My Vanny

My Vanny
Salah Paham


__ADS_3

Jumat malam, setelah makan malam, semua peserta yang akan pulang ke rumah nya, di persilakan oleh Panitia, ini sudah jadi Hak nya peserta training, Pulang setiap 2 minggu sekali, dan kami akan kembali di Minggu malam.


Mbak Sari tadi mengajak aku pulang bersama lagi, tapi aku menolak nya, Satria suami ku akan menjemput dan aku sangat bahagia, 5 hari sudah aku tidur tanpa memeluk nya, dan malam ini aku akan merapel semua malam yang kosong tanpa diri nya.


" Belom Di jemput Van?" Tanya Ardhian kemudian duduk di sofa lobby juga, kami duduk berhadapan dengan Satu meja kayu berada di antara kami.


" Belom...Satria lagi OTW " Jawab Ku singkat dan sebenarnya aku malas menjawab pertanyaan nya, bagaimana aku tidak malas, Ardhian yang aku anggap teman, tidak bisa mencarikan solusi untuk aku berhenti di training ini.


" Udah jam 9 lebih loh Van....Jadi di jemput Gak?" Tanya Ardhian lagi


" Yah macettt kali Ardhhhhh...." Jawab ku dengan gemas


" Yah kali dia lupa!" Jawab Ardhian dengan senyum seolah mengejek ku.


" Loe sih Paling seneng bikin gw BT Ardh..." Jawab ku lalu hendak pergi tapi Ardhian menarik tangan ku.


" Gitu aja BT " Ucap Ardhian dengan tertawa. aku mencoba melepaskan tangan ku yang Ardhian pegang dengan erat, aku berusaha memutarnya bahkan sampai tangan kami melayang di udara.


" Lepas Ardhh" pinta ku dengan keras


" Jangan BT dong!" Jawab Ardhian

__ADS_1


" Iya...tapi lepas " Ucap ku dan Ardhian melepaskan tangan nya, harus nya ku lega saat tangan ardhian melepaskan tangan ku, tapi kali ini tidak, aku malah merasa takut, aku melihat sosok Satria sudah berdiri di pintu Masuk Hotel dan tatapan begitu tajam melihat ku.


Satria membalikan tubuh nya dan aku mendengus sangat kesal pada Ardhian.


" Satria pasti SALAH PAHAM " Maki ku dan bergegas mengejar suami ku


" Gw bisa jelasin Van " Teriak Ardhian yang melihat Satria balik badan dan tidak jadi mendekat pada ku


" Gak Perlu " jawab ku dengan balas meneriaki nya. aku berjalan mencari suami ku, aku berjalan menuju parkiran tempat banyak mobil terparkir dan akhir nya aku mengatur nafas ku, aku sudah melihat mobil suami ku, aku mendekati nya, dengan pelan aku buka pintu mobil dan ku lihat Suami ku sedang menenggelamkan kepala nya di Stir mobil, lalu aku masuk dan duduk di samping nya, aku mengusap punggung nya.


" Ini gak kaya yang papih Kira" Ucap ku, Satria mengangkat kepala nya lalu melirik pada ku.


" I hope " Jawab nya singkat.


" Saya cape Van, Saya baru pulang Praktek, arah ke sini itu macet dan Jauh, dan pemandangan pertama yang saya liat itu bikin saya MUAK" Jawab Satria, dia menghidupkan mesin mobil dan mobil pun mulai bergerak.


" Pih...tadi itu "


" Udah...udah...please gak usah ngomong dulu Van" Ucap Satria memotong pembicaraan ku dan Satria memanggil aku Van Lagi, Bukan Bunda seperti panggilan sayang nya padaku.


Fix...Satria marah, Satria Salah paham lagi dan aku sangat menyesal, andai aku tidak kesal pada Ardhian, mungkin aku masih duduk manis saat Satria melihat ku tadi, walaupun ada Ardhian pasti Satria berpikir pintar, tidak mungkin aku macam macam dengan Ardhian di Lobby Hotel yang masih banyak orang berlalu lalang seperti tadi.

__ADS_1


Satria membuka sunroof dan dia mulai membakar rokok nya, Satria diam dan terus diam.


" Pih...udah ngerokok nya" pinta ku ketika Satria selalu menyambung rokok nya yang habis dia isap.


Satria hanya tersenyum sekilas dan membakar rokok ke empat nya tanpa henti, ini pertama kali nya aku melihat Satria merokok maraton seperti ini, dan aku mulai tidak nyaman dengan situasi ini.


" Pihhhh saya bisa jelasin, Berenti gak ngerokok nya " Ucap ku dengan kesal, aku bukan orang yang sabar. aku juga punya rasa kesal dan marah, dan aku merasa Satria tidak adil pada ku, bahkan saat aku hendak menjelaskan nya, dia menolak nya mentah mentah.


" Gak usah teriak teriak, Norak tau Van!" Jawab Satria dengan ketus


" Maaf " Ucap ku


" Saya bisa jelasin Pih" Ucap ku dengan mengatur nada suara ku lagi


" Saya Cape Van...Please " Ucap nya dan aku diam, Satria mematikan rokok nya pada can dengan kesal.


Ku tatap mobil mobil bergerak di depan dan di samping mobil kami yang sedang bergerak, kami tetap diam dan diam.


Akhir nya kami sampai di rumah, sepanjang perjalan kami benar benar diam, Sampai di kamar kami, Satria melempar tas nya ke sofa begitu saja.


" Mandi yang Bersih Van " Ucap Satria dan aku terkejut mendengar kata kata nya

__ADS_1


" Maksud nya?" tanya ku, aku memang tidak begitu fokus jadi wajar aku terkejut, belum lagi kata kata Satria begitu aneh di telinga ku.


" Saya bilang Mandi yang Bersih, Cuci tangan mu yang tadi di pegang Si Ardhian itu, Cuci berkali kali dan saya ga mau ada jejak dia di tubuh kamu" Jawab Satria dengan suara tegas nya. Jederrrrrrrr bagai petir di tengah hujan yang sangat lebat, tiba tiba aku langsung menangis begitu kalimat terakhir keluar dari mulut nya , tubuh ku terasa begitu lemah, bahkan kaki ini tak mampu menopang tubuh ku, aku bersimpuh dengan air mata yang tidak bisa aku tahan lagi.


__ADS_2