
" Sukabumi...Macet Brooo, haduuhhh kalo bos nya bukan Bu Indah, Najis banget nyusulin ke mari" aku mengomel seperti biasa
" Mana pake training lagi, lupaa banget mau ganti tadi" keluh ku lagi
" Lagi punya Boss bisa bisanya naekin limit se enak nya, nah semakin tinggi limit semakin banyak kerjaan dong, banyak yang minta di Approved untuk transaksi di teller "
" Tapi boss selalu benar, jadi percuma complaint, toh limit 200 juta cuma buat di cirebon doang"
" Aarrggg Bu Indah, liburan jauh bener ke Lido, napa ga ke kebon raya aja sih Bu" ucap ku dan aku tertawa.
Mobil ku sudah tiba di parkiran hotel Lido, Banyak mobil di sini, aku mengambil handphone dalam tas ku lalu menghubungi si Boss
" Saya di Parkiran Bu"
" Masuk ke Resto Van, saya di dekat taman " Jawab Bu Indah, aku berjalan dan masuk ke dalam hotel, lalu mencari Restorant yang Bu indah maksud, " ketemu " Ucap ku sendiri ketika melihat restoran yang menjorok ke halaman luas. Aku melihat Bu indah sedang duduk sendiri dengan banyak Tas di antara kursi dan meja nya
" Siang Bu" Sapa ku
" Heeyy...siang Van, Ayo duduk" ajak bu indah dengan merapihkan tas yang menduduki kursi, lalu aku duduk di depan nya.
" Dah makan van?"
" belom Bu, dari pagi malah" Jawab ku dan bu indah tertawa
" Makan yuks...buffet itu punya keluarga saya" Ajak Bu Indah dengan menarik tangan ku. aku sih ok saat di ajak makan, Lapar kok, sarapan bubur gagal tadi pagi.
" Acara keluarga Bu?"
" Iya...ponakan saya ada acara, jadi kita harus kasih dukungan, sekalian kita liburan, kumpul bareng mumpung sehat" jawab Bu Indah
" terus kok ibu sendiri?" Tanya ku dengan mengambil makanan mengantri di belakang bu Indah
" suami saya lagi maen mini golf ama abang nya, istri istri nya lagi renang sambil jagain anak anak" Jawab bu Indah
" Ibu ga ikutan?"
" Saya ga bisa renang Van...sumpah saya paling BT kalo keluarga dah ngajak renang, Mati Gaya" Jawab Bu indah dan aku tertawa.
Sebelum makan, bu indah membuka Tas dan dompet nya.
" 200 juta, setau saya di cirebon baru sampe 150 juta, jadi if something happen kamu bisa approved ga usah nyari kepala cabang, kasian kepala cabang yang baru pasti sibuk banget" ucap Bu Indah dengan memberikan key card pada ku
" Key card lama saya masih berfungsi gak?"
" Yah kagak Vann..begitu kamu mau pake, kamu telphone saya, jadi kita bareng masuk pin nya" Jawab Bu Indah
" Ok " Aku memasukan key card ke dalam dompet ku, ini tertinggal aku tidak bisa bekerja.
Makan siang gratis dan enak, aku bahkan sempat menambah beef lada hitam nya
" Laper van" Tanya bu indah menggoda aku
" Emosi bu...tadi mau sarapan gagal" Jawab ku dan Bu Indah tertawa
" Kok Bisa? ga punya duit?"
" Ga ada temennya bu, mana enak makan sendiri " jawab ku dan Bu indah tersenyum. Selesai makan aku pamit pada ibu Boss, cape rasa nya bila rencana yang sudah di rencana kan dari awal tidak berjalan sesuai rencana. apalagi saat ini restoran mulai penuh dengan kehadiran orang orang yang akan menikmati makan siang, terlihat Mereka berjalan bersama sama sambil mengobrol, jadi niat ku untuk pamit pada bu Boss semakin bulat.
" Tiket dan Voucher Hotel udah kan Van?" tanya Bu Indah ketika aku berpamitan
__ADS_1
" beres bu, tinggal uang jajan dari ibu yang belom" Canda ku dan Bu indah tersenyum.
" Nanti saya transfer buat kamu jajan" jawab bu indah, aku tertawa karna candaan ku di tanggapi serius oleh si Boss
" Asyyyiikkk" lalu berjalan
memghindari pintu utama dan mengambil pintu samping yang juga padat.
" Sorry "
" Sorry"
" Van "
" Kamu" Ucap ku dengan sedikit gugup karna satria begitu dekat dengan ku
" kamu disini?" tanya Satria yang meraih pinggang ku lalu membawa aku ke pinggir pintu, memberikan akses jalan pada orang orang yang akan masuk ke restoran.
" Tadi di panggil Si Boss buat ambil kartu, Kamu disini sat?"
" Iya...ada acara di lapangan sana" Jawab Satria menunjuk halaman luas yang masih tersisa banyak orang
" Ohhh " Jawab ku, aku tambah gugup karna Satria tidak melepaskan tangan nya di pinggang ku, aku sedikit khawatir Bu Indah melihat ku.
" Makan Yuks" ajak satria dengan tersenyum pada ku
" Saya udah makan Sat"
" saya belum, temenin saya ya Van" Jawab Satria, dan aku setuju. Satria membawa aku masuk ke dalam Restoran, lalu mencari Buffet kecil yang aku baca bertuliskan PANITIA.
Aku mengambil Piring yang satria sudah isi dengan makannya, satria tersenyum dan mengusap pucuk kepala ku. " Thanks" Ucap Satria.
" Kita gabung bareng mereka" Ucap Satria berbisik pada ku saat aku masih jalan pelan dan ragu ragu
" Yakin?"
" Kenapa ga yakin, itu Novie, Sekalian saya mau kenalin kamu" Jawab Satria dan memegang satu tangan ku.
" Heyyy Van...Ayo duduk sini" Ajak Reno.
" Kenalin Temen temen ku" Ucap satria dengan mengusap kepala ku, 2 orang itu tersenyum pada ku, aku pernah melihat nya sekilas di rumah sakit saat Lukman di operasi. aku simpan piring ke meja lalu mengulurkan tangan ku
" Vanny"
" Awenk"
" Novie"
Fix...dia Novie, Mantan yang Manis. apalagi Novie menggunakan Jas putih nya yang di gulung asal, membuat nya semakin manis.
" Nyusulin Van?" Tanya Reno dan aku menggelengkan kepala ku
" Mana mau dia nyusulin Ren...Loe yang kagak kagak aja Deh" Jawab Satria dan aku tersenyum kecut
" Dahi mu kenapa Ren?" tanya ku dengan melihat ada yang lain di wajah nya
" Liatin Reno, Liat saya napa Van, Ga liat apa bibir saya bengkak gini" protes satria cepat dan aku melirik nya.
" Eh iya...kenapa Nih Sat?" Tanya ku dengan mengusap bibir nya, Reno dan Awenk tertawa, sementara Novie berkomentar
__ADS_1
" Udah saya obatin tadi, ga ada yang parah, harus nya Satria bisa ngobatin sendiri, Cuma dia itu manja"
Aku menarik nafas ku" ohhh udah di obatin mantan, pantes lupa ma gw"
" Suapin dong Van" Pinta Satria dengan memegang tangan ku
" Tangan nya juga sakit?" Tanya Awenk dan Reno tertawa, aku mengambil sendok dan mulai menyuapi nya.
" Mau jalan ke cirebon yah Van?" tanya Reno
" Iya...jam 5 lah" jawab ku
" Emang kerja dimana Van?" Tanya Novie pada ku
" Bank B** " Jawab ku dengan tersenyum mencoba ramah dan berteman dengan mantan Satria.
Aku selesai menyuapi Satria, ada rasa senang sih bisa menunjukan perhatian ku, apalagi di depan mantan nya.
Awenk pergi terlebih dahulu karna di panggil oleh temannya yang lain, tidak lama Reno dan Satria juga meninggalkan aku
" Saya mau tutup acara dulu ya Van, Jangan kemana mana, tetep disini" Ucap Satria dengan mengusap pipi ku
" Thanks ya Nov, Buat bantuan nya, Saya tinggal dulu" Pamit Satria pada mantan nya
Aku berdua dengan Novie saat ini. Gayanya sih Asyik....terlihat dia percaya diri. Dengan mengaduk Jus jeruk nya dia bertanya pada ku
" Udah lama kenal satria Van?"
" Hemmhh Lumayan" jawab ku, tanpa memberitahu waktu tepat nya.
" Kalo saya kenal Satria dulu di UI, Saya Awenk, Satria, Gilang dan teman teman yang lain, kami akrab sampai saat ini" cerita Novie, dan Satu yang satria pernah ceritakan adalah benar, Dia dan Novie berteman Di kampus UI
" kalo Satria ambil jurusan apa waktu itu?" Tanya ku dan Novie mendelik padaku
" Emang satria gak Cerita?" tanya nya padaku
" Gak" jawab ku jujur
" Ya udah saya juga ga bisa jawab pertanyaan kamu, itu privasi dia" jawab Novie terkesan sombong dan sangat mengenal Seorang Satria
" Tapi dia itu lucu Van, cool ga jelas, posesif ga jelas dan banyak deh cerita dia yang masih saya hapal sampai sekarang cerita Novie dan aku hanya tersenyum.
Satria datang kembali, setelah pembicaraan aku dan Novie tadi, kami sibuk dengam handphone kami masing masing.
" Van...Jalan yuks" Ajak Satria yang berdiri dan mengusap rambut ku
" Ya udah" Jawab Ku, Lalu kami berpamitan pada Novie, dia pun pergi meninggalkan meja tadi.
" Kita mau kemana Sat?" tanya ku ketika Satria membawa aku menelusuri lorong kamar kamar hotel ini
" Mandi dulu saya, lengket " Jawan nya dengan membuka satu pintu kamar hotel.
Bawaannya masuk kamar hotel, suka yang iya iya aja dehππ€π€©π₯°π€π«
πππππππ
Yeaahhh akhirnya bisa up Juga, maaf ya saya mulai repot anter jemput 2 anak sekolah yang jam nya beda beda.
Di tunggu koment, like dan Vote nya.
__ADS_1
Hatur nuhun....