
Samuel mengajak aku bermain Basket, dokter hebat itu ternyata ramah dan sangat menyenangkan. Tadi kami banyak bicara mengenai tentang pekerjaan kami, Om Dimas juga bercerita mengenai penjualan mobil yang akhir akhir menurun akibat daya beli masyarakat yang sangat turun drastis. Semua orang sangat baik....terutama Bunda Desi, Dia itu begitu Sabar dan menyayangi anak anak nya, candaan nya fresh dan seperti nya aku Rindu Sosok Ibu.
" Ibu " ucap ku dalam hati.
" kenapa Ibu tinggalin Iya Yah?"
" Apa salah Iya, Bu?"
aku terus ber monolog dan mencoba mengingat wajah ibu, tapi begitu sulit untuk mengingat nya, bahkan sangat sulit sekali untuk bisa mengingat wajah nya saja.
" Mau maen gak Bang?" Satu lemparan bola di iringi tawa semua orang membuyarkan lamunan ku
" Biasa Bang....Penganten baru liat bola basket rasa liat pantat" Seru Om Dimas dan kini aku tertawa. aku Dribel bola dan mencoba untuk Shoot ke Ring Basket, Untung saja tembakan ku tepat, aku tidak terlalu malu bermain bersama semua laki laki yang badan nya tinggi tinggi.
" Maeeeennn mlulu, ngopi dulu sini" Teriak Bunda Desi yang datang bersama Gigi dan 4 orang anak kecil yang selalu mengintil di belakang Bunda.
" Udah dulu deh Bang...Bunda ngomel" Ucap Daddy dan mengakhiri permainan Basket sore ini. aku ikut menikmati Kopi di sore ini, beristirahat sebentar, lalu pergi ke Mesjid dengan berjalan kaki, " Hebat....mereka Sholat, bahkan si bule juga sholat" ucap ku dalam hati.
Sekitar Jam 5 sore, Vanny istri ku datang bersama Jasmine, Aku tersenyum melihat nya, Dia berjalan dengan mengendong Baby kecil, terlihat Kaku walau dia sudah berusaha maksimal mungkin untuk tidak gugup ketika jalan nya sudah semakin dekat ke arah ku,
" Saya Coba Gendong Van!" Pinta ku ketika aku sudah berdiri di depan nya
" emang Bisa, Saya aja susah!" Jawab nya dan aku tertawa
" Pasti Bisa Van, Seorang Dokter bisa mengendong Baby, Membuat baby dan merawat baby dengan Baik, Bukan Begitu Satria?" Seru Samuel dan aku tersenyum
" Harus Bisa, seorang dokter harus bisa membuat dan mengendong Baby nya" Jawab ku dengan memilih kata kata baku untuk samuel
" kasih Aja Teh!" seru Jasmine, Vanny masih ragu memberikan gendongan Baby brian pada ku, dengan cepat aku meraih tubuh baby brian, tidak sulit untuk ku, Di rumah sakit aku sering bertemu pasien kecil, dan saat ini Brian membuka mata nya, lalu tersenyum saat aku mengendong nya
" Udeh Cocok Satria" Seru Bunda Desi, aku tersenyum dan Istri ku tersenyum mendengar nya.
" Wangi " Ucap ku dengan mencium rambut baby brian.
" Saya yang dandanin, Mommy nya rebahan doang" Jawab Istri ku dan Semua orang tertawa
" Emang gitu kelakuannya teh, Punya anak juga masih bisa bobo siang, bobo malem teratur, jalan ke salon, pagi pagi joging" Seru Bunda Desi dan Jasmine yang menjadi obyek pembicaraan malah tertawa
__ADS_1
" Aku lagi Program Loh. berat badan belum turun....ini masih lebih 4 kilo, Iya Gak Sam" Jawab Jasmine dan suami nya tertawa
" Istri ku takut Terlihat Gemuk Satria, Dia ingin seperti Gadis lagi, dan menurut ku itu hal yang lucu" Jawab Samuel dan kami tertawa
" Iya lah...Kalo gemuk nanti Kamu..." Ucap Jasmine terpotong dan ku lihat suami nya langsung membungkam mulut istri nya dengan dengan 3 jari tangan nya
" Your Mouth Jas..." Ucap Sam dan aku tersenyum. Aku terus mengendong Baby nya, lalu duduk dan aku mengendong baby dengan satu tangan, satu jari tangan ku di pegang oleh jari jari kecil brian,
" Keren " Ucap ku dalam hati,
" Bener bener keren"
" Heeemmhhh nunggu Februari masih lama " Keluh ku dalam hati.
Stevanny
" Masih betah bund" Keluh ku pada bunda, Satria mengajak aku dan Gigi pulang. bahkan saat ini, satria sudah duduk di dalam mobil
" Suami teteh mau kerja...Ayo pulang dulu, besok bunda tunggu di sini" Bunda mengusir aku, Satria sudah di tunggu oleh Dokter Edi, Dia harus mengcover salah satu rekan nya yang tiba tiba sakit.
" udah balik...kasian satria, nungguin teteh tuh" Ucap Bunda dengan mengusap kepala ku, aku memeluk nya lalu mencium tangan nya
" Yah udah Vanny pulang Bund" pamit ku pada Bunda
" Besok sini lagi yah!" Ucap Bunda
" Besok ke sukabumi Bund, nyari alamat gigi " Jawab ku
" Trus kapan dong?" Tanya Jasmine dan bergantian memeluk aku
" Minggu depan, semoga gak dapet tugas ke Yogya" Jawab ku dan semua orang terlihat kecewa. aku berpamitan pada semua keluarga Jasmine, lalu memegang tangan gigi, melambaikan tangan ku, mengucapkan salam dan masuk ke dalam mobil.
Di mobil Gigi terlihat lelah, dia sibuk bermain dengan anak anak kecil di rumah Bunda, dan baru saja mobil kami hendak keluar dari komplek, Gigi sudah terlihat tertidur.
" Sat "
" Hemmhhh " jawab Satria dengan melirik pada ku
__ADS_1
" Kaya nya....saya siap deh buat Hamil" ucap ku pelan dan malu malu, Satria tiba tiba mengerem mobil dan menatap ku dengan tatapan tidak percaya
" Apa Van?" Tanya Satria
" Saya siap buat hamil" Ulang ku dan Satria tersenyum, Satria memeluk aku dengan di akhiri satu kecupan di kening ku.
" Thanks Van" Ucap Satria dan menyatukan kening kami
" Janji yah Sat " Ucap ku mengingatkan kejadian kasar kemarin malam dan Satria tertawa
" Iya...paham, Saya bakal belajar kontrol emosi Saya" Jawab Satria dan aku tersenyum.
Sepanjang perjalanan pulang satria selalu tersenyum dan mood nya benar benar sedang baik saat ini, Ucapan aku tadi seperti nya membuat Satria Bahagia.
Sampai Di rumah, Satria hanya menganti pakaian nya, lalu mengambil tas hitam nya, aku mengantarnya sampai ke Garasi lagi.
" Saya ga pulang malem Ini" Ucap Satria dengan memeluk ku
" Pulang pagi?" Tanya ku
" Jam 7 dari rumah Sakit"
" Ok.."
" Hati hati"
" Malem ini Tidur ya Van...banyak banyak Istirahat, Susu nya di minum, ga boleh minum Soda dan saya minta maaf buat kemarin malem" Ucap Satria panjang lebar
" Iya Sat"
" Susu minum"
" Iya Sat"
" Janji?!"
" Hoooh " Jawab ku dan Satria tertawa. Satria masuk ke dalam mobil dan aku menunggu sampai mobil itu hilang dari pandangan ku.
__ADS_1