
Reno datang bersama 2 orang laki laki, mereka memperkenalkan diri nya sebagai ketua RT dan juga tetangga yang rumah nya di datangi oleh Reno tadi, Gigi mencium tangan kedua orang itu, Jadi aku dan Vanny setuju bahwa Orang ini mengenal Gigi dan Gigi mengenal 2 orang ini.
Aku menceritakan lagi soal Nenek nya Gigi, lalu maksud kedatangan kami hari ini. Ucapan turut berduka cita kami terima dari ke dua bapak itu. Sayang nya aku lupa mengenai surat keterangan kematian nenek nya gigi di rumah sakit, tapi aku berjanji secepat nya akan datang kembali ke desa ini.
" Saya perlu data Ginueng buat lanjutin sekolah nya Pak"
" Data apa atuh yah?" Jawab tetangga nya dan aku kesal akan pertanyaan bodoh nya
" Kartu keluarga, akta kelahiran, Raport dan juga buku nikah ibu nya Gineung " jawab ku.
" Setau saya...Kartu keluarga Emak Idah tidak ada nama anak nya, hanya nama si emak dan Gineung saja" Jawab Pak RT.
" Yah sudah Tidak masalah pak, saya minta tolong di siapkan saja" Jawab ku, Dan Pak RT nya malah meminta Identitas ku.
Aku tersenyum dan mengeluarkan KTP, SIM juga id card ku di rumah sakit, aku pikir wajar lah, Pak RT berhati hati pada kami, jaman sekarang banyak sekali modus kejahatan.
" Kasih juga punya loe Ren" Pinta ku pada Reno. Reno juga mengeluarkan identitas nya dari dompet nya. bahkan si Sombong Reno, mengeluarkan kartu Identitas Anggota nya.
Setelah Melihat semua data kami, Pak RT ijin meninggalkan kami, dia akan mengambil berkas di rumah nya, dan tinggal lah satu tetangga Gigi yang usia nya sekitar 40 tahun.
Si Bapak mulai bercerita, kami awal nya mendengarkan dengan Baik, tapi lama lama cerita si Bapak membuat Aku kesal.
" Berapa Uang yang di Pinjam Nenek Gigi kepada bapak?" Tanya ku dengan kesal, Orang ini bercerita bahwa nenek nya Gigi meminjam uang kepada nya.
" Tidak apa apa pak, ini hanya cerita, saya juga kan kasihan melihat keseharian si Emak Idah, jadi saya pinjam kan waktu itu, dan tidak apa apa...tidak usah di ganti, saya mah Ikhlas" Ucap Si bapak dengan nada suara yang menyeleneh, Ikhlas kok di ungkit, kasian kok di omongin.
Pak RT datang kembali dengan membawa Map kuning, Di berikan nya Copy kartu keluarga Gigi pada ku, lalu aku bicara serius.
" Saat ini saya dan Istri yang akan mengurus Gineung, Pihak rumah sakit mempercayakan Gineung pada saya, Tapi...bila ada keputusan lain dari Rumah Sakit, saya akan datang kemari, memberitahukan Keberadaan Gineung dan Juga Pihak Rumah Sakit mengenai alamat dan data penduduk Gineung" ucap ku dan Pak RT ini menganggukan kepalanya.
" Gigi belum sekolah Formal Yah Pak?" Tanya Istri ku
" SD di Sini jauuuhhh bu, setau saya Gineung ini ikut TPQ di depan Jalan sana" Jawab Pak RT.
" Oohhh gitu, tapi 7 tahun sat, harus nya udah sekolah" Ucap Istri ku
__ADS_1
" Mungkin Nenek nya ga bisa anter kalo terlalu jauh Van, kan Nenek nya sakit" Jawab ku dengan mengusap punggung nya
" kasian ih" Ucap nya istri ku, dan tentu saja aku juga iba...saat mendengar cerita si Nenek, dan sekarang melihat langsung kondisi rumah nya yang memprihatinkan sekali.
" Listrik nya di putus da Pak, can mayar atos 4 bulanan" Ucap tetangga nya Gigi dan aku tersenyum kecut
" Biar saya urus pak, saya pasti selesaikan tunggakan nya" Jawab ku, dan Si Bapak itu terlihat kesal juga pada ku. Aku dan Reno banyak bicara dengan Pak RT, sedikit mengacuhkan bapak di sebelah nya, dan kemudian dia pamit meninggalkan kami.
" Gigi punya akte ga pak?" Tanya Adel
" Setau saya belum punya Bu, sempat mau saya urus, tapi kan ibu nya gineung tidak ada buku nikah, dan saat pindah ke rumah ini, Hanya Emak Idah dan Bayi gineung saja" Jawab Pak RT
" Ohhhh Jadi Si Emak ini pindahan, bukan orang asli sini?" Tanya Reno
" Iya Pak...pindahan, kalo tidak salah Si emak ini dari Sindang Sari" Jawab Pak RT.
" Gimana Ngurus nya Sat?" Tanya Vanny
" Nanti saya tanya Bang Yudha Van, Ga usah khawatir lah. Gigi pasti bisa sekolah" Jawab ku Istri ku ini sangat ingin sekali melihat Gigi sekolah.
" Iya sayannggg" Jawab ku dan memegang tangan nya, " Hemmhh sepertinya di banding aku, vanny terlihat lebih sayang pada Gigi" ucap ku dalam hati.
" Bunddd " Panggil Gigi pada istriku
" Iya Gi!"
" Pengen Pipis lagi" Ucap nya dan aku tersenyum.
" Jauhhh Gi, kita harus cari Alfa duku" Jawab Reno dan Gigi seperti berpikir
" Nenek suka taro kunci di bawah Pot Bunga" Ucap Gigi, dan berjalan ke arah pot bunga plastik besar yang warna nya tidak hitam lagi, tanaman nya sudah layu dan Gigi tersenyum
" Ada Ini Buund" ucap Gigi dan aku tertawa, " Bocahhhh....bukannya dari tadi" keluh ku dalam hati.
Vanny membantu gigi membuka pintu rumah, aku meminta Pak RT untuk masuk ke dalam Rumah, mencari dokumen lain tentang Gigi. ini ide nya Reno, entah lah...Reno terlihat tertarik dengan data data Gigi.
__ADS_1
Kami masuk ke dalam rumah, melihat isi rumah ini, dan mengajak Gigi Bicara, hanya ada satu barang elektronik yaitu TV tabung 14 inci.
" Gi...kalo nenek...naro berkas berkas dimana?" Tanya Adel
" Berkas itu apa Tante adel?"
" Hemmhhh Buku buku sekolah Gigi?" Jawab Vanny cepat dan Gigi menunjuk Buffet kecil.
" Boleh liat?" Tanya Reno
" Boleh Om Reno"
Reno membuka lemari bersama ku, hanya ada buku tulis, pensil dan buku gambar saja.
" Ini photo nenek nya Gigi?" Tanya Reno pada ku, Ada satu bingkai photo Nenek nya Gigi dan seorang gadis yang aku duga adalah ibu nya Gigi.
" ini Photo siapa gi?" tanya Reno
" nenek sama Ibu" Jawab Gigi
" Kalo Photo ayah?" tanya ku
" gak ada Pih, Nenek bilang ayah gigi di kirim ke medan perang, Bela Negara" Ucap Gigi dengan penuh kebanggaan pada Ayah nya.
" Ya udah...balik deh" Ajak Reno dan mengambil photo itu.
" Buat apa loe bawa?"
" Gw cari ampe yakin" Jawab Reno, dan aku mengucap kan Thank you pada nya.
Sebelum pulang, aku meninggalkan kan nomor handphone pada Pak RT, aku titip uang sebesar 1 juta 3 ratus untuk menganti uang yang di pinjam Nenek nya gigi pada tetangga, karna dia tadi menyebutkan nominal 3 ratus ribu sebelum dia pergi.
" Kalo ada hutang keluarga nya Gineung tolong kabari saya Pak RT" Ucap ku dengan sopan
" Baik pak" Jawab nya.
__ADS_1