
" saya anter kamu Bund" Ucap Satria berdiri di depan pintu mobil yang kaca nya aku buka, aku sudah memanaskan mesin mobil ku saat ini.
" Ga usah Pih, kamu praktek pagi ini" jawab ku
" Iya sih, Tapi ke buru kok" Jawab nya lagi, dengan merapihkan anak rambut ku,
" Saya bisa Pih, Nanti kamu malah ngebut ngebut di jalan, saya gak mau ah" Ucap ku dan mengusap perut nya
" Bener bisa? Kamu lagi hamil Bund! " Ucap Satria lagi, suara nya lebih lembut karna aku mengusap perut nya dengan sedikit tekanan tekanan erotis.
" Bisa Pih " Jawab ku dengan tersenyum
" Ya udah dehhhh" Jawab nya dengan pasrah, aku tertawa dalam hati, Satria oh Satria di grepeee gitu aja udah meleleh.
" Saya Jalan Pih" Pamit ku pada Satria
" Hati hati " Ucap nya dan aku tersenyum penuh kemenangan.
Ku kemudikan mobil dengan senang hati, " Hemmhh begitu rupa nya bikin satria ga ngomel ngomel" celoteh ku sendiri dan aku tertawa.
Satria.
Pagi ini setelah pertempuran panas dari malam hingga dini hari, aku mengkhawatirkan istri ku yang akan pergi ke kantor nya, aku memaksa nya untuk mengantar nya pagi ini, tapi dia menolak dengan halus, dia menekan perut ku, memainkan perut ku dengan jari jari tangan nya yang lentik dan aku LEMAH.
" Vannn...kamu itu paling bisa deh" Ucap ku dalam hati setelah mobil keluar dari parkiran rumah.
Pagi ini masih Jam 6 kurang, aku praktek mulai jam jam 8, rencana nya sebelum ke rumah sakit, aku akan mengajak Gigi berjumpa dengan teman ku, Rendi. Dia pemilik sekolah dengan konsep sekolah alam, aku sudah diskusi dengan nya mengenai Gigi, Rendi bilang " Bawa anak nya kemari, biar dia main di sini, Liat temen temen nya belajar sambil bermain " Dan aku setuju, hal ini juga sudah aku diskusikan dengan Vanny dan Vanny sangat setuju.
Gigi dan Bi Narti sudah bersiap, aku hanya tinggal menganti pakaian ku saja, dan setelah Rapi kami langsung berangkat menuju sekolah itu.
Dari rumah ke sekolah alam itu perlu waktu 20 menit, tapi jalur ini satu jalur dengan rumah sakit tempat aku bekerja, jadi aku bisa mengantar nya bila nanti Gigi cocok sekolah di sini.
jam 6.30 sesuai janji aku dan Rendi, aku tiba di sekolah alam, sekolah dengan halaman luas dan aku mengenggam tangan kecil gigi.
__ADS_1
" Bagus ga Gi, tempat nya?" tanya ku
" Kelas nya mana Pih? ini sekolah?" Tanya Gigi dan aku tertawa
" Nanti gigi belajar nya di halaman ini, di gazebo gazebo itu" Jawab ku dan Gigi masih belum paham rupanya.
Rendi sudah menunggu aku di salah satu Gazebo dengan melambaikan tangan nya, dan aku menjabat tangan nya ketika kami sudah berdiri dekat.
" gw pikir ga jadi dateng loe!"
" Jadi Lah, Bunda nya pengen Anak nya sekolah, dan semoga aja dengan anak nya sekolah, bini gw berenti kerja" Jawab ku
" Ga ada hubungan Pak Dokter " Jawab Rendi dan kami tertawa,
" Salim Gi, Ini teman Papih, Nama nya Om Rendi" Dan Gigi langsung salim pada Rendi. Aku juga mengenalkan Bi Narti sebagai pengasuh nya Gigi.
" sekolah di sini mulai jam 7 pagi, sebentar lagi temen temen nya Gigi datang Deh" ucap Rendi ramah pada Gigi
" Banyak Om?"
" Gigi Udah bisa baca?"
" Sudah Om " Jawab Gigi
" Menulis?"
" Sudah juga Om"
" Anak Hebatttt " Puji Rendi dan Gigi tersenyum.
Benar saja ucapan Rendi, mobil dan motor mulai berdatangan.
" Mereka sekolah?" Tanya Gigi ketika melihat anak seusia nya Gigi
__ADS_1
" Iya...mereka sekolah, tapi sekolah di sini gak pake baju seragam Merah putih, kebanyakan dari mereka memilih memakai celana cargo, karna banyak aktifitas di luar ruangan" Jawab Rendi
" kok Gitu sih Pih?" Tanya Gigi heran dan aku tersenyum
" Liat dulu mereka belajar Gi, Kalo Gigi ga suka, Papih cari sekolah yang Lain, mungkin disini gak Bagus!" Canda ku dan Rendi tertawa,
" Papih Gigi udah bisa becanda Loh, Lucu kaya Sule" Cuap Rendi dengan tawa nya. Aku benar benar becanda pada Rendi, Sekolah milik nya adalah sekolah alam terbaik di Bogor, guru guru nya banyak dari IPB dan UI, jadi kwalitas guru nya sudah baik, sarana dan prasarana lengkap, dan ini adalah pilihan pertama ku untuk sekolah Gigi.
" Di tinggal aja Sat, Biar Gigi disini dulu, nanti kalo dia ga betah, gw anter balik ke rumah Loe" Ucap Rendi, Aku menganggukan kepala ku
" Gigi bisa papih tinggal?"
" Bisa Pih, ada Om Rendi ada Bibi juga" Jawab Gigi, aku mengusap kepala nya, Gigi salim pada ku, dan aku menitip kan Gigi pada Bi Narti dan juga Rendi.
Jam 07.20 aku sudah sampai di Rumah Sakit, masih banyak waktu untuk beristirahat sebelum memulai pekerjaan rutin ku. aku dan beberapa rekan dokter ku menikmati kopi di ruangan istirahat Dokter, mengobrol ringan sampai akhirnya jam praktek ku di mulai.
Sambil menerima pasien pasien ku, aku menunggu kabar dari Gigi, dan sampai dengan jam 11 siang, waktu praktek ku selesai, Tidak ada kabar sama sekali, aku memghubungi Rendi, khawatir dia lupa soal anak ku. Dan ternyata Gigi betah di sana, Bahkan ada 3 photo yang di kirim Rendi saat aku selesai menghubungi nya, Photo Gigi yang sedang belajar menyusun balok kayu berwarna warni, dan photo itu aku forward ke Bunda nya, dengan note "Siapin uang bund, anak mu besok Sekolah"
Beberapa menit kemudian Chat ku terbalas.
My Vanny
Ih keren banget anak saya.
Pih.....suka warna apa? Biru atau Ungu? lengkap dengan photo baju tidur wanita yang membuat aku tertawa saat membaca nya.
Me
Saya transfer ke rekening kamu Bund, ambil semua warna, pilih yang polos aja, saya ga suka yang ada motif nya.
My Vanny
Sip...udah dulu yah Pih, Waktu Istrirahat cuma 1 jam, ini di Ruko depan kantor. Bye pih...Miss You.
__ADS_1
Me
Ok Bund, Hati hati pas Nyebrang nya, Miss You Too.