluarkan dan akhir nya...kami tersenyum seiring dengan banyak nya cairan yang memenuhi inti ku lagi.


" Cape Bund?" Tanya Satria dengan memiringkan tubuh kami berdua.


" Lumayan Pih, Tapi yang tadi enak ga sih Pih?" tanya ku dengan tersenyum,


" Enak banget Bund, harus nya dari kemaren kemaren bund, pasti anak nya kembar 4" Jawab Satria dan kami tertawa.


" Bund, Perut mu sakit Gak? mungkin tadi saya gerak terlalu bersemangat" Tanya Satria dan aku mengambil tangan satria, aku simpan si perut ku.


" Mereka Baik baik aja Pih, Mereka seneng ketemu Papih nya lagi" Ucap ku dan Satria tersenyum di satu sudut sisi nya


" Kalo Bunda nya seneng ga?" tanya Satria


" Seneng Bangettt " Jawab ku tanpa malu dan ku cium bibir nya singkat.

__ADS_1


Satria


Pagi jam 4.30 Aku bangunkan Istri ku, kami harus mandi besar dan sholat Subuh. Sholat subuh hari ini aku di rumah saja, aku ingin sholat dengan istri ku, 2 minggu ke depan mungkin kami tidak bisa melakukan nya bersama, tapi kita lihat saja nanti...apa yang akan terjadi.


Aku memimpin doa, dan istri ku meng aamiin kan doa ku, suara ku bergetar, aku sedang menahan Ego Ku, aku sedang mengendalikan emosi ku, aku sedang meratapi nasib ku dan tentu saja mengkhawatirkan istri ku yang sudah bulat akan berangkat pagi ini.


Selesai berdoa, Vanny mencium tangan ku, dan aku memeluknya.


" Jangan tinggalin sholat nya Yah Bund"


" Sesibuk apa pun training mu, tolong di jaga sholat nya"


" Jangan lupa ada saya yang bakal kangen banget pelukin kamu kaya gini" Ucap ku beruntun dan Vanny menjawab " Iya Pih ".


Waktu nya sarapan, Gigi sudah siap di pagi ini, dia begitu semangat akan memulai sekolah nya, dan setelah sarapan pagi selesai, Vanny mulai berbicara


" Gi...Bunda nya Gak Pulang 2 minggu, kalo Gigi kangen, Gigi bisa telphone Bunda, Gigi bisa minta anterin Papih buat ketemu Bunda" Ucap Istri ku dan Gigi hanya tersenyum, aku bisa lihat wajah nya sekarang berubah menjadi sedih, walau Gigi menutup nya dengan senyuman.


Di Mobil Aku saat mengantar Gigi sekolah, Vanny duduk di belakang bersama Gigi, Vanny terus merangkul Bahu Gigi, membawa nya dalam dekapan nya.


" Sekolah yang Baik Yah, Gi...Gigi mau punya adik, Gigi harus bisa ajarin Adik adik baca nanti nya" Ucap Vanny dan ku lirik Gigi tersenyum, Mood nya mulai bangkit


" Pasti Bund, Nanti Gigi jadi Teteh, Adik Gigi banyak" Ucap Gigi dan Vanny tertawa


" 2 dulu, kalo 2 udah lahir, Nanti minta Papih bikinin lagi" Jawab Vanny dan aku tertawa kecil.


Sampai di sekolah, Aku dan Vanny mengantar nya sampai Gigi bertemu dengan Rendi teman ku.

__ADS_1


" Kenalin rend, Bini Gw!"


" Serius? Kok mau sih Mbak!" Jawab Rendi dengan tawa nya. Mereka bersalaman dan menyebutkan nama nya masing masing.


" Gw Nitip anak gw Yah Rend, Hari ino pulang nya ikut jemputan aja"


" Sip...gw stand by kok, paling gw di kantor!" Jawab Rendi dan kemudian kami pamit, kami harus melanjutkan perjalanan kami ke Anyer, Tempat Training Istri ku.


Masuk ke Jalan Tol, Aku banyak diam, Bukan karna aku sedang marah, tapi aku sedang bersedih. untuk membayangkan 2 minggu tanpa istri ku itu sudah sulit, apalagi menjalankan nya, dan hal ini mulai aku jalan kan hari ini. " Bagaimana Siang ku, Bagaimana Malam ku tanpa memeluk nya" keluh ku dalam Hati.


Senin Pagi, Jalan tol sudah pasti padat merayap, apalagi hari ini menjelang akhir tahun, banyak kendaraan yang akan ke luar kota untuk menikmati libur panjang di akhir tahun.


" Haus ga Pih?" Tanya Vanny dan membuka botol air mineral


" Kamu Duluan bund, lumayan juga kering nih tenggorokan " Jawaban ku


" Mau gantian pih bawa mobil nya?" tawar Vanny dan aku langsung menjawab nya " gak usah...saya Aja Bund"


Akhirnya kami tiba di tempat training Istri ku, sebuah hotel dan cottage mewah, Vanny melakukan check in di meja resepsionis dan seorang Bell Boy membantu membawa koper istri ku.


Ada beberapa cottage di sini, 2 lantai dengan pintu yang berbeda, seperti nya sudah di atur se_demikian rupa agar para peserta training nyaman mengikuti kegiatan mereka.


" Bagus kamar nya, Bersih " Ucap ku ketika masuk terlebih dahulu ke dalam kamar. Koper sudah masuk dan Bell boy pergi, setelah Aku memberikan selembar uang pada nya.


Vanny langsung memeluk aku


" Maafin saya Pih!" Ucap Vanny dengan suara yang pelan hampir tidak terdengar oleh ku.

__ADS_1


" Loh, Ada Apa Bund?...kenapa?" Tanya ku dan ku raih wajah nya yang sedang bersedih


" Maaf...saya ikut training Ini" Ucap nya dan aku mencium kening nya.


__ADS_2