
Ardhian
" Kamu udah baca semua point nya Van " ucap ku mengingatkan syarat dan ketentuan acara training ini, semua terikat perjanjian tidak bisa semudah itu di cut di tengah jalan.
" Tapi gw pengen balik Ardh....gw udah ga mau jadi kepala cabang atau apa pun lagi " Jawab Vanny dan selesai dan dengan makan nya,
" Ada masalah apa sih Van? tell me please? apa Satria ngancam kamu?" Tanya ku dengan cemas dan Vanny hanya tersenyum
" Satria itu gak seperti yang loe pikir Ardh, Dia baik, dan gw ga salah pilih dia jadi suami gw" Jawab Vanny dan aku tersenyum kecut
" Oh yah? Laki laki baik pasti ngejaga wanita yang di cintai nya, pasti ga akan kasar saat mereka berselisih" Cibir ku dan Sekarang Vanny yang tersenyum kecut pada ku
" Itu urusan rumah tangga gw, gw ga minta saran loe, dan loe harus nya ga ikut campur"
"dan gw pikir...loe temen gw Ardh, bisa kasih gw solusi, tapi gw salah orang "
__ADS_1
" Ok Pak Ardhian...Saya selesai makan" Ucap Vanny dengan suara yang formal dan pergi meninggalkan aku yang masih ingin berbicara dengan nya.
Stevanny seperti nya marah pada ku, dan ku tinggalkan ruangan ini juga, aku kembali ke kantor dan meninggalkan tempat training ini.
Begitu susah untuk bisa membuat seorang STEVANNY menjadi Stevanny yang dulu, Stevanny yang selalu ceria, yang selalu berpikiran Maju, Dan Stevanny yang dulu begitu mencintai ku.
" Van....kalo kita memang gak jodoh, kenapa kamu selalu hadir di mimpi saya Van"
" Kenapa harus kamu yang hadir Hah"
Satria
Beberapa hari ini aku melihat ada yang lain dari teman ku, Dokter Shanti. dia lebih friendly, tidak lagi liar di depan ku dan seperti nya dia sedang jatuh cinta pada salah satu teman kami, Entah itu Rudi, Rico atau siapapun aku sebenarnya tidak begitu peduli, tapi yang pasti 2 hari ini, setiap makan siang kami makan siang bersama, Hal biasa yang di lakukan oleh teman satu tempat pekerjaan, dan aku biasa saja, not something special lah.
Siang ini kami makan siang berlima, di kantin sebelah rumah sakit, aku jalan bersama adel, dan Shanti selalu di dekati oleh Rico dan Rudi, mereka berdua seperti nya sedang mendekati dokter Shanti, aku dan Adel hanya bisa tersenyum melihat 2 pemuda yang berjalan di depan kami ini.
__ADS_1
" Loe ga ikutan?" canda Adel dan aku menepuk bahu
" Gw punya bini!" Jawab ku dengan Bangga
" Loe ga ambil satu?" giliran ku bertanya pada adel, maksudnya ambil satu...Rico atau Rudi, jangan dua dua nya di ambil oleh Shanti dan Adel pun tertawa
" Gw babang Reno aja, udah cukup" Jawab Adel dan aku tersenyum.
Saat makan siang ini aku seperti biasa aku chat Istri cantik ku. menanyakan kabar nya dan kabar 2 calon baby kami, menanyakan kegiatan nya dan di sisipi kata kata mesum yang membuat aku turn on sendiri.
" Gila cuma chat gini doang...adik nya iya bangun" keluh ku dalam hati dan aku tertawa.
" Tuh kan Bund....gw tuh cinta tau "
" Pulang sayang " ucap ku lirih dan aku tidak berhasil membujuk nya saat ini.
__ADS_1