My Vanny

My Vanny
Bobo Siang Pertama


__ADS_3

Setelah mengantar Vanny belanja, Gigi sudah potong rambut, beli banyak bahan makanan dan juga mainan untuk gigi, kami pulang ke rumah. Bibi merapihkan barang belanjaan kami.


Aku, Vanny dan Gigi duduk di ruang keluarga, Gigi menikmati es krim nya dengan wajah yang tidak pernah lepas dari senyum nya.


" kalo Gigi mau masuk ke kamar Bunda, Gigi harus ketuk pintu Dulu"


" Gigi harus tidur siang sesudah sholat Dzuhur dan makan siang"


" Jam 5 sore, Gigi harus udah selesai Mandi"


" Jam 8 malam gigi harus tidur"


Dan Aku hanya tersenyun mendengar peraturan Vanny untuk Gigi. Gigi tersenyum dan setuju. Aku menarik tangan istri ku, masuk ke dalam kamar, Vanny begitu asyik mengobrol dan banyak berpesan pada Gigi, sementara aku tidak di ajak nya mengobrol.


" Sat...ke apartement saya yuks, ambil baju deh" ucap Vanny lalu menyimpan handphone di meja kecil sebelah Sofa


" Mau kapan Van?"


" Terserah kamu deh...kamu besok kerja ga?"


" Kerja Van, Kamu gimana?"


" Kerja, jatah cuti nikah cuma 2 hari" jawab Vanny dan aku mengusap pipi nya.


" Ya udah nanti malem kita ke Apartment mu, tapi Bobo siang dulu yuks Van"


" Sholllattt...Bobo mlulu" Jawab nya dengan ketus dan aku tertawa


" Iya saya sholat, setelah itu saya harus Bobo, saya ga mau bunda Marah" ucap ku menirukan pesan Vanny pada Gigi tadi. Vanny tertawa dan melempar bantal kecil pada ku. Hal kecil saja bisa membuat aku tertawa, Padahal bukan sesuatu hebat apalagi mewah.


Bobo siang yang panas membara, Vanny memukul mukul perut ku, karna aku berhasil membuat nya terkapar lemah di ronde ke tiga kami bercinta.


" Sakit ih Van, mukulin mlulu " protes ku sambil mencium pipi nya


" Kamu mah bohong in saya terus Sat"


" Bohong apa?" Tanya ku dengan gemas


" Kata nya sekali, kata nya sebentar doang, bukti nya...3 x satriaaaaa, pake lama lagi" Keluh nya dan aku tertawa.


" Enak Van"


" Tau ahhh " Jawab nya dengan mengkerucutkan bibir nya.


" Maaf ya Van, Janji deh besok kalo bobo siang ga 3 x"


" Bener nih?" tanya nya bersemangat, Vanny memiringkan tubuh nya menghadap ku lalu memeluk aku lagi


" Bener Van..ga 3 x tapi 4 x, soalnya di peluk kamu gini aja,saya udah on lagi" Jawab ku dan Istri ku memcubit pinggang ku berkali kali


" Geeeellliii "


" Bodo...kamu ini yang geli, Saya tidur dulu" Ucap nya setelah membuat aku kegelian karna cubitan cubitan mesra nya itu. aku memeluk Vanny, mengusap punggung nya yang berkeringat, dan mencium kening nya berkali kali. Vanny tertidur dengan cepat, siang yang membara, semoga cepet tumbuh buah cinta kami berdua, aku mengusap perut nya, lalu meninggalkan nya untuk membersihkan diri karna sudah jam 15.30. Sholat Ashar dan setelah 90 menit kemudian aku membangunkan nya


" Van...bangun dulu, nanti ashar nya abis"


" Perasaan baru tidur deh Sat"


" Iya...baru banget Van, Tapi bangun dulu yuks" aku terus mengusap rambut nya, dan lucu nya dia malah tertidur lagi.

__ADS_1


" BANGUN Sayang"


" heeemmhh"


Vanny meregangkan kedua tangan nya ke atas, lucu melihatnya, sepertinya Vanny lupa, tubuh nya masih tanpa baju hanya berbalut selimut.


" Napa Sat"


" kenapa apa?"


" Kok liatin gitu "


" Keren Van, Sexy" jawab ku memuji bentuk tubuh nya, Dia hanya tersenyum sedikit nyinyir pada ku.


Satu jam setelah itu, aku dan Vanny pergi, Gigi kami tinggal di rumah dengan Bi Narti, Dan usil ku kembali lagi di mobil ini. seperti biasa aku melepas 1 kancing tambahan nya.


" ngatuk saya" Ucap ku


" Hubungannya apaan!!!" protes nya


" Seger liat nya Van" Jawab ku dan Vanny hanya mengelengkan kepala nya. Sampai di Apartement nya kami membawa banyak keperluan nya lebih dari 2 koper besar aku bawa masuk ke dalam bagasi mobil dan seperti nya kami butuh lemari tambahan untuk di rumah kecil ku itu.


" Beli sekarang atau gimana?"


" Besok deh Sat, balik dari sini ke rumah Amira dulu, kangen dan mereka minta cerita soal kita"


" Ok " Jawab ku


Stevanny


Heemmhh badan rasanya rontok, tidur siang bersama Satria membuat aku pegal hampir di seluruh bagian tulang tulang ku. Setelah mengambil baju dari Apartement, aku meminta nya untuk langsung ke bogor, ke rumah amira dan zahra tentu nya.


Kami berpelukan dan ucapan selamat mereka membuat aku bahagia.


" sumpah ga nyangka...secepat ini yah Sat, berawal dari lari pagi nya kita, loe keseleo dan akhirnya loe berdua kawin" Ucap Amira dan aku hanya tertawa


" Harus cepet Mir, repot kalo dia berubah pikiran " Jawab Satria dengan tersenyum, Satria sudah bisa mengobrol lebih rilexs dengan sahabat ku di banding saat kami bertemu di rumah sakit, saat Lukman di Operasi itu.


" Loe kenapa ga bilang bilang Sih, ke Bandung doang kan deket, gw pasti dateng" ucap Rara dengan gemas


" cuma keluarga Satria doang yang dateng, keluarga dari pihak gw aja ga ada yang tau" Jawab ku dengan menepuk nepuk nepuk paha satria, tenyata seru juga mengobrol santai seperti ini, duduk manis di samping suami dan sahabat sahabat ku.


" kapan resepsi?" tanya Sendi


" Ga ada...yang penting udah halal, itu udah cukup buat gw" Jawab Ku dengan tersenyum.


" Vannn...nyedot nya biasa aja kali" Protes Lukman memperhatikan aku, ketika aku meminum Bobba yang sedotan memang Jumbo


" ini biasa" Jawab ku dengan ketus sambil mengoyangnya minuman Bobba rasa Duren


" Beda Man....dah tau rasa dia, biasanya dia ngambil sendok, plastik atas nya di buka" Celoteh tambahan dari Sendi dan kami tertawa


" Gw lagi malessss jalan, loe sih hal ga penting di bahas" protes ku, tapi memang aku benar benar lemas, duduk nyaman dengan kaki di angkat ke atas sofa, di tambah menyandarkan kepala di bahu Satria itu...beneran jadi posisi wenak untuk saat ini.


" Penting Van, Tapi loe keren...bisa nyedot gitu" Cuit Amira dan kami tertawa lagi. Banyak yang obrol kan dan kami pamit setelah jam 23.30


" Ga tidur di sini aja, besok bareng gw" Ajak Lukman


" Punya laki gw" Jawab ku dengan sombong, satria hanya tersenyum dan mengusap rambutku di depan sahabat ku, rasa nya perlakuan kecil satria membuat aku selalu bahagia dari jam ke Jam nya

__ADS_1


" assyyiiikkk yang punya laki" Cuit Sendi dengan tertawa.


Pagi Hari awal masuk ke kantor kembali setelah cuti menikah ku, Satria mengantar aku sampai di depan kantor,


" nanti sore saya jemput"


" Ok " Jawab ku


" Cium dulu sini" Ucap Satria dengan meraih wajah ku dengan kedua tangan nya, satria mencium kening, pipi dan juga bibir ku singkat.


" Hati hati Sat" Ucap ku ketika aku hendak keluar dari mobil " Hemmhh" Jawab satria dengan singkat.


Pagi di kantor, seperti biasa di mulai dengan briefing pagi yang di pimpin oleh Mbak Indah, dan kembali ke counter kami masing masing setelah briefing di tutup dengan doa bersama.


Pagi ini aku sibuk, 2 hari tidak masuk ke kantor banyak yang harus cek dan aku sign.


" Bu...cerita dong, siapa yang jemput ibu kemaren ke Kostan saya" tanya nya Della terus menerus menanyakan hal itu pada ku


" Oohhh itu...saya lupa loh, Dell"


" Ahhh Ibu...ayo cerita, jadi saya bisa bilang ke anak anak kost yang lain, Bi" jawab Della


" Emang Heboh yah Dell?"


" Heboh Bu, di kira nya ibu " Pemakai" Kostan saya sampe di datengin RT loh bu" Keluh nya Della dan aku tertawa.


" Nanti saya cerita...sekarang kerja dulu Gih" jawab ku pada Della, aku teringat saat teman nya Reno menjemput ku pagi pagi sekali, dengan mobil polisi, dan banyak mata penghuni kost lain yang melihat, pasti mereka berpikir seperti yang Della tadi ceritakan.


Jam 1an siang, setelah Lukman selesai Istrirahat, kini giliran aku yang aku yang beristirahat, Della menggandeng tangan ku, kami naik ke lantai 2.


Bekal makan siang ku ini, Satria yang buat, Hari ini tidak ada kiriman sarapan, karna satria memaksa aku untuk makan pagi bersama nya.


" menu nya apaan Bu?"


" nasi putih, orek telor pake sosis, plus brokoli rebus" Jawab ku ketika membuka kotak makan.


" Masak sendiri bu? tumben! Emang Bisa?"


Aku tertawa dengan mengetuk kan sendok ku berkali kali.


" Saya bukan ga bisa, cuma males Del, ribet" Jawab ku dan Della tertawa. sambil makan aku bercerita soal satria, della memang aku cerita kan memgenai laki laki yang selalu mengirim makanan, uang transferan, tapi yang aku cerita kan hanya bagian, tidak menyeluruh.


Mbak Indah datang ikut bergabung makan siang dengan aku dan Della.


" Masak bu?" Tanya nya Mbak Indah melihat sisa makanan ku


" Di masakin Bu!" jawab ku dan Mbak Indah tertawa


" Sebelum balik ke ruangan saya yah Van"


" Iya Bu "


" Saya ga di suruh Bu?" Tanya Della


" Kamu mau bantuin saya kerja? Boleh Dell...dengan senang hati" Jawab Mbak Indah dengan tertawa.


Sore hari sudah jam 17.30 Satria masih belum bisa aku hubungi.


" Masih Nunggu Van?" Tanya Mbak Indah yang sudah bersiap pulang, kami berdiri di depan lobby

__ADS_1


" HandPhone nya ga aktif Mbak...nyebelin tau" Jawab Ku dan Mbak Indah tertawa, aku terus memegang handphone ku siap menerima panggilan masuk dari suami ku


__ADS_2