
Pagi ini jam 6 aku sudah bersiap menerima tamu tamu yang akan datang, Ku pakai Dobox lengkap dengan Sabuk hitam ku, Saat aku bercermin aku tersenyun, " Gagah kok gw, cuma beda nasib doang.... ga jadi orang Bank kaya si Edi"
" Udeeehhh Ganteng Bam, pecah nanti kaca nya" Ucap Danish membuyarkan lamunan ku sendiri, aku masih merindukan Wanita itu, wanita dengan senyuman Manis, yang lupa akan diri ku karna berkencan dengan Si EDI.
Sarapan pagi dengan nasi uduk yang di beli oleh Reno untuk kami berlima, Tadi malam kami tidur di Ruko, Aku malas pulang, karna lelah berkelahi dengan Reno.
Jam 7 pagi 2 bis datang dan banyak mobil yang juga datang mengantar tamu tamu ku, Apalagi Bang Cakra, Dia datang lengkap dengan pengawal dan di sambut oleh Reno sebagai salah satu bagian unit kerja nya.
Abang ku memakai Dobox juga, gagah di usianya yang sudah 40 tahun. Mobil Ambulance juga Datang, dan team tenaga kesehatan nya adalah Awenk dan Novie dan 4 orang perawat, Novie tersenyum manis pada ku...Emhhh Novie, Bukan Vanny.
Acara pembukaan di buka oleh Reno, kumpul hampir 200 anak dengan aneka sabuk di sini, jangan tanya bagaimana para pelatih dari club lain menyambut Bapak dan Abang ku, mereka selalu mendekatkan Diri pada 2 orang itu dan aku hanya tersenyum.
" chariot" ( perhatian ) ucap Reno. Bapak sudah siap memberikan kata kata sambutannya.
" Khungre " ( hormat) kami membungkukkan kepala kami, hormat kepada Sabeum Nim, Bapak hanya mengucapkan Selamat Pagi, Apa kabar, selamat menjalankan kegiatan hari ini dan tetap semangat, Singkat dan Padat.
" Joonbi " ( bersiap ) ucap ku. Aku meminta semua anak untuk bersiap berlari dari mulai Rancamana dan berakhir di Lido sukabumi, Kami akan memotong jalan ke dalam komplek lalu masuk perumahan Warga, Jalan nya cukup Bagus, tapi Selalu menanjak dan Bagus untuk melatih kekuatan Fisik anak anak ini.
Danish, Dhika dan Teguh sudah mulai berlari di ikuti oleh para anak anak ini, Bapak ku juga ikut berlari, Bang Cakra ikut berlari di belakang Bapak, menjaga Bapak ku yang sudah Sepuh, dan para pelatih lain pun ikut berlari dengan mengambil Video dan gambar kegiatan ini.
Keren....aku bangga melihat anak anak ini berlari kecil, barisan panjang berbaju putih berlari mengikuti satu komando, Rapih dan tertib tentu nya. 4 orang pelatih termasuk Reno yang mengikuti lari anak anak ini dengan menggunakan Motor, mereka yang akan mengawasi perjalanan anak anak ini.
Alat komunikasi kami lengkap, semua sudah kami siapkan sebelum nya. Sambil berlari aku mencari keponakan ku, Ishhh Dia tidak ada, padahal harus nya dia berada di antara barisan sabuk Hijau, aku berlari lagi, mencari keponakan ku, tetap tidak terlihat juga, aku tunggu sampai sabuk merah Lewat, keponakan ku masih tidak aku lihat.
Melalui handy talky aku menghubungi Reno yang entah dimana dan Danish yang berlari paling depan
" Monitor "
" Iya Bam " Jawab Danish
" Yo Sat"
" Dari BGC, Akbar ga keliatan" Tanya ku menyebutkan nama keponakan ku dan Club nya
" Sorry, Ga apal gw Bam " Jawab Danish
" Ada Ma gw" Jawab Reno
" Dimana Loe"
" paling belakang sebelum Ambulans"
" gw tunggu lah, Gw dah liat ambulance" ucap ku dengan sedikit gemas, setelah menunggu sekitar 5 menit Reno yang menggunakan motor Trail nya sedang membonceng keponakan ku.
" Om Iya" Sapa Akbar, keponakan ku yang berusia 10 tahun dan mencium tangan ku, aku mengusap kepala nya, lalu mencium kening nya.
" Akbar Turun yah" Ajak ku
" esssttt apa apa an nih" Jawab Reno
" Akbar Turun dari Motor, dan ikut lari dengan teman teman yang lain" ucap ku
" Gw yang ngajak" Jawab Reno
" Gw yang Minta dia turun, gw ketua panitia disini " Jawab ku tegas, Reno terlihat kesal ku, aku menarik tangan keponakan ku, berlari lebih cepat agar dia bisa gabung dengan teman teman sesama Sabuk nya. Setelah Akbar bergabung, aku menunggu Reno dengan berjalan. Ternyata Reno melewati ku begitu saja, Sialll dia kesal dengan ku rupa nya.
3 Jam kami berlari kecil atau berjalan kaki setelah kami merasa lelah dan akhirnya kami sampai di Satu penginapan dan tempat pelatihan di LIDO. Kami berkumpul di lapangan yang sangat luas dan duduk dengan meluruskan Kaki kami. Minuman Botol sudah kami bagikan lengkap dengan Susu dan Buah Pisang. kami Istirahat sebelum nanti kami berlatih Pomsea bersama.
Aku duduk di dekat Bapak, Bapak yang meluruskan kaki nya dan ku pijat pelan kaki nya.
__ADS_1
" Cape gak Pak?"
" Cape nya nungguin iya" Jawab Bapak
" Lah bapak ngapain nungguin Iya...iya kan jagain mereka Pak" jawab ku dengan terus memijat
" Iya Janji ke Bapak secepat nya, Ini udah satu minggu loh Ya" jawab Bapak menjurus pada Janji ku mengenalkan satu wanita ke bapak. Aku tertawa dan Bapak memukul kepala ku.
" Kalo ga mampu nyari sendiri, Biar bapak yang Cariin, Atau Si Novie Aja, Tadi bapak ketemu Dia, kelihatannya dia gadis yang baik" jawab Bapak dan aku meringis
" iya Bisa cari sendiri pak" jawab ku
" Seminggu lagi yah Ya, kalo Sabtu iya ga bawa gadis pilihan Iya, Bapak yang pilihin buat Iya" Ancam Bapak ku
" Sabtu ini bapak ada di rumah Siapa?" Tanya ku menantang bapak, bapak memang berpindah pindah tempat, satu minggu di Bandung, 3 minggu lainnya pasti menginap di rumah 3 abang ku, atau touring dengan kelompok sepeda nya.
" Di rumah Yudha" Jawab Bapak, aku terus memijat dan memijat kaki bapak dan Reno menghampiri kami
" Loe gila Sat, Akbar loe ajak lari" Protes Reno
" Kenapa emang?" Tanya ku
" Anak Boss gw, lecet dikit bisa bisa gw di kebiri" protes Reno dan ikut memijat kaki bapak ku, Bapak malah memukul kepala Reno
" kamu yang bapak kebiri, kalo sampe Akbar ga ikut lari dengan yang lain" ucap Bapak ku dan Reno tertawa.
" Bapak nih ga tau aja Bang Cakra galak nya gimana"
" Masa sih?! Bener Si Cakra yang ngelarang anak nya buat ikut lari?"
" gak pak, bukan ngelarang, itu inisiatif reno aja, Ada Akbar, ada bang cakra, ada bapak, masa iya reno ga bisa jagain Akbar sih Pak, apa kata dunia nanti nya" Jawab Reno dan Bapak tertawa, Bapak memukul Reno berkali kali, bapak bercerita panjang lebar tentang anak dan cucu nya, Bapak tidak ingin cucu nya di specialkan karna ada kakek dan bapak nya
Acara istirahat berakhir, Latihan jurus di pimpin oleh para pelatih pelatih yang sudah berdiri di depan barisan, aku masih duduk dan mengambil handphone ku, di jam 11 siang ini Vanny masih belum menghubungi ku, apa dia sedang bahagia dengan kencan nya semalam dan lanjut kencan di hari ini, sebelum dia berangkat ke cirebon!.
Stevanny
Malam setelah nonton aku langsung mengambil mobilku yang aku tinggal di kantor, Lalu kembali ke apartement, packing baju untuk ke tugas ke cirebon nanti dan membawa koper lalu pergi menginap di rumah Amira.
Hemmhh " Saya kangen kamu Sat, kamu pergi dengan marah gitu, bikin saya ga enak hati, Tapi kamu marah kenapa sih Sat?, saya kan nonton bareng temen temen, ga cuma berdua Edi doang" Aku terus mengomel sendiri dan melaju kan mobil menuju Bogor. Niat nya besok pagi aku akan ke tempat latihan Satria, Menemani nya latihan sampai siang dan sore baru berangkat ke Bandara.
Malam ini aku dan amira banyak bercerita, tentang Satria juga tentu nya, Sendi Suami amira ikut gabung bersama kami, membahas mengenai kedatangan aku dan Satria ke rumah Papa dan sambutan baik dari semua keluarga ku.
" gw cuma ga yakin aja ama kerjaan Mir, Apa kata temen temen kantor gw, kalo gw beneran serius kawin ama Satria" Keluh ku dan 2 orang ini menentang ku
" Idup loe, loe yang jalanin Van, ngapain pusing ama omongan orang"
" tapi gw hidup di dunia nyata lah, ada harapan gw...gw bisa kawin dan rumah tangga dengan laki laki yang udah mapam mirip kalian lah" Ucap ku
" Kita juga mulai dari nol Van, rumah ini belum selesai kita cicil ke Bank, kalo kita gak cicil kapan kita punya rumah nya" Jawab Sendi
" Tapi kalian bisa bayar kan, Lah gw nanti?" Jawab ku mengingat aku baru memiliki satu unit kamar Apartement studio, yang alhamdulillah sudah aku selesaikan cicilan nya tahun lalu, tapi masih ada cicilan mobil yang jadi kewajiban ku satu tahun lagi.
" Iya juga sih Van, Tapi gw liat dia ga kaya driver on line loh Van, Dia terlalu manis buat jadi itu" Jawab Amira dan Suami nya menggerutu, karna Istri nya memuji laki laki lain.
" kalo si Edi gimana?" Tanya Amira
" Kerjaan sih layak, cuma gw ga suka, lebih nyaman ama Satria lah...biar dia banyak diem, tapi dia itu bisa bikin gw kangen" Jawab ku Jujur dan sahabatku tertawa
" Binggung gw ama loe" celoteh Sendi dan memang aku sendiri binggung dengan diri ku sendiri.
__ADS_1
Pagi ini dengan menggunakan celana training dan kaos putih aku bersiap untuk jalan pagi, rencana hari ini harus sukses, bertemu Satria dan tidak lupa aku membawa sarapan pagi untuk nya.
Aku membeli bubur yang akan aku makan nanti bersama satria dan teman teman nya, Tapi saat aku sampai ke ruko tempat satria latihan, Ruko nya kosong, tertutup, Yang ada hanya beberapa mobil yang parkir disini.
Menunggu...
aku berharap ini belum jam latihan nya, jadi aku menunggu satria dengan duduk di kursi besi yang berada di depan ruko, Lama menunggu, matahari sudah semakin terik dan ku lihat handphone ku sudah jam 9 pagi, berarti aku sudah 1 jam menunggu nya, tapi tidak ada tanda tanda satria atau yang lain akan datang latihan pagi ini.
Dengan kesal aku berjalan kembali ke rumah Amira, Bubur yang aku sudah beli aku berikan pada tukang parkir.
" Napa loe?" Tanya Amira ketika aku datang dan langsung menghabiskan kopi milik nya
" Satria nya ga ada, Mir"
Dan Amira tertawa
" Jadi loe belain jalan kaki jauh jauh buat nemuin tuh cowo?" Tanya Amira dengan tertawa
" Iya..gw dah speak pake training gini, jadi pas ketemu kan bisa bilang, gw abis lari pagi" Jawab ku dan amira semakin tertawa.
" Lagu loe...kaya bocah Van, loe kalo mau ketemu, tinggal telphone. ga usah nyiksa diri jalan dari ujung ke ujung"
" Gengsssssiiii Mir....gw Cewe, Masa iya gw telphone duluan, secara dia malem itu marah ga jelas, dan itu bukan salah gw Yah..." jawab ku menjelaskan kenapa aku tidak meng hubungi Satria.
So...gagal rencana ku pagi ini, Kangen tapi untuk menghubungi satria, rasanya berat. Aku, amira dan Zahra memutuskan untuk menonton drama Philinine yang berjudul Love you forever.
Jam 10.30 handphone ku berdering, Bu Indah menghubungi ku.
" Van, card mu masih ada di saya"
" Saya pegang card saya kok bu" Jawab ku dan memang key Card ku selalu aku bawa dalam dompet.
" Saya naikin limit kamu jadi 200, biar kamu bisa Approved " Jawab Bu indah
" Saya ga pegang teller bu" Jawab ku
" Persiapan Vannnn, Emang kamu bakal di CS doang, ga akan ke Teller Hah"
" Ya kali bu...saya pegang cs doang" Jawab ku mengingat kerjaan ku nanti
" Kamu dimana?"
" Bogor bu, liburan, sebelom kerja keras nanti" Jawab ku dan Bu indah tertawa
" ambil ke sini, Van. saya di sukabumi"
" Jaaauuhhh atuh Bu" keluh ku
" ya udah, saya yang antar ke tempat mu, share loc van" jawab bu indah
" eh eh ga usah bu, saya ke tempat ibu sekarang, ibu share loc yah" Jawab ku dan Bu Indah tertawa
" Jalan sekarang Van" perintah Bu Indah.
" Siap Ibu boss"
Akhirnya aku berpamitan pada 4 sahabat ku, film yang ku tonton berhenti di tengah jalan,
" Gw seminggu di cirebon, ga usah kangen ma gw" ucap ku dengan melambaikan tangan ketika aku sudah duduk di belakang kemudi
__ADS_1
" Ati ati Van...jangan lupa oleh oleh" Teriak Amira dan Zahra, aku tertawa dan akhirnya pergi menuju sukabumi.