My Vanny

My Vanny
USG


__ADS_3

Aku mengandeng tangan wanita cantik, wanita cantik yang sudah menjadi istri ku, dokter dan perawat bahkan pasien pasien ku tersenyum saat kami berpapasan.


" Dokter udah tunggu kamu " Ucap ku menghilangkan keheningan diantara kami berdua.


" Huumh" Jawab Istri ku


" Kok Diem?" Tanya ku dengan melirik ke arah nya


" Banyak yang liatin Malu " Jawab Vanny pelan dan Malu malu


" Ooohh...nikmati saja, kamu wanita beruntung, kamu satu satu nya wanita yang saya gandeng tangan nya di rumah sakit ini" jawab ku


" Emang selama ini ga pernah? Novie mungkin, atau dokter Shanti?" Jawab nya dan aku berhenti melangkah


" Saya ga pernah bawa Novie secara pribadi ke sini, Kalau pun dia datang, dia bertemu dengan teman teman nya, dan Untuk Shanti...she's not my style" Jawab ku berbisik dan Vanny tersenyum, Dia dengan malu malu menyimpan kepala nya di dada ku.


" Cuma kamu Van...Dan kamu ga perlu khawatir, range kamu diatas 2 nama wanita yang tadi kamu sebut" ucap ku lagi, menyakinkan nya hanya dia yang pantas untuk menjadi wanita ku.


Dan adegan recehan ini terhenti karna Panggilan Seorang Perawat


" Dokter Satria....Dokter Hidayat sudah Menunggu " seru nya dan aku tersenyum dan menjawab Singkat " Ok Sust" Mereka tau aku jarang berkomunikasi panjang lebar.


Ku ketuk pintu ruangan Dokter Hidayat, dokter senior, specialis kandungan paling Top di tempat aku bekerja.


" Masuk " Suara besar laki laki aku dengar dan ku buka pintu perlahan


" Masuk Sat...pake ketuk segala, kaya tamu aja deh" Ucap Dokter Hidayat dan Aku tersenyum, aku ulurkan tangan ku dan Dokter Hidayat menepis nya sambil tertawa


" Mulai Kaku nya " Protes nya dan terus tertawa, aku tersenyum lalu meminta Istri ku duduk


" Istri Saya Dokt" Ucap ku mengenalkan Vanny ke dokter Hidayat


" Haiii..."


" Siang Dokt " Jawab Vanny berdiri, mereka bersalaman lalu mereka duduk kembali di kursi nya masing masing


" Kok Mau sih Sama Satria?" Tanya Dokter Hidayat dan aku terkekeh


" saya Jampi Jampi Dokt, Biar mau ama Saya" Canda ku dan dokter Hidayat semakin Tertawa


" Besok Anter saya ke Dukun nya Sat, saya mau nyari modelan Artis kaya Gini" Canda Balik dokter Hidayat dan kami Tertawa.


Perawat datang, masuk dan membawa File Pasien baru untuk istri ku, aku sengaja mendaftarkan nya agar data Vanny ter record di rumah sakit ini.


" USG sekarang?" Tanya dokter Hidayat


" Boleh dokt" Jawab ku dan Vanny, kami melangkah ke tempat tidur, perawat membantu istri ku memberikan Gel di perut nya, lalu menutup kaki nya sampai ke bawah perut dengan selembar selimut rumah sakit.


Dokter hidayat mulai bekerja, aku duduk di samping istri ku yang sedang terbaring, ku pegang satu tangan nya dan satu tangan ku mengusap kepala nya. aku fokus pada layar monitor besar, tampilan buram mulai terlihat dan semakin jelas terlihat, ada pergerakan di layar monitor.

__ADS_1


" Ada keluarga yang kembar?" tanya Dokter Hidayat


" Ada, Saya "


" keluarga Istri saya " jawab ku dan Vanny hampir bersamaan


" Kembar Nih Sat " Ucap Dokter Hidayat, menunjukan dua kantung kecil yang sedang bergerak gerak secara bergantian.


" Serius Kembar Dokt?" tanya ku dengan suasana hati yang bahagia


" Iya...hebat Sat, Sekali hamil 2 anak, 5 kali hamil kalo 2 aja udah dapet 10" Canda dokter Hidayat dan kami Tertawa, aku mengusap pucuk kepala Istri ku


" kembar loh Bund, Keren" Ucap Ku


" kondisi ibu nya normal yah Sat, kondisi awal perkembangan janin juga Baik, di jaga baik baik" Pesan dokter Hidayat


" Ada keluhan Bu?" Tanya nya kemudian pada istri ku


" Belum ada Sih Dokt" Jawab Istri ku


" Good...jaga kondisi tubuh, jaga suasana Hati, no s*x activiti " Ucap Dokter Hidayat, dia selesai dengan pemeriksaan USG nya, melepas sarung tangan nya.


" Untilll ?" tanya Vanny serius dan di bantu perawat mengusap sisa Gel di Perut nya


" Mana Bisa Dokter?! " Protes ku dengan berdiri, Vanny sudah bangun dari berbaring nya, lalu aku memegang tangan nya dan kami duduk kembali di kursi berhadapan dengan dokter senior yang sedang duduk merebahkan punggung nya ke kursi kerja nya, tangan nya di lipat ke belakang leher nya


" Dokt...yang tadi belum di Jawab!" ucap ku mengingat kan


" memang belum pernah denger yah? seorang dokter kandungan melarang pasien nya melakukan itu!" tanya dokter Hidayat pada ku.


" Sering Sih Dokt, tapi kan semua baik baik aja" Jawab ku jujur. Vanny sudah mengusap lengan ku, dan ketukan pintu dari luar ruangan menggangu pembicaraan ku.


" Suruh masuk Sust" Ucap Dokter Hidayat, aku membulatkan mata ku, bagaimana mungkin dokter senior ini melakukan ini pasien nya, apalagi pasien nya adalah Aku. " Sial " Maki ku dalam hati. Perawat mengikuti perintah dokter Hidayat, Membuka Pintu dan Dokter Hidayat tersenyum pada ku, Vanny terus mengusap lengan ku, seperti nya meminta aku agar bersabar.


" Siang Dokt" Sapa seorang Wanita yang suara nya aku kenal, aku menoleh ke belakang, Adel yang datang dengan secarik kertas di tangan nya.


" siang Del, Sini saya Sign, sorry saya ada tamu, jadi belum ke ruangan" Ucap Dokter Hidayat.


" Yahhh ellah Dokt...saya pikir pasien beneran, tau nya Si Satria, Saya di luar aja dari tadi" Keluh adel, dia menepuk bahu ku lalu menyerahkan kertas itu pada dokter hidayat, aku lihat dokter hidayat membaca nya lalu membubuhkan tanda tangan nya.


" Ngapain?" Tanya Adel pada ku


" Beli tiket nonton" Jawab ku Asal dan Adel Tertawa.


" Del..." Dokter Hidayat memanggil nya, lalu memberikan kembali kertas itu pada Adel


" Iya Dokt"


" Pernah denger ga...ada larangan melakukan Se* activiti pada ibu hamil di semester pertama nya"

__ADS_1


" Pernah Dokt....Memang kondisi nya Vanny buruk?" Tanya Adel lalu menarik kursi tanpa sandaran dan duduk di antara aku dan Dokter hidayat.


" Kondisi Pasien Baik baik aja, Del " jawab dokter Hidayat


" Tuh kan Dokt, Saya aneh Deh, Kenapa Dokter ngelarang itu, Gak masuk akal Banget" protes ku dan Adel tertawa


" Hak saya dong" Ucap Dokter Hidayat


" Yah Gak bisa gitu dong, Dokt, 3 x dokter bilang, kondisi istri saya baik baik saja" protes ku lebih keras, Vanny mengusap Paha ku saat ini, Dan dokter Hidayat tertawa bersama Adel.


" Jadi kalo mau ngobrol panjang sama Kamu, harus soal Se* yah Sat?" ucap Dokter Hidayat


" Yah gak juga " jawab ku kesal, kesal aku dipermainkan seperti ini


" Iya...bukti nya kamu ngomong mlulu dari tadi, coba kalo soal lain...pasti jawaban kamu, Ok, Baik, Belum, Segera, dan terima kasih" Cuit dokter hidayat dengan senyum seolah menang kali ini


" Jadi boleh Kan dokt?" Tanya ku


" boleh gak Del?" tanya Dokter Hidayat pada Adel


" Gak Boleh Dokter...sampe bayi nya lahir, trus masa Nifas 40 hari" Jawab Adel dengan Serius


" Saya setuju saran Kamu Del, Besok ikut saya operasi sesar kembar 3 yah jam 10 pagi" ucap Dokter Hidayat dan mereka bersalaman.


" Yeeaahhh " Teriak Adel.


" Balik aja yuks Van" Ucap ku dan mengusap kepala istri ku, Kasihan istri ku, dia pasti merasa di permainkan seperti ini, aku berdiri dan Tawa Dokter Hidayat langsung meledak


" Yang sabar ngadepin dokter Satria yah Bu, Ibu baik baik aja, boleh kok berhubungan suami istri, gak ada masalah, selama nyaman lakukan semua gaya" Ucap Dokter Hidayat dan aku sudah malas mendengar ocehan nya.


" Serius Dokter?" Tanya Istri ku


" Iya Bu, saya becanda dari tadi, susah buat ngobrol dengan Dia, Terlalu kaku dan sekarang pasti dia marah" ucap Dokter Hidayat dan aku tersenyum, ternyata bukan satu dua orang yang bilang aku kaku, dan aku akan mulai mencair saat ini.


" canda nya jangan soal itu, Dokt. Istri saya nanti serius nanggepin nya, secara saya ga bisa nahan hasrat saya " jawab Ku dan kami akhir nya tertawa


" dokt...ada alternatif buat susu hamil gak?" tanya ku dan duduk kembali, Dokter hidayat menulis resep lalu memberikan nya pada ku


" Gak suka susu?" Tanya Dokter Hidayat


" kalo susu hamil bau besi berkarat dokt...minum nya gak enak" Jawab Vanny


" coba Pake yang UHT aja, ada kan, Del" Jawab Dokter hidayat


" Ada Satriiiaaa...UHT nya Pren@gen" Jawab Adel dengan memukul lengan ku


" Kita coba beli Itu Bund, Kalo kamu suka...saya beli parbrik nya" Canda ku dan Semua orang tertawa.


" begini kan enak yah Del, gak Baku baku mlulu" Ucap Dokter Hidayat.

__ADS_1


huffttt drama lagi, usg 7 menit, ngobrol yang gak penting 30 menot, Wasting my time, keluh ku dalam hati.


Setelah menjabat tangan Dokter Hidayat, aku dan Vanny pamit, berkali kali dokter hidayat mengatakan " Maaf " pada Vanny istri ku


__ADS_2