My Vanny

My Vanny
Gila


__ADS_3

Vanny sudah tidur, aku masih di sofa menikmati bola yang sudah setengah jalan pertandingan nya, camilan keripik kentang aku dapat dari lemari makan nya Vanny, emhh serasa di rumah sendiri.


Chat masuk


Reno


Dimana Sat?


Satria


Aprt nya Vanny


Reno


Nginep?


Satria


Besok jalan pagi, gw di suruh nginep


Reno


Modus itu Sat, dia minta di Depe tuh


Satria


loe gila


Reno


Udah tidurin


Satria


Gebleeeekk


Reno


Percaya ma Gw, Dia itu cinta ama loe, cuma gengsi nya aja tinggi. lagian ga mungkin cewe nyuruh laki laki nginep kalo dia ga suka, Sat. kecuali Jala**.


Satria


Ngaco loe ah


Reno


Tarohan ma gw, loe susul ke temapat tidur nya, kalo dia marah...gw yang bayar sewa ruko 3 bulan.


Satria


Otak loe harus di kuras,


Dan aku tertawa membaca nya. Aku sih cukup melihat Vanny tidur di depan mata ku saja sudah cukup bahagia, jadi ga usah mikir yang lain lain lagi. type kamar studio, tempat tidur tanpa sekat dengan ruangan lain, kecuali kamar mandi, aku bisa melihat nya bobo manis walau hanya dari sofa saja.


Jam 1 malam, acara bola selesai, TV aku matikan dan ku rebahkan tubuhku di sofa, mencari posisi yang paling nyaman dan mencoba memejam kan mata ku. aku memang tidak sulit untuk tidur, pengalaman menjadi dokter jaga di UGD, kami sering mencuri waktu untuk tidur walau hanya 20 menit, kami bisa tidur sambil duduk, atau tidur tengkurap di lantai saja.


Jam 5 pagi alarm handphone berbunyi, Aku membangunkan Vanny, khawatir kami terlambat dan tidak sesuai dengan rencana yang sudah di buat nya.

__ADS_1


" Masih dapet Van?" tanya ku ketika melihat nya bersiap setelah mandi tanpa sholat


" Masih"


" kok lama bener?"


" idih ngapalin, ga guna banget" cibir nya dan Aku tertawa


Selesai sholat sudah ada kopi panas untuk ku, Hemmhh seneng banget, aku menikmati nya dengan mengucapkan terima kasih pada Wanita cantik ini.


" kalo udah nikah, kopi nya nanti di campur susu, Van" ucap ku dan Vanny tertawa


" Kamu beneran mesum yah Sat" Protes Vanny dengan wajah yang di tekuk


" ya ampun Van...yang mesum itu kamu, saya serius loh. saya itu biasa menghabiskan susu 1 liter dalam satu hari" jawab ku dan Vanny terlihat tersenyum karna malu.


" buru abisin, nanti keburu macet "


" iya Cint" Jawab ku dan Vanny tertawa. Di mobil


" kalo papa tanya ini mobil siapa, Saya jawab apa Sat?"


" Ya bilang aja mobil saya"


" Jangan bohong ah, nanti kalo ketauan... Papa bisa marah, mending kita jujur aja Sat, Ga apa apa kan Sat?" Tanya Vanny dan aku mengangguk kan kepala ku, Vanny nih..aku jawab jujur tapi tidak percaya, ya sudah lah.


Melintasi Jalan Tol yang panjang, Sabtu pagi yang cerah di kota Bandung, bersama wanita cantik dan aku mulai gugup. Handphone ku berdering, hemmhh Vanny melirik handphone ku


" Reno tuh Sat"


" angkat aja"


" Jadi ke Bandung ga Van?"


" Jadi udah keluar tol malah, Mau nyari sarapan dulu lah, mumpung masih pagi"


" ok, bilang Satria gw nunggu di depan rumah almarhum Sanin Farhan"


" Serius loe Ren?" tanya ku ikut bergabung bicara


" Serius gw "


" Ok " Jawab Ku


" Daerah mana Sat?"


" Depan Lurus belok ke kiri" jawab ku.


15 menit kemudian kami sampai di depan rumah guru aku dan Reno, di depan rumah nya memang banyak yang menjual sarapan pagi, jalan ini menjadi salah satu jalan yang sering di lewati para mahasiswa yang kampus nya tak jauh dari sini.


Reno sudah terlihat sedang duduk dengan kopi nya, aku berjalan dengan memegang tangan Vanny, Wajah Reno sudah gresek seperti biasa nya.


" Cerah bener muka loe"


" Secerah pagi ini kah?" Tanya ku pada Reno dengan menjabat tangan Khas kami para pria


" Eh Vanny, Duduk Van, Berdiri itu pegel, tapi kalo udah biasa enak juga sih" ucap Reno dengan tertawa, Reno Pasti berpikiran mesum seperti yang semalam dia ajarkan pada ku, Vanny hanya tersenyum lalu duduk di kursi plastik.

__ADS_1


" Rumah loe daerah mana Van, kirim alamat nya ke gw?" pinta Reno


" Cikole...Memang tau?" tanya balik Vanny pada Reno


" Isshh Jajahan gw itu sih, gw 2 tahun di sini Van" jawab Reno


" Masa sih?" tanya Vanny lagi


" Merendahkan Gw sebagai Moreno, Sat. Untung cewe loe Sat, kalo bukan...."


" Kenapa?" tanya ku dan Vanny


" gw pepet lah, gw juga suka modelan kaya loe van...Gagah gagah kaya gajah, tapi gemesin banget kaya kucing persia " jawab Reno dan kami tertawa. Vanny mengirimkan alamat rumah nya pada Reno, " Ohhhh daerah ini, apal gw daerah situ"


Sarapan lontong bumbu kacang dan tahu, Aku banyak pakai kecap, Vanny banyak menambahkan Sambal. Selera yang berbeda.


" rokok Sat, Biar ga gugup" ucap Reno dengan membakar Rokok nya.


" Gak Boleh" Vanny langsung menepuk tangan ku yang hendak mengambil rokok di atas meja, Reno tertawa


" Kasian Van, Muka nya pias Gitu"


" Emang kamu ngerokok Sat?"


" Kadang...kalo lagi stress kerja atau lagi Mau aja" jawab ku, Tidak munafik lah, aku merokok saat stress.


" Sekarang Mau?"


" Mau..tapi kan gak boleh kata kamu" Jawab ku dan Reno tertawa


" SATRIA BAJA HITAM KALAH DI TANGAN MONSTER VANIGATA" ucap Reno dengan tertawa


" Varigata Ren" ucap Vanny


" Iya, Tau...loe jadi mirip Satria ah, kaku" Keluh Reno, aku dan Vanny hanya tersenyum kecut.


" Mau Jalan sekarang ga?" Tanya Reno setelah mematikan rokok nya yang sudah habis di hisap nya


" 10 menit lagi Ren, Gw gugup" Jawab Ku dengan berdiri dan mengatur nafas ku, menghirup dalam dalam dan menghembuskan nya perlahan


" Lebih takut dari UKT?" Tanya Reno dengan menendang kaki ku pelan


" Iya, UKT Dan 4" Jawab ku dan Reno tertawa, setelah 10 menit, Reno menanyakan kami sudah siap atau belum lagi


" Loe repot deh Ren, loe kalo mo jalan, pergi dah" Ucap ku dan Reno tertawa


" Ishhh loe tau ga...di ujung jalan sana mulai macet, Loe mau sampe rumah si Vanny abis Dzuhur?"


" Emang ada apa Sih Ren?" Tanya Vanny


" Jalan sehat Caleg nomor 1, partai itu " Jawab Reno dengam menunjuk bendera partai yang banyak di pasang di sepanjang jalan.


" ya udah jalan sekarang deh " Jawab ku dan Vanny, Aku membayar makanan kami dan Reno menaiki motor nya.


" Gw buka jalan buat loe, Di depan ada mobil patroli, Loe ikutin gw, Jangan lupa Lampu mobil loe" pesan Reno dan aku tersenyum, Reno begitu perhatian pada ku, Dengan mudahnya mobil ku mengikuti motor Reno, bahkan di ujung lampu merah, mobil patroli menjadi pengawal kami saat ini.


" Ini serius kerjaan nya Reno" tanya Vanny tak percaya, saat mobil ku di kawal 2 mobil Patroli

__ADS_1


" Iya...Dia memang gila Van" Jawab ku dan Vanny mengelengkan kepalanya, Dia begitu kagum pada Reno.


__ADS_2