My Vanny

My Vanny
Kompensasi


__ADS_3

Dan ini lah yang paling aku takutkan, Kedatangan Ardhian dan juga lukman di saat aku sedang menceritakan ke galauan ku saat ini pada 2 sahabat ku.


Tawa Ardhian dan Lukman begitu terdengar bahagia saat mereka masuk ke dalam rumah, wajar sih mereka akrab seperti itu, bahkan aku juga adalah Sabahat nya Ardhian dan Lukman, kami adalah sahabat saat kami kuliah dulu, kami akrab...aku, zahra, amira, Lukman dan juga sendi. Tapi kondisi nya sekarang sudah berubah, sudah berBeda.


" Hai Van " Sapa Ardhian manis sekali pada ku.


" Hai Ardh" Jawab ku mencoba untuk Ramah, aku harus ramah lah, Ardhian itu menolong ku saat aku sakit kemarin, Lukman sih datang mendekat dan duduk di samping ku.


" Dari tadi?" Tanya Lukman


" Lumayan lah, Ini mau balik " Jawab Ku dan ku lihat Ardhian tersenyum, lalu duduk di dekat Amira


" Dia balik, karna ada gw tuh" Ucap Ardhian dan mereka tertawa


" Iya loe bener Ardh...Gw balik Ah, ngeri Satria liat nanti dia salah paham" Jawab ku jujur dan tersenyum.


" Gw aja yang balik Van, Loe pasti masih kangen ama Zahra dan amira" ucap Ardhian dan dia langsung berdiri.

__ADS_1


" Gw aja yang balik Ardh..." ucap ku,


" Loe bukannya lagi ada urusan " ucap ku lagi.


" Masih Care Ma Gw Loh Man! Gw aja yang balik deh Van" Ucap Ardhian dan aku sebenar nya tidak suka kata kata itu.


" Saling menjaga perasaan " Ejek Amira dan aku malas menanggapi nya.


Dan satu lagi yang aku takutkan terjadi, Suara Gigi yang mengucapkan Salam membuat aku sedikit panik.


" Hooh, Nyusulin gw, gw kelamaan di sini" Jawab Ku, Zahra menjemput kedatangan Gigi, dan aku lihat ada Satria juga saat ini. Pasti ada Satria, Satria mana mungkin membiarkan Gigi pergi seorang Diri.


Satria datang dengan kaos putih dan celana putih, baju Dobok nya sudah dia lepas dan aku tersenyum. Satria menjabat tangan semua orang termasuk juga pada Ardhian. Aku mengusap dahi Gigi yang berkeringat.


" saya ke Amira dulu tadi, Tapi kamu ga ada di sana " Ucap Satria dan aku merasa tidak enak hati, aku ijin nya ke rumah Amira, tapi malah datang nya ke Rumah Zahra, tapi kan rumah mereka berdekatan, harus nya tidak ada masalah, tapi aku tidak enak hati, aku takut satria berpikiran lain, contoh nya, Aku memilih rumah zahra karna ada Ardhian di sini, padahal aku saat datang Ardhian itu tidak ada, tapi ketakutan aku itu tidak bisa aku tutupi.


" Iya, saya disini, barusan aja mau pamit pulang" Jawab ku dan Satria hanya tersenyum. Tuh kan dia tersenyum... aku takut pikiran ku benar.

__ADS_1


" Mau kopi Sat?" Tanya Zahra


" Ga usah Ra, udah tadi di ruko " Jawab Satria, Zahra membawa 2 gelas Jus mangga untuk Satria dan Gigi.


Setelah 15 menit berbasa basi, Aku mengajak Gigi pulang,


" Kok beneran Balik Sih Van?" Tanya Amira


" Gw mau packing, Senin gw training " Jawab ku, lalu mencium Amira dan Zahra dan kami berpamitan pada semua orang.


Di jalan, Satria mengendong Gigi dan juga memegang tangan ku.


" Kamu yakin mau ikut training itu Bund?"


" Kamu kan udah kasih Ijin Pih, Kita udah bahas ini " Jawab ku


" kamu mau minta kompensasi apa, andai saya meminta kamu membatalkan training itu?" Tanya Satria dengan suara yang lembut.

__ADS_1


__ADS_2